Scroll to top

Blog

andhikamppp
Posted by andhikamppp
21 July 2019

Setelah Pembukaan Kedua

“Iya. Sudah pembukaan, Pak. Tapi baru pembukaan satu”. Perawat berusaha menjelaskan kondisi istri yang kini terbaring di ranjang instalasi gawat darurat. Beberapa menit yang lalu aku menerobos masuk pintu rumah sakit meminta pelayanan terbaik untuk istriku yang sejak sore tadi merasakan nyeri luar biasa di perutnya. Kami bersepakat, melalui panggilan telfon, sesampainya aku di rumah kami langsung pergi untuk melakukan kontrol lanjutan demi memastikan adik di dalam perut baik-baik saja. Dan itu yang kulakukan kemudian, bahkan ketika aku belum benar-benar sampai masuk ke dalam rumah.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
16 July 2019

Akhir (Separuh) Perjalanan

Aku menatap kosong ke tengah taman yang lenggang. Di sana, di tengah taman itu, terdapat sebuah bangku tempat kami biasa bercengkerama, dalam rentang waktu satu-dua tahun terakhir satu persatu bangku telah kehilangan pemiliknya. Gelas-gelas yang biasanya berputar jauh, kini kembali lebih cepat. Akumulasi asap yang terkepul sudah menjadi sedemikian bias. Aku tersenyum. Rasa-rasanya baru kemarin taman ini ramai dengan tawa penghidupan. Sekarang semuanya berbeda. Aku bangkit berdiri. Menengok ke arah sana sekali lagi. Giliranku kali ini.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
25 June 2019

Teman Baru

Sedikit nasihat: Jika nanti suatu saat kamu mulai menyadari ada yang sesuatu yang berbeda di hubungan yang sedang kamu jalani, segeralah bertindak. Cari tahu dan lakukan sesuatu. Jangan terlalu lama diam. Jangan biarkan sedikit perbedaan itu menjalar menjadi sebuah masalah besar yang kamu tidak tahu apa dan bagaimana sampai akhirya ia rusak sempurna dan hilang saat kamu belum benar-benar siap merasakan kehilangan. Jika itu terjadi kemudian terimalah sakit hati yang menyebalkan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 May 2019

Saya, Macet dan Terlambat

Di hampir setiap bulan Ramadhan, dari semenjak pertama kali saya bekerja, selalu ada perubahan jadwal jam kerja. Entah itu perubahan jam masuk  atau jam pulang yang lebih cepat. Dan tampaknya perubahan itu berlaku juga untuk banyak sekali perusahaan baik swasta maupun instansi pemerintahan. Pun dengan yang terjadi di Ramadhan tahun ini. Perubahan jam kerja terasa sedemikian nyata. Tandanya? Hari kedelapan belas di bulan Ramdhan tidak sekalipun saya telat. Dikurangi empat hari libur akhir pekan. Artinya empat belas hari berurutan saya tidak pernah telat barang sekali. Untuk saya pribadi ini sebuah pencapaian yang membanggakan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
16 April 2019

Setelah 17 April

Halo, teman! Bisa minta waktunya sebentar? Barangkali ini bisa menjadi alternatif bacaan untuk kamu yang setiap hari menghabiskan waktu untuk mencari informasi yang mungkin kamu gunakan sebagai senjata menjatuhkan lawan atau untuk menguatkan argumentasi kamu sehingga kamu tampak penuh wawasan dan menjadi arogan atau untuk kamu yang sekadar menganggap segala kebangsatan ini sebagai sebuah hiburan. Benar, tentang segala omong kosong yang kamu haturkan, tentang segala cerita yang kamu bagikan, tentang data yang kamu tunjukkan, tentang orang yang kamu harapkan akan menjadi pemimpinmu ke depan.

Namun, sebelum masuk ke masalah utama, izinkan saya mengawalinya dengan satu frasa yang menawan: PERSETAN KALIAN!

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
20 February 2019

Buang Buang Waktu

Sebetulnya menghabiskan dua pertiga waktu di luar rumah di hampir setiap harinya tidak pernah saya cita-citakan sebelumnya. Apalagi, bagian yang paling menyebalkan, hampir separuh dari dua pertiga waktu itu saya habiskan hanya untuk duduk manis di dalam bis sembari melihat matahari terbit ketika pergi dan untuk menemani matahari terbenam ketika saya pulang. Jika sedang dalam kondisi hati yang buruk, saya kerap menggerutu dengan keadaan yang sekarang ini tidak memberikan saya banyak pilihan. Yang sedikit membuat saya lega, di semua proses ini, dalam satu jalur yang sama banyak orang mengalami hal sama dan tampaknya tidak menganggap hal ini sebagai beban. Paling tidak sekarang ini saya tidak sendirian.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
6 February 2019

Bertemu Ikan

Beberapa waktu yang lalu saya terlibat diskusi yang menyenangkan dengan pengemudi ojek online yang saya tumpangi. ‘Sudah pernah ngajak anak ke sana, Mas?’ katanya merujuk ke salah satu wahana bermain dalam ruang yang kebetulan berada di gedung yang sama dengan tempat saya bekerja. ‘Belum, Mas’ saya menggeleng pelan, menjawab, meski saya tahu ia tidak bisa melihatnya. Kemudian, di perjalanan kurang dari sepuluh menit itu, ia menceritakan pengalamannya bermain di wahana tersebut, bersama anak-anaknya. Wajahnya tak terlihat, namun saya amat yakin ia bercerita dengan wajah yang berseri. Ada kebahagiaan yang tak terbayar dalam ceritanya. ‘Sesekali sampeyan harus ajak anaknya. Ikan di sana lucu-lucu’ tutupnya sesaat setelah saya mengembalikan helm yang saya pakai.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
11 January 2019

Yang Kedua

Matahari masih malu-malu dan sembunyi ketika seorang lelaki menjejakan kakinya di tanah ibukota untuk mengakhiri perjalanan seperempat harinya. Bersamanya pemburu waktu berlalu-lalang dengan nafas-nafas menderu. Tak ada sapa di antara mereka, bahkan ketika uap-uap panas dari air mendidih para penyaji kopi di tengah pasar yang bingar itu memanggil, mereka tak peduli belaka. Suara lantang kumandang azan dari sebuah langgar kecil tiga kali dua tak jauh dari sana menjadi pembeda. Seolah bersepakat, semua deru cepat nafas itu melambat bersatu dalam lantunan ayat yang khidmat. Si Lelaki kini berada dalam barisan, menunggu giliran air yang berkucuran. Seperti orang lain kebanyakan, dalam tunggunya, lelaki itu membuka beberapa pesan. Memilah mana yang harus dibaca dan mana yang harus diabaikan. Matanya tertuju pada satu pesan, dari wanita yang ia pernah bersumpah demi Tuhan untuk selalu menjaganya. Gilirannya datang dan kini ia enggan, orang tua berkacamata di belakangnya ia persilakan duluan. Pesan ini, terlalu penting untuk dilewatkan. Pesan yang seharga dengan seluruh kehidupan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
2 November 2018

Manusia Setengah Kampret

Di sosial media belakangan ini muncul istilah baru untuk membagi manusia ke dalam dua kelompok tertentu. Cebong dan Kampret. Saya tahu, meskipun sempat kebingungan di awal, mengapa istilah itu muncul. Dan tentu istilah dan panggilan tersebut bukanlah panggilan sayang. Mereka, yang pertama kali membuat istilah itu, mengamati perilaku kelompoknya yang berseberangan, membandingkannya dengan binatang, memilah mana yang buruk dan, tentu saja, yang bisa dijadikan objek cela. Saya tidak mau dan tidak pernah mau terlibat aktif di dua kelompok itu. Tapi, tiba-tiba kok ya saya tergelitik untuk menebak-nebak sendiri. Kalau melihat pola dan perilaku, saya ada di mana, sih?

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
20 September 2018

Main-Main(an)

Saya pernah terjebak beberapa kali di lingkaran setan bernama koleksi. Jika dihitung sudah ada beberapa jenis barang yang saya cari setengah mati, menghabiskan waktu dan materi, untuk kemudian membiarkan barang-barang itu tersimpan rapi dalam lemari. Paling tidak, ada sepatu futsal, sepatu main, buku dan jersey sepakbola yang sedang dan pernah singgah dalam album koleksi. Nama yang disebutkan terakhir adalah yang paling merepotkan, yang dalam prosesny paling menyita waktu, tenaga dan uang. Pernah saya jaga dengan segenap cinta menjadikan saya serupa inang. Kini, setelah beberapa tahun, mereka itu sedang saya coba lepaskan pelan-pelan satu demi satu. Demi nama baru di album koleksi: Mainan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
3 August 2018

Anak & Telepon Genggam

Telepon genggam bagaikan dua sisi mata pisau yang memiliki sifat berlawanan. Di satu sisi, ia memberikan banyak sekali kemudahan untuk penggunananya. Banyak hal yang dulu harus dilakukan melalui berbagai medium, sekarang bisa diwakili oleh satu perangkat saja. Di sisi lain, ia juga hadir sebagai medium yang adiktif, memberikan efek ketergantungan yang luar biasa, menyita hampir dari separuh waktu umat manusia. Negatifnya, hampir semua dari kita, seringkali lebih memilih asik dengan telepon genggam ketimbang dengan kehidupan sosial di sekitar sehingga melahirkan sebuah frasa baru: ‘generasi menunduk’.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
25 June 2018

Maaf

Hari pertama setelah libur cukup panjang. Aromanya masih terasa. Malas untuk beraktivitas di luar rumah. Satu minggu terakhir, di jam yang sama, aktivitas rutin yang saya lakukan adalah bermain tonjok-tonjokan dengan Si Jagoan. Membiarkan seluruh badan saya ditonjok pelan untuk kemudian saya balas dengan gelitikan. Sesekali kami bermain ke luar, mengunjungi destinasi kesukaannya, taman hiburan, kebun binatang dan semacamnya. Merelakan diri untuk dimonopoli waktu olehnya, sesukanya. Yang sama berikutnya, selama liburan saya (hampir) menutup diri dari dunia maya, Seperti biasanya. Yang berbeda, kali ini lebih banyak pesan masuk yang saya abaikan. Jauh lebih banyak.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
12 June 2018

Membagi Fokus

Hari ini, jika melihat tanggalan yang tertera pada setiap tulisan, tepat dua bulan saya tidak menerbitkan tulisan baru. Berdasarkan riwayat arsip, terakhir tulisan diterbitkan di tanggal 13 April. Dan jika tidak salah ingat, tulisan yang terbit di tanggal tersebut adalah tulisan yang sudah saya tulis jauh hari sebelumnya. Disimpan sebagai draf, kemudian saya terbitkan. Artinya, sudah lebih dari dua bulan saya tidak menulis apa-apa untuk blog ini. Sebagai seorang penulis digital yang banyak mimpi dan omong kosong hal ini tentu jauh dari menyenangkan.

Malas? Mungkin.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
13 April 2018

Panggilan Video

“Permisi!”

Malam yang teduh. Bintang entah disembunyikan oleh siapa. Awan atau gelap. Tidak jelas. Menyisakan langit di atas sendirian. Bulan yang pemalas juga belum datang. Tanpa lampu, sulit untuk menebak suara siapa yang muncul tiba-tiba dari luar pagar.

Aku bangkit dari dudukku di teras rumah. “Sebentar, ya, ada tamu,” sahutku ke anak kecil di dalam layar telepon genggam.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
3 April 2018

Aroma Karsa & Saya yang Dibuat Kerdil

Saya memang menyukai dunia baca. Tak terlalu lama semenjak saya mampu mengeja alfa beta. Namun, ketika itu, yang saya baca adalah cerita bergambar. Selain buku cetak pelajaran di sekolah, saya merasa tak sudi untuk berlama-lama menyelam di barisan kata yang panjang. Dewi Lestari, bersama karya-karyanya mengubah itu semua. Akar, bagian kedua dari Supernova, adalah barisan kata panjang pertama yang saya baca utuh. Tanpa Jeda. Dan saya jatuh cinta. Dengan semua yang ada di dalamnya, saya begitu tergila-gila. Imajinasi saya meliar. Dan saya berada dalam sensasi yang luar biasa. Sensasi yang tidak pernah saya dapatkan ketika saya membaca cerita yang disempitkan oleh gambar. Maaf, Son Goku. Saya memiliki idola lain dalam sosok Bodhi.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
20 February 2018

Tulisanmu Jelek

Saya yang arogan sudah amat sangat terbiasa menerima pujian ketika ada seseorang yang datang berkunjung membaca tulisan saya. “Tulisannya bagus. Ceritanya mengalir”, “Kok bisa sih nulis kaya gini. Ingin bisa!”, “Baru mampir sudah suka sama tulisannya”, adalah beberapa contoh ‘pujian’ yang biasa saya dapatkan. Ya, meskipun yang terakhir disebutkan adalah sebuah draf busuk yang mungkin juga ada di blog-blog kamu semua. Yang lain sisanya? Ya, banyak. Bahkan saya cenderung bosan dengan puja-puji yang datang di hampir setiap tulisan yang saya buat. Tidak usah kamu bayangkan, berat, biar saya saya. Tapi jika mau, kamu harus menjadi saya untuk merasakannya. Ya, menjadi searogan saya.

Read More