Ada jenis rasa sakit yang sangat spesifik ketika kita menyadari bahwa kebahagiaan hari ini tidak akan diingat oleh orang di samping kita saat esok tiba. Melalui ulasan film One Day ini, kita akan membedah bagaimana sebuah ketulusan diuji dalam ruang sempit berdurasi dua puluh empat jam. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta, melainkan tentang pengorbanan sunyi seorang pria yang memilih untuk menjadi “tidak ada” demi menjaga dunia orang yang ia cintai tetap utuh. Kita akan diajak melihat bagaimana detail-detail kecil yang dianggap sampah oleh dunia justru menjadi bahasa kasih yang paling jujur. Sebuah refleksi getir bahwa yang paling menyakitkan bukanlah kegagalan untuk bersatu, melainkan keputusan untuk kembali menjadi asing saat kita sebenarnya punya kunci untuk menjadi segalanya. Bersiaplah untuk bertemu dengan jenis kesedihan yang laku, yang akan membuat Anda terdiam lama setelah layar menjadi gelap
Jika kamu melihat Endgame sebagai sebuah film tunggal. Film ini mungkin akan terasa biasa-biasa saja. Tapi sayangnya, Endgame adalah sebuah kesatuan film yang ‘dibuat’ selama sebelas tahun yang tak terpisahkan. Endgame adalah penutup yang mengesankan dari dua puluh satu perjalanan.
Kecuali Anda tinggal di dalam gua, atau terlalu khidmat dengan pilkada dan segala isu di dalamnya, atau terlalu banyak bermain…
Ketika kita mencari satu-dua artikel, tulisan, atau kisah dan cerita dalam bentuk lain tentang seorang ibu kita akan menemukan banyak…
Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja….
