Saya pernah terjebak beberapa kali di lingkaran setan bernama koleksi. Jika dihitung sudah ada beberapa jenis barang yang saya cari setengah mati, menghabiskan waktu dan materi, untuk kemudian membiarkan barang-barang itu tersimpan rapi dalam lemari. Paling tidak, ada sepatu futsal, sepatu main, buku dan jersey sepakbola yang sedang dan pernah singgah dalam album koleksi. Nama yang disebutkan terakhir adalah yang paling merepotkan, yang dalam prosesny paling menyita waktu, tenaga dan uang. Pernah saya jaga dengan segenap cinta menjadikan saya serupa inang. Kini, setelah beberapa tahun, mereka itu sedang saya coba lepaskan pelan-pelan satu demi satu. Demi nama baru di album…
Saya pernah menuliskan sebelumnya tentang beberapa hal yang acap kali membuat saya tidak bisa menulis. Beberapa diantaranya adalah tentang sesuatu hal yang saya sukai dan atau sesuatu yang saya prioritaskan. Meski akhirnya sama, membuat ide-ide yang ada di kepala tertunda untuk saya tuangkan ke dalam tulisan. Atau malah, yang lebih parah, tidak pernah ditulis sama sekali. Namun pada tulisan tersebut ada satu hal lain yang lupa saya sebutkan: menonton film. Ia memberikan pengaruh yang sama besarnya terhadap kemungkinan saya untuk tidak menulis.
Saya akan dengan tegas menjawab: Indomie adalah salah satu hal terbaik yang pernah ditemukan oleh manusia. Dengan doa setulus hati, saya akan mendoakan penciptanya untuk mendapatkan tempat terbaik di kehidupan yang nanti. Bagaimana tidak, Indomie hadir dengan membawa manfaat yang teramat untuk umat. Ia menabrak batas-batas budaya, kesukuan dan juga bahkan agama. Ia sama sekali tak memedulikan status sosial penikmatnya, tak merasa perlu bertanya ‘siapa kamu, dari mana asalmu’ dan paling utama: ia akan selalu ada dan berlipat ganda. Dan separuh doa yang sama saya haturkan juga kepada manusia kurang kerjaan yang mengolah cabai atau cengek atau apa lah itu…
Dragon Ball (DB) adalah teman bagi Anda yang lahir dan tumbuh kembang di awal tahun 90-an. Ia begitu populer. Jika ingin mengetahui seperti apa kira-kira anak 90an menyukai DB. Mungkin Anda bisa melihat upaya fans Aliando atau Prily membuat trending topic twitter setiap harinya. Ya, popularitas dan dampak yang dibuat oleh DB saat itu bahkan sudah melebihi batas nalar. Saya termasuk diantara banyak anak yang berusaha ingin bisa terbang atau mengeluarkan gelombang tenaga dalam, Kamehameha, seperti yang biasa dilakukan oleh Goku setiap kali bertarung. Rambut berdiri ala Vegeta? Sudah sering saya coba. Hanya rambut kuning Saiya super sajalah yang alfa…
Sebagai pecinta sepakbola bukan sekali dua kita mengutuk tim yang kita dukung ketika menuai hasil negatif. Dalam sekali waktu, para pemain seringkali dikambing-hitamkan atas kegagalan sebuah kesebelasan meraih poin penuh. Salah? Tidak juga. Wajar saja jika menyalahkan pemain menjadi sebuah kelaziman karena bagaimanapun mereka itulah yang menjadi penentu arah permainan. Baik-buruknya sebuah hasil dalam pertandingan sepakbola sangat bergantung oleh kaki-kaki yang bermain di atas lapangan. Namun, semua skenario yang terjadi di lapangan sangat bergantung terhadap olah pikir orang lain yang boleh jadi dalam satu pertandingan sama sekali tidak pernah menendang bola, hanya berjalan memutar pada kotak yang sempit. Ya, dalam banyak…
Banyak sekali hal-hal indah nan menyenangkan yang terkenang di kehidupan medio 90-an. Untuk anda yang kebetulan pada masa itu tumbuh besar di Bandung, pastilah Taman lalu lintas menjadi salah satu bagian dari memori yang menyenangkan tersebut. Ia mengajarkan banyak hal : ilmu, kedisiplinan, tata krama dan banyak lagi yang tentu saja dibalut dengan permainan yang asik. Seperti kebanyakan anak di masa itu, saya menjadikan Taman lalu lintas sebagai salah satu tempat favorit, tempat yang mana akan membuat saya memaksa parah orang tua untuk mengajak saya kesana. Seringkali orang tua dulu mengajarkan kita untuk bermain sambil belajar. Itulah yang saya alami setiap kali bermain disana….