Aku menjalani hidup yang tenang, dan kamu juga, sampai kita dipertemukan lagi di waktu yang tidak memberi ruang untuk menjadi apa-apa.
Awalnya biasa saja, lalu berubah pelan, menyisakan hal-hal kecil yang tinggal lebih lama dari seharusnya.
Kita tahu batas itu ada, dan untuk pertama kalinya aku mengerti, aku kalah tanpa pernah benar-benar bertanding.
Aku tidak menyesal, hanya sadar tidak semua yang terasa tepat harus menjadi milik.
Jika mesin waktu itu ada, aku hanya ingin kembali untuk tidak melewatkan.
Dan ketika itu tidak mungkin, aku hanya bisa membiarkanmu tetap ada, dekat tapi tidak pernah bisa menjadi.
Saya dan segala yang terjadi pada saya sudah merasa kewalahan. Saya mungkin sudah tidak bisa lagi terlalu banyak membagi pikiran. Saya rasanya sulit untuk bisa terus memberi ide dan masukan brilian.
Saya percaya masih banyak jagoan-jagoan yang akan membuat Warung Blogger tetap jalan.
Dan, iya. Saya sudah akan pamit dan undur diri.
Berbilang empat-lima minggu semenjak penguasa mengumumkan kasus Corona pertama di negeri ini. Maklumat yang tentu menampar habis sikap abai yang…
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah notifikasi di salah satu akun media sosial yang saya miliki. Pesan dari seorang…
Menyebalkan, sih, ketika melihat para jagoan kecil kepayahan karena sakit. Adik diare. Dehidrasi. Di usianya yang genap menyentuh angka enam…
Mari temani saya sebentar. Kita sedikit berbicara tentang harapan, cita-cita dan mimpi besar lainnya. Dua tiga minggu yang lalu mimpi-mimpi…
