“Tidak semua tulisan lahir untuk menjadi yang terbaik. Tapi beberapa di antaranya kebetulan berhasil tinggal lebih lama di ingatan.”
Tulisan-tulisan ini disusun mengikuti waktu ketika mereka ditulis. Sebagian lahir dari momen yang sederhana, sebagian lagi dari peristiwa yang lebih berarti. Di linimasa ini, pembaca bisa melihat bagaimana pikiran, pengalaman, dan cara saya bercerita berubah dari waktu ke waktu.
Filter
Filter By Pilih kategori
- Default sorting
- Sort by title (A-Z)
- Sort by title (Z-A)
- Sort by latest
- Sort by oldest
Di antara gelas yang mencair dan pintu yang akhirnya tertutup rapat, aku belajar bahwa melepaskan bukan berarti berhenti peduli, tapi berhenti menjadi ruang tunggu bagi seseorang yang bahkan tidak pernah berniat untuk benar-benar menghuni. Karena pada akhirnya, semesta tetap berjalan dengan acuh, membiarkan kita memahami secara mandiri bahwa cinta yang tidak bisa dimiliki memang selalu punya cara paling jeli untuk melukai.
Hidup tidak pernah kehabisan cerita. Hanya saja, tidak selalu memberi waktu untuk menuliskannya. Maka ketika satu tulisan akhirnya lahir, mungkin itu hanya rindu yang kebetulan menemukan jalan pulang.
Saya menulis untuk menyimpan cerita-cerita kecil yang sering lewat begitu saja dalam kehidupan sehari-hari.
Blog ini berisi catatan tentang hal-hal yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari: keluarga, pekerjaan, buku, film, dan berbagai cerita kecil yang kadang luput kita perhatikan. Sebagian ditulis untuk mengingat, sebagian lagi untuk memahami. Jika ada satu dua cerita yang terasa dekat, mungkin karena kita pernah berjalan di langkah yang sama.
Beberapa lagu tidak hanya untuk didengarkan, sebagian dari mereka juga menyimpan makna yang layak untuk diceritakan lebih banyak.
Maka, silakan dinikmati bagaimana saya menceritakan ulang sebuah lagu.
13 Dec: Kupu-Kupu Malam
Ia berdiri di dalam hujan yang berjatuhan perlahan, bersandar pada sebatang tiang dengan lampunya yang mulai padam. Ia, wanita itu, hanya menatap nanar ke sekelilingnya yang gelap. Sudah lewat tengah malam dan tak ada satupun batang hidung yang tampak sepanjang tamasya di sudut stasiun kota. Bahkan ketika hujan perlahan-lahan menderas, ia masih tetap setia pada posisinya, tidak bergerak walau selangkah. Sesekali dari mulutnya terucap sepatah dua patah kata halus yang merayu dan memanja. Namun kemudian kepalanya menunduk, menyembunyikan sesuatu yang mulai keluar dari matanya yang bulat. Tangisan itu, yang kini tersamar oleh butiran air hujan
Ulasan bukan tentang menilai sebuah karya, tetapi tentang berbagi pengalaman setelah menjumpainya. Dan ini adalah catatan kecil tentang apa saja yang pernah meninggalkan kesan.
Tulisan-tulisan di bagian ini adalah yang paling banyak mengundang percakapan. Komentar dari pembaca seringkali membuat sebuah tulisan terasa lebih hidup, karena setiap orang membawa sudut pandangnya sendiri. Jika ada tulisan lain yang menurut Anda menarik untuk dibicarakan, tinggalkan komentar di sana. Siapa tahu susunan di daftar ini akan berubah.



