Sebagai pecinta sepakbola bukan sekali dua kita mengutuk tim yang kita dukung ketika menuai hasil negatif. Dalam sekali waktu, para pemain seringkali dikambing-hitamkan atas kegagalan sebuah kesebelasan meraih poin penuh. Salah? Tidak juga. Wajar saja jika menyalahkan pemain menjadi sebuah kelaziman karena bagaimanapun mereka itulah yang menjadi penentu arah permainan. Baik-buruknya sebuah hasil dalam pertandingan sepakbola sangat bergantung oleh kaki-kaki yang bermain di atas lapangan. Namun, semua skenario yang terjadi di lapangan sangat bergantung terhadap olah pikir orang lain yang boleh jadi dalam satu pertandingan sama sekali tidak pernah menendang bola, hanya berjalan memutar pada kotak yang sempit. Ya, dalam banyak…
Dalam kaidah kebahasaan cantik berarti elok, molek, atau tentang sesuatu yang indah dalam bentuk dan buatannya. Dalam narasi konservatif cantik seringkali dibatasi dan dikotakan kepada paparan bentuk muka saja. Padahal cantik tidak sesederhana itu. Tentang cantik berarti ia akan berbicara tentang banyak hal. Cantik adalah apapun tentang keindahan rupa dalam bentuk apapun penyajiannya. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kita mendefinisikan kecantikan dalam bentuk yang baku. Kita yang abai perihal kebakuan dari definisi cantik seolah mengharuskan kita membuat batasan-batasan diskriminatif atas cantik itu sendiri. Dan karenanya, cantik menjelma jadi rupa yang relatif. Yang terjadi kemudian adalah kita yang kerap kali berupaya…
Ketika kita mencari satu-dua artikel, tulisan, atau kisah dan cerita dalam bentuk lain tentang seorang ibu kita akan menemukan banyak sekali rujukan. Entah itu tentang pengorbanan ibu yang luar biasa besar ketika mengandung, menyusui, sampai merawat anaknya sedari kecil, atau tentang belai lembutnya yang menghangatkan, atau tentang cinta kasihnya yang tanpa batas, yang oleh apapun yang kita lakukan takkan pernah bisa terbalas. Tentu saja demikian, ibu diciptakan oleh Tuhan sebagai malaikat yang menemani tumbuh kembang kita selama di dunia, yang bahkan lewat kaki seorang ibu, Tuhan meridhakan surga-Nya untuk semua umat manusia. Bagaimana dengan ayah, papa, abi, babeh, bapak?? Bagaimanapun…
Bumi dan seisinya beberapa hari terakhir dibuat heboh luar biasa oleh sekumpulan monster yang imut nan menggemaskan. Bukan dalam bentuk nyata tentu saja, ia hadir dalam bentuk teknologi yang menggabungkan benda maya dua (atau tiga?) dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi yang diproyeksikan pada waktu nyata di perangkat genggam Anda. Apa namanya ? Ah iya, Augmented Reality. Niantic, Inc dan Nintendo bertanggung jawab terhadap banyak sekali manusia yang menjadi candu untuk memainkan permainan ini. Pokemon Go. Ini adalah salah satu permainan yang mengaduk-ngaduk kenangan para penggunanya. Terlebih untuk mereka yang sempat tumbuh besar bersama Pikachu dan kawan-kawan. Hei generasi 90, siapa diantara…
Seperti si kutubuku dengan koleksi bukunya, atau si musisi dengan peralatan musiknya. Sebagai penikmat olahraga, tentunya memiliki satu-dua peralatan penunjang olahraga adalah sebuah keharusan. Kuras pas rasanya jika hanya menghabiskan waktu untuk mencari dan membuat tetesan keringat atau berkumpul berkelompok melakukan kegiatan olahraga favorit saja. Katakanlah untuk para pecinta sepakbola ataupun pecinta basket, dengan memiliki jersey dari klub favorit akan menjadi kebanggaan dan kepuasaan tersendiri. Terlebih dewasa ini para pelaku bisnis di dunia olahraga sudah memperhatikan betul kebutuhan dan keinginan pasar. Dari model yang beraneka ragam, warna yang bervariasi sampai sentuhan teknologi yang membuat atribut-atribut dari dunia olahraga tidak terlalu…
Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja. Buruk ?? Tentu saja tidak, dengan memiliki mimpi terkadang manusia bisa menembus batasan-batasan diri yang –entah dari mana asalnya membuat si manusia berkemauan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan memiliki mimpi dan upaya untuk meraihnya manusia bisa menjadi seperti apa yang mereka maui, menjadi apa saja. Hanya saja, tidak semua manusia memiliki pemikiran dan kemauan sepositif itu. Beberapa dari mereka akan menjadi manusia sebaliknya. Naif, pesimis, pasrah akan keadaan dan malas untuk bermimpi apalagi sampai harus berjuang. Dari pemikiran…