Skip to main contentScroll Top
Category Title
20170228_102336

28 Feb: Goodbye, Mojok

Bangsat betul hari ini. Sudah terlambat datang kantor kesekian kalinya akibat jalanan yang tidak bersahabat ditambah pula dengan ulah Puthut EA melalui laman facebooknya yang menjelaskan bahwa Mojokdotco, salah satu situs gacoan anak kekinian, akan segera purnakarya. Saya bingung tapi tidak sendirian. Maka kemudian yang terjadi adalah, di twitter, para fans dan haters merespon maklumat Puthut itu tadi dengan cara yang memesona: #goodbyemojok menjadi trending topic di seantero nusantara. Isinya? Sebagian besar menyayangkan keputusan Sang Kepala Suku yang, bagaimanapun, membuat kita-kita ini kekurangan bacaan yang apalah-apalah. Sulit sekali menemukan media yang mampu mengawinkan batu akik dengan pledoi kaum tuna asmara,…

DB-Xenoverse-1-3djuegos-dot-com

23 Feb: Dragon Ball Xenoverse

Dragon Ball (DB) adalah teman bagi Anda yang lahir dan tumbuh kembang di awal tahun 90-an. Ia begitu populer. Jika ingin mengetahui seperti apa kira-kira anak 90an menyukai DB. Mungkin Anda bisa melihat upaya fans Aliando atau Prily membuat trending topic twitter setiap harinya. Ya, popularitas dan dampak yang dibuat oleh DB saat itu bahkan sudah melebihi batas nalar. Saya termasuk diantara banyak anak yang berusaha ingin bisa terbang atau mengeluarkan gelombang tenaga dalam, Kamehameha, seperti yang biasa dilakukan oleh Goku setiap kali bertarung. Rambut berdiri ala Vegeta? Sudah sering saya coba. Hanya rambut kuning Saiya super sajalah yang alfa…

Print

13 Feb: Langit Musik dan Apa Yang Baru Ia Bawa

Kereta api yang dijadwalkan datang jam satu siang ini masih belum jelas kabar beritanya, sedangkan Bandung sedang begitu menyebalkan –panas luar biasa. Ayolah, itu sudah cukup untuk merusak mood siapa saja yang sekarang ada di stasiun, jangan lupakan aku yang ada didalamnya. Banyak yang dilakukan orang-orang untuk mengusir rasa bosannya, lihatlah bapak tua itu yang sedari tadi mengutuk PJKA perihal keterlambatan kereta itu tadi, ada juga sekelompok ibu yang sedang asik bercerita tentang entahlah apa, atau gerombolan pemuda nanggung yang sedang asik bermain kartu. Sedangkan aku, ditemani headphone besar yang merusak tatanan rambut yang kubelah ditengah. Siang itu, untuk melepas penat aku…

disparitas

10 Feb: Disparitas dan Isi Kepala Suami Idaman

Hal yang paling mengusik hari-hari manusia adalah berpikir. Ketika hendak bepergian, kita berpikir tentang tujuan, rute, transportasi, dan biaya. Atau ketika ingin makan pun kita juga memikirkan soal jenis makanan, rasa, porsi, dan biaya. Bahkan hal sederhana seperti ngupil juga berangkat dari pertimbangan waktu, tempat, dan metode pencukilan upil itu sendiri. Berpikir itu sendiri merupakan aktivitas yang menyatukan ide-ide menjadi keputusan. Kita menyatukan ide “lampu merah” dan ide “berhenti” menjadi keputusan untuk menghentikan laju kendaraan saat lampu merah menyala. Nilai proposisi di sini hanya dua, benar atau salah. Keputusan berhenti saat lampu merah menyala adalah benar. Sedangkan menerabas lampu merah…

KumpulBlogger

04 Feb: (Mencoba) Berkumpul Bersama Penulis

Pepatah bijak mengatakan : pribadi kita sangat bergantung kepada lingkungan tempat kita banyak berinteraksi. Entahlah seperti apa tepatnya pepatah itu diucapkan. Tapi satu yang patut kiranya untuk digaris bawahi, dan saya teramat setuju olehnya, adalah betul bahwa lingkungan, lingkaran pertemanan yang kita miliki amat sangat memengaruhi kehidupan keseharian kita. Pernah kita dengar sebuah wacana jika kita sering bergaul dengan penjual parfum, wangi parfum tersebut akan juga melekat pada kita. Atau jika kita sering bergaul dengan orang pintar, boleh jadi akan banyak ilmu bermanfaat yang bisa kita terima. Lalu, apa yang terjadi jika kita, atau saya, bergaul dengan banyak sekali penulis?

kereta api rancaekek dot co

26 Jan: Kotaku di Waktu itu

Dan kemudian aku pun tertawa sedemikian riang bersama mereka, teman-temanku, dengan kemampuan sepeda yang amat terbatas sedang melaju adu cepat. Suara gelas bekas air mineral kemasan yang disimpan di antara ban dan batangnya terdengar begitu khas. Orang-orang yang kami lewati di sepanjang perjalanan hanya bisa menggeleng, menertawakan keseruan yang kami buat. “Yeah, aku menang,” Aris pemilik sepeda berwarna ungu sampai duluan “lambat sekali kalian” ia menambahkan setelah dua orang temannya sampai, satu setengah menit kemudian. “Kau curang, kan perjanjiannya tidak boleh lewat jalan pintas!” Irpan protes kepada Aris. Yang dijawab hanya dengan ‘hehe’ dan satu garukan pada kepalanya yang tidak gatal….