Skip to main contentScroll Top
Category Title
Macaroni Schotel

27 Jun: Resep Masakan Modern Macaroni Schotel

Berbicara mengenai makanan sebenarnya Indonesia adalah surganya, dengan negara yang penduduknya berasal dari syukur dan pulau yang berbeda-beda membuatnya kaya akan hidangan. Tipe lidah mereka memiliki selera yang berbeda sehingga tak memungkiri bahwa sebenarnya mulai dari bahan, bumbu hingga cara pengolahan juga berbeda-beda. Dari satu tempat ke tempat lain maka sangat diwajibkan bagi Anda untuk menjajal kuliner khasnya. Hanya saja tak memungkiri hawa terkadang orang memiliki keinginan tak hanya mencoba resep-resep tradisional saja, melainkan juga resep masakan modern. Ada berjajaran warung atau rumah makan yang sajikan menu tersebut bagi Anda, mungkin sekali dua kali harus menyesuaikan dengan lidah, namun semakin sering…

IjabKabul

21 Jun: Dua Puluh Satu Juni

Butiran embun menetes terburu-buru menggenapi tanah yang dari semalam sudah basah. Hanya sebentar sebelum kemilau asa dari ufuk timur datang untuk menghilangkan sisa-sisa hujan semalam, sedikit demi sedikit menghangatkan sejuta keinginan. Aku menatap bumi melalui kaca yang terbingkai dari dalam kotak besi yang bergerak perlahan, menegangkan.  Aku tidak bisa tidak tersenyum setiap kali mengingat kata bijak itu. Pagi adalah sebuah berkah yang indah, tak masalah ia datang dalam cerah atau mendung karena bagaimanapun pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut kehidupan. Pun dengan pagi ini, ketika aku akan memulai sebuah cerita panjang kehidupan. Pukul enam tiga puluh tepat. Di bawah pohon beringin besar yang terbaris rapi…

Taman-Lalu-Lintas

12 Jun: Taman Lalu Lintas

Banyak sekali hal-hal indah nan menyenangkan yang terkenang di kehidupan medio 90-an. Untuk anda yang kebetulan pada masa itu tumbuh besar di Bandung, pastilah Taman lalu lintas menjadi salah satu bagian dari memori yang menyenangkan tersebut. Ia mengajarkan banyak hal : ilmu, kedisiplinan, tata krama dan banyak lagi yang tentu saja dibalut dengan permainan yang asik. Seperti kebanyakan anak di masa itu, saya menjadikan Taman lalu lintas sebagai salah satu tempat favorit, tempat yang mana akan membuat saya memaksa parah orang tua untuk mengajak saya kesana. Seringkali orang tua dulu mengajarkan kita untuk bermain sambil belajar. Itulah yang saya alami setiap kali bermain disana….

Boys Left Girl

01 Jun: Berakhir di Angka Empat

“Hati boleh bodoh, otak jangan!!” Entah mengapa dalam beberapa minggu terakhir kalimat itu selalu berkelebat dan menari-nari dalam pikiranku. Berawal dari ketika aku membaca sebuah tulisan karya Christian Simamora yang kubaca berulang-ulang. Apa pasal?? Boleh jadi aku begitu terhanyut kedalam isi cerita tulisan itu, seperti aku berada didalamnya. Beberapa bagian dari isi cerita itu menjadi lekat dan begitu mengganggu pikiranku karena isi cerita itu begitu mirip atau aku bilang sama persis dengan apa yang sedang aku rasakan. Apa mungkin aku bodoh? Ah, masak iya? Apa nilai-nilai yang aku dapat semasa 17 tahun mengeyam bangku pendidikan kurang cukup membuktikan kecerdasanku yang melebihi…

ToyotaPlantTour

01 Jun: Meneladani Toyota

Sekarang ini di tempat saya bekerja saya tergabung dalam tim Project Improvement pada divisi Operation Strategy. Salah satu job description saya adalah menganalisis kinerja tim operasional, lalu memberikan usulan tindakan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan. Jujur, latar belakang pendidikan saya sangat bertolak belakang dengan apa yang baru saya kerjakan selama satu tahun terakhir ini. Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan saya dan juga untuk mendalami ilmu, setiap kali ada kesempatan pelatihan yang berkaitan dengan improvement dan juga development saya selalu berusaha menyempatkan hadir. Terlebih lagi jika semua biaya pelatihan ditanggung oleh perusahaan. Menariknya, dari beberapa pelatihan yang saya ikuti ada satu kesamaan mutlak yang selalu dibicarakan oleh…

Fiksi-di-Bontinero

27 May: Fiksi di Botinero

“Temui aku pukul 10 malam di Botinero”. Javier Zanetti membaca pesan yang terpampang di  layar  telfon genggam canggihnya lalu memerosotkan nya ke saku kiri mantel hitam yang panjang nya mendekati lutut. Angin malam berhembus cukup menusuk di pelataran Hotel Melia Milano ketika seorang pria bergaya necis berdiri di depan lobby dan tak lama kemudian sebuah taksi menghampiri nya. “Buonanotte, dove stai andando, signore?” sang supir membuka percakapan setelah pria itu masuk dan duduk di bangku belakang. “per favore mi navetta a questo indirizzo…” sang penumpang lantas menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan VIA S.Marco, 3, 20121 Milano. Taksi pun segera melaju menembus…