Skip to main content Scroll Top
Category Title
Menceritakan-Lagu

30 May: Menceritakan Lagu

Ketika ritme kehidupan kembali menuntut fokus yang utuh dan waktu untuk menulis menjadi kian menyempit, muncul sebuah batas kompromi untuk tidak mengeksploitasi lembar privasi. Di tengah persimpangan antara tanggung jawab dan rindu menulis inilah lahir sebuah ruang bermain taktis untuk membakukan konsep “Menceritakan Lagu”. Sebuah eksperimen hibrida yang terinspirasi dari mahakarya Rectoverso karya Dee Lestari, tempat musik dan sastra saling meminjam nyawa. Melalui proyek ini, bait lirik dari melodi yang melintas akan dialihbahasakan menjadi narasi utuh tanpa menjadi proyeksi cerita personal penulis. Menolak menyentuh lagu-lagu Dee Lestari yang sudah terlanjur sakral, sebuah ajakan kolaborasi justru dibuka lebar bagi pembaca untuk saling berbagi ide. Pada akhirnya, maklumat kecil ini memastikan bahwa di tengah tumpukan kesibukan baru, malam-malam ke depan akan selalu menyisakan tempat bagi pena yang rindu berdansa bersama melodi pilihanmu.

One-Day---Header

02 May: One Day: Cinta Satu Hari

Ada jenis rasa sakit yang sangat spesifik ketika kita menyadari bahwa kebahagiaan hari ini tidak akan diingat oleh orang di samping kita saat esok tiba. Melalui ulasan film One Day ini, kita akan membedah bagaimana sebuah ketulusan diuji dalam ruang sempit berdurasi dua puluh empat jam. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta, melainkan tentang pengorbanan sunyi seorang pria yang memilih untuk menjadi “tidak ada” demi menjaga dunia orang yang ia cintai tetap utuh. Kita akan diajak melihat bagaimana detail-detail kecil yang dianggap sampah oleh dunia justru menjadi bahasa kasih yang paling jujur. Sebuah refleksi getir bahwa yang paling menyakitkan bukanlah kegagalan untuk bersatu, melainkan keputusan untuk kembali menjadi asing saat kita sebenarnya punya kunci untuk menjadi segalanya. Bersiaplah untuk bertemu dengan jenis kesedihan yang laku, yang akan membuat Anda terdiam lama setelah layar menjadi gelap

Pemuja-Rahasia

20 Apr: Pemuja Rahasia

Pagi selalu membawaku pada satu nama yang diam-diam pulang ke dalam doa, pada seseorang yang terbiasa menahan lebih banyak dari yang ia bagi, dan merasa cukup bahkan sebelum benar-benar mencoba. Aku mengenalmu dari hal-hal yang tidak kamu ucapkan, dari batas yang kamu bangun sendiri, dari langkah yang kamu hentikan sebelum sempat sampai. Hingga aku mengerti, bahwa tidak semua yang dekat harus dimiliki, dan tidak semua yang ingin perlu diperjuangkan. Maka aku memilih mencintaimu dengan cara yang paling tenang, tanpa memaksa, tanpa mengejar, tanpa harus sampai. Aku menyayangimu dalam diam yang panjang, dalam jarak yang tidak pernah benar-benar dekat. Dan mungkin, pada akhirnya, cukup mengetahui bahwa kamu ada dan hidup , itu sudah cukup.

Menyimpan-Ingat-Pada-Mereka

08 Apr: Menyimpan Ingat Pada Mereka

Ada orang-orang yang datang sebagai rekan kerja, lalu perlahan mendekat, melekat, dan akhirnya menjadi bagian dari hidup yang sulit dilewatkan. Bersama mereka, saya belajar bahwa sebuah tim tidak hanya dibangun oleh target dan angka, tetapi juga oleh tawa, luka, serta ruang untuk saling tumbuh menjadi lebih utuh dan lebih teduh. Tulisan ini adalah catatan tentang perjalanan itu—tentang halaman yang ditulis bersama, tentang perpisahan yang tetap menyisakan jejak, dan tentang nama-nama yang diam-diam terus tinggal dalam ingat.

Cinta-dan-Luka

20 Mar: Cinta dan Luka

Di antara gelas yang mencair dan pintu yang akhirnya tertutup rapat, aku belajar bahwa melepaskan bukan berarti berhenti peduli, tapi berhenti menjadi ruang tunggu bagi seseorang yang bahkan tidak pernah berniat untuk benar-benar menghuni. Karena pada akhirnya, semesta tetap berjalan dengan acuh, membiarkan kita memahami secara mandiri bahwa cinta yang tidak bisa dimiliki memang selalu punya cara paling jeli untuk melukai.