Scroll to top

Review

andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 July 2021

OPPO Reno6: Menangkap Emosi Lewat Kamera

“Nuju naon, Kang?” aku sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di daerahku ketika aku melihat sesosok pemuda gempal yang sedang asyik di atas kursi plastik sambil menatap layer ponsel di depan etalase tokonya. Di atas etalase, kopi panas masih mengepul, rokok kretek tersempil di tengah-tengah jemarinya. “Eh, ngarereuwas wae euy. Kabiasaan. Ieu, keur nonton.” Ia menunjukkan layar ponselnya. Di layar terlihat sebuah aplikasi video yang sedang memutar film -yang kutebak ia dapat dari unduhan situs film bajakan.  Sebuah film yang kuhafal betul isinya. Inside Out, nama film itu. “Anteng kitu, euy!” aku menggodanya. Yang digoda membalasnya dengan kekehan ringan yang menyebalkan. “Enya, euy, rame. Kapikiran waenya orang barat mah nyieun film jiga kieu. Geus nonton?”. Ia balik bertanya yang kujawab dengan sebuah anggukan.

Tentu saja aku tahu. Film yang kutonton berulang kali. Film yang mengejawantahkan emosi manusia ke dalam beberapa bentuk yang berbeda. Yang masing-masingnya akan bereaksi hebat tergantung pada kondisi dan keadaan manusia itu. Aku mengamini pernyataannya tadi. Para pelaku film di luar sana memang luar biasa. Memahami melalui visual bagaimana emosi manusia itu bekerja tentu menjadi pengalaman yang luar biasa.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
28 April 2021

Performa Efisien dari Ponsel yang Menawan

“Kang!” aku menepuk bahu pemuda gempal yang sedang duduk manis di depan etalase toko yang sedang sepi. Punggungnya ia sandarkan ke tiang beton yang menjadi salah satu penyangga supaya bangunan toko itu bisa kokoh berdiri. Di atas etalase, kopi panas masih mengepul, rokok kretek tersempil di tengah-tengah jemarinya. “Ajig, ngarereuwas!” ia membalas tepukan itu dengan beberapa umpatan setelahnya. Kami berbasa-basi untuk beberapa kalimat, sebagaimana biasa dua orang karib absen jumpa untuk sekian lama. Duduk persoalan baru kuucapkan setelah satu cangkir kopi yang disuguhkan habis kuminum.

“Hape rusak euy,” kataku membagi masalah dengannya. Ia menerima ponsel yang kusodorkan, menatapnya sebentar lalu bertanya: “Ieu nu baheula?” dengan mimik muka yang akan kuhantam dengan senang hati jika ia mengizinkan. Aku mengangguk kecil. Memang sudah sangat lama aku tidak mengganti ponsel. Ia yang tahu betul kebiasaanku berganti ponsel di waktu yang berdekatan tentu heran melihat aku datang dengan ponsel yang kubeli di tempatnya sekitar dua-tiga tahun lalu.

Cik, Kang. Hape naon nu alus” aku meminta rekomendasi. Ia masuk ke dalam toko, membuka lemari dan beberapa katalog produk. “Tapi nu murah” kataku menambahkan. Dan tangannya meraih dengan sigap satu kotak berwarna putih. OPPO A54 menjadi huruf yang tertulis di kotak itu.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
25 June 2019

Teman Baru

Sedikit nasihat: Jika nanti suatu saat kamu mulai menyadari ada yang sesuatu yang berbeda di hubungan yang sedang kamu jalani, segeralah bertindak. Cari tahu dan lakukan sesuatu. Jangan terlalu lama diam. Jangan biarkan sedikit perbedaan itu menjalar menjadi sebuah masalah besar yang kamu tidak tahu apa dan bagaimana sampai akhirya ia rusak sempurna dan hilang saat kamu belum benar-benar siap merasakan kehilangan. Jika itu terjadi kemudian terimalah sakit hati yang menyebalkan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
2 May 2019

Membuka Tawa Dengan Komedi Tunggal

Menyukai komedi adalah salah satu cara saya untuk mencari penghiburan diri. Menonton atau mendengar komedi biasa saya lakukan ketika saya sedang berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan. Tapi tidak semua komedi bisa saya konsumsi begitu saja. Saya memiliki standar yang berlebihan untuk masalah ini dan secara kebetulan saya tumbuh dalam narasi komedi yang digaungkan oleh pegiat komedi legendaris negeri ini: Warkop DKI. Berbeda dari para pelaku komedi kebanyakan, trio Warkop menyuguhkan komedi cerdas. Tidak semua lawakan yang mereka suguhkan bisa diterima begitu saja. Perlu ruang tambahan di dalam otak untuk mencerna komedi yang mereka haturkan. Ribet. Tapi   saya suka. Dewasa ini sedikit banyak saya menemukan pola yang sama di galeri stand-up comedy.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 March 2019

Ke Arah Bandara

Lebih dari separuh perjalanan dinas luar kota –atau malah luar pulau yang saya lakukan adalah perjalanan yang tidak direncanakan. Kalau pun masuk dalam rencana kegiatan, biasanya baru direncanakan satu-dua hari sebelum keberangkatan. Apa yang menyebalkan? Seperti umumnya di sebuah perusahaan, kebijakan di tempat saya bekerja mengenai permintaan biaya perjalanan dinas harus dilakukan selambat-lambatnya tiga hari sebelum kegiatan. Artinya, di hampir setiap perjalanan saya harus menalangi terlebih dahulu biaya keberangkatan. Kalau berangkat di awal-awal bulan, sih, ya enggak terlalu masalah, ya. Tapi kalau perjalanan dinas dan proses talang-menalangi itu terjadi di akhir bulan, ya, pusing juga, jendral.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
3 March 2019

Maret Mantap

Apa yang paling menyebalkan setiap kali habis berbelanja? Ketika melihat harga yang lebih murah dari apa yang sudah kita bayarkan sebelumnya. Saya ingat waktu itu istri pernah ‘manyun’ parah, padahal ia baru saja dibelikan barang yang sudah cukup lama ia inginkan. Baru kemudian saya paham ‘manyun’  itu muncul karena tak lama setelah barang itu dibeli, ia melihat barang yang sama persis dengan harga yang lebih murah puluhan ribu rupiah. Dulu saya tertawakan perilaku seperti itu tapi karma datang begitu cepat. Sekarang saya yang sedang terjebak dengan perilaku seperti itu. Kepikiran, euy. Gondok dan sialan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
1 November 2018

Pake Duit Lu Aja Dulu Nanti Gue Ganti

Hari ini teman saya mendapatkan puncak perhatian yang luar biasa di akun twitternya. Melalui sebuah cuitan, ia mendapatkan impresi dan perhatian lebih dari lima ribu orang. Untuknya, hal ini menjadi pencapaian yang luar biasa menyenangkan. Di cuitan tersebut ia menyinggung tentang budaya cashless society plus ragam uang digital yang beredar di pasaran. Biasa? Betul, sebetulnya cuitan tersebut cuitan yang amat biasa yang rasa-rasanya tidak layak untuk diperhatikan. Sampai ia menutupnya dengan satu kalimat pamungkas: ‘Pake duit lu dulu ntar gue ganti’ sebagai salah satu jenis pembayaran yang sah. Kalimat itulah yang menjadi pembeda. Yang membuat cuitan tersebut pantas untuk diperhatikan. Sebuah kalimat yang amat sangat dekat di kehidupan kita.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
31 August 2018

Huawei Nova 3i: Hasil Sebuah Pertimbangan

Untuk urusan gadget dan telepon genggam, saya pernah berada di fase hedon di mana saya merasa perlu untuk berganti perangkat dalam setiap hitungan bulan hanya demi menjaga predikat kekinian. Harga? Urusan belakangan. Saat bujang, saya koaya roaya. Jika pun saat itu saya kehabisan uang, saya tidak terlalu peduli. Tidak banyak yang harus saya pikirkan. Namun, setelah menikah, terlebih setelah memiliki anak, banyak sekali hal yang saya pertimbangkan jika harus mengganti telepon genggam. Di usia pernikahan yang menginjak usia 4. Baru dua kali saya berganti perangkat. Yang terakhir, baru saya dapatkan dua minggu yang lalu.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
6 April 2018

WISGR Alternatif Untuk PC Games Action Adventures

Belakangan ini banyak hal yang terjadi di Indonesia yang mendapat perhatian dunia internasional. Yang menyenangkan, perhatian yang datang tidak melulu karena hal negative seperti apa yang terjadi di masa lalu. Seperti misalnya, penyanyi dan musisi asal Indonesia yang mendapatkan atensi di kancah musik internasional, lakon film yang diputar dan mendapat penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Yang terbaru, masih dari industri hiburan, ada Guklabs-Games Developer asal Jakarta yang menarik perhatian dunia lewat WISGR game yang akan segera mereka rilis.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
3 April 2018

Aroma Karsa & Saya yang Dibuat Kerdil

Saya memang menyukai dunia baca. Tak terlalu lama semenjak saya mampu mengeja alfa beta. Namun, ketika itu, yang saya baca adalah cerita bergambar. Selain buku cetak pelajaran di sekolah, saya merasa tak sudi untuk berlama-lama menyelam di barisan kata yang panjang. Dewi Lestari, bersama karya-karyanya mengubah itu semua. Akar, bagian kedua dari Supernova, adalah barisan kata panjang pertama yang saya baca utuh. Tanpa Jeda. Dan saya jatuh cinta. Dengan semua yang ada di dalamnya, saya begitu tergila-gila. Imajinasi saya meliar. Dan saya berada dalam sensasi yang luar biasa. Sensasi yang tidak pernah saya dapatkan ketika saya membaca cerita yang disempitkan oleh gambar. Maaf, Son Goku. Saya memiliki idola lain dalam sosok Bodhi.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
6 February 2018

Berhenti Menyukai Dilan

Di masa-masa sekolah waktu itu saya, oleh teman-teman, diperkenalkan kepada suatu band asal Bandung yang kerap membawakan lagu dengan lirik yang jenaka. Kopral Jono dan Cita-citaku adalah salah satu yang saya ingat. Lagam yang sederhana dengan kunci-kunci yang mudah membuat kami seringkali membawakan lagu-lagu tersebut di hampir setiap waktu kami berkumpul. The Panasdalam adalah nama band tersebut. Setelah lulus sekolah dan merantau, saya tak pernah lagi mendengarkan The Panasdalam. Sampai twitter muncul, saya dipertemukan kembali dengan salah satu personelnya. Pidi Baiq. Sang Imam Besar.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
5 July 2017

Di Bawah Normal

Saya akan dengan tegas menjawab: Indomie adalah salah satu hal terbaik yang pernah ditemukan oleh manusia. Dengan doa setulus hati, saya akan mendoakan penciptanya untuk mendapatkan tempat terbaik di kehidupan yang nanti. Bagaimana tidak, Indomie hadir dengan membawa manfaat yang teramat untuk umat. Ia menabrak batas-batas budaya, kesukuan dan juga bahkan agama. Ia sama sekali tak memedulikan status sosial penikmatnya, tak merasa perlu bertanya ‘siapa kamu, dari mana asalmu’ dan paling utama: ia akan selalu ada dan berlipat ganda. Dan separuh doa yang sama saya haturkan juga kepada manusia kurang kerjaan yang mengolah cabai atau cengek atau apa lah itu menjadi sebuah padanan yang menghasilkan rasa yang menawan: pedas. Campurkan keduanya, indomie dan pedas, maka sebagian surga dunia ada di genggaman kita.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
9 May 2017

13 Reasons Why

Kecuali Anda tinggal di dalam gua, atau terlalu khidmat dengan pilkada dan segala isu di dalamnya, atau terlalu banyak bermain di Path, alih alih twitter, untuk memamerkan segala kemewahan yang Anda miliki, atau lebih senang dimanjakan dengan sinema elektronik dalam negeri sehingga Anda tidak memedulikan tontonan yang lain. Anda pasti pernah melihat, atau setidaknya mendengar, tentang sebuah serial televisi dari negeri seberang yang diangkat dari buku laris karya Jay Asher dengan judul yang sama: 13 Reasons Why.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 February 2017

Dragon Ball Xenoverse

Dragon Ball (DB) adalah teman bagi Anda yang lahir dan tumbuh kembang di awal tahun 90-an. Ia begitu populer. Jika ingin mengetahui seperti apa kira-kira anak 90an menyukai DB. Mungkin Anda bisa melihat upaya fans Aliando atau Prily membuat trending topic twitter setiap harinya. Ya, popularitas dan dampak yang dibuat oleh DB saat itu bahkan sudah melebihi batas nalar. Saya termasuk diantara banyak anak yang berusaha ingin bisa terbang atau mengeluarkan gelombang tenaga dalam, Kamehameha, seperti yang biasa dilakukan oleh Goku setiap kali bertarung. Rambut berdiri ala Vegeta? Sudah sering saya coba. Hanya rambut kuning Saiya super sajalah yang alfa saya lakukan. Itupun demi alasan masa depan saya di sekolah. Dan sekarang ini, dalam waktu satu-dua minggu terakhir saya sedang bernostalgia dengan mereka. Melakukan reka ulang cerita masa kecil saya dalam bentuk video game: Dragon Ball Xenoverse.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
14 January 2017

Agama Apa Yang Pantas Bagi Pohon-pohon?

Jika ada satu hal yang harus saya syukuri atas apapun yang telah saya lakukan di hari pergantian tahun kemarin adalah : saya memutuskan untuk memulai tahun ini dengan membaca ‘Agama apa yang pantas bagi pohon-pohon?’ buah tangan Eko Triono. Sungguh karya yang begitu memesona. Sebelum Anda memutuskan untuk membacanya, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu bagian belakang cetak buku. Ada sebuah pesan yang mengatakan bahwa “Eko Triono tidak membiarkan pembacanya tenang, Ia bersengaja meninggalkan kegelisahan melalui tulisannya. Kisah-kisah dalam buku ini sebaiknya dinikmati secara utuh. Lalu tak apa jika kemudian kamu melamun”. Sebuah pesan yang tidak bisa diabaikan. Dan bersama buku ini, saya menemukan lamunan yang menyenangkan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
25 November 2016

Kelahiran Swafoto yang Sempurna

“Agak dipercepat ya, Bang” sahutku pada pengemudi moda transportasi dalam jaringan yang aku pesan. Aku melihat ke arah jarum jam. Pukul sepuluh lebih dua puluh lima menit. Jalanan ibukota menjelang siang masih belum menunjukan tanda-tanda kekosongan. Padatnya kendaraan yang memenuhi hampir seluruh ruas jalanan ibukota membuat waktu tempuh menjadi tak terduga meski jaraknya hanya sepelemparan batu (yang dilempar agak jauh).  Pukul sepuluh lebih empat puluh menit. Aku mulai berkeringat dingin. Dua puluh menit yang akan datang aku sudah harus berada di lokasi. Dimana aku akan menghadiri peluncuran salah satu produk di kawasan bisnis terpadu di Ibukota yang jaraknya masih cukup jauh. “Bang” aku memanggil pengemudi itu. “Tahu jalan pintas?”

Read More