Scroll to top
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 July 2021

OPPO Reno6: Menangkap Emosi Lewat Kamera

“Nuju naon, Kang?” aku sedang berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di daerahku ketika aku melihat sesosok pemuda gempal yang sedang asyik di atas kursi plastik sambil menatap layer ponsel di depan etalase tokonya. Di atas etalase, kopi panas masih mengepul, rokok kretek tersempil di tengah-tengah jemarinya. “Eh, ngarereuwas wae euy. Kabiasaan. Ieu, keur nonton.” Ia menunjukkan layar ponselnya. Di layar terlihat sebuah aplikasi video yang sedang memutar film -yang kutebak ia dapat dari unduhan situs film bajakan.  Sebuah film yang kuhafal betul isinya. Inside Out, nama film itu. “Anteng kitu, euy!” aku menggodanya. Yang digoda membalasnya dengan kekehan ringan yang menyebalkan. “Enya, euy, rame. Kapikiran waenya orang barat mah nyieun film jiga kieu. Geus nonton?”. Ia balik bertanya yang kujawab dengan sebuah anggukan.

Tentu saja aku tahu. Film yang kutonton berulang kali. Film yang mengejawantahkan emosi manusia ke dalam beberapa bentuk yang berbeda. Yang masing-masingnya akan bereaksi hebat tergantung pada kondisi dan keadaan manusia itu. Aku mengamini pernyataannya tadi. Para pelaku film di luar sana memang luar biasa. Memahami melalui visual bagaimana emosi manusia itu bekerja tentu menjadi pengalaman yang luar biasa.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
31 August 2018

Huawei Nova 3i: Hasil Sebuah Pertimbangan

Untuk urusan gadget dan telepon genggam, saya pernah berada di fase hedon di mana saya merasa perlu untuk berganti perangkat dalam setiap hitungan bulan hanya demi menjaga predikat kekinian. Harga? Urusan belakangan. Saat bujang, saya koaya roaya. Jika pun saat itu saya kehabisan uang, saya tidak terlalu peduli. Tidak banyak yang harus saya pikirkan. Namun, setelah menikah, terlebih setelah memiliki anak, banyak sekali hal yang saya pertimbangkan jika harus mengganti telepon genggam. Di usia pernikahan yang menginjak usia 4. Baru dua kali saya berganti perangkat. Yang terakhir, baru saya dapatkan dua minggu yang lalu.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
3 August 2017

Sebelum Nonton

Saya pernah menuliskan sebelumnya tentang beberapa hal yang acap kali membuat saya tidak bisa menulis. Beberapa diantaranya adalah tentang sesuatu hal yang saya sukai dan atau sesuatu yang saya prioritaskan. Meski akhirnya sama, membuat ide-ide yang ada di kepala tertunda untuk saya tuangkan ke dalam tulisan. Atau malah, yang lebih parah, tidak pernah ditulis sama sekali. Namun pada tulisan tersebut ada satu hal lain yang lupa saya sebutkan: menonton film. Ia memberikan pengaruh yang sama besarnya terhadap kemungkinan saya untuk tidak menulis.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
9 May 2017

13 Reasons Why

Kecuali Anda tinggal di dalam gua, atau terlalu khidmat dengan pilkada dan segala isu di dalamnya, atau terlalu banyak bermain di Path, alih alih twitter, untuk memamerkan segala kemewahan yang Anda miliki, atau lebih senang dimanjakan dengan sinema elektronik dalam negeri sehingga Anda tidak memedulikan tontonan yang lain. Anda pasti pernah melihat, atau setidaknya mendengar, tentang sebuah serial televisi dari negeri seberang yang diangkat dari buku laris karya Jay Asher dengan judul yang sama: 13 Reasons Why.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
14 January 2017

Agama Apa Yang Pantas Bagi Pohon-pohon?

Jika ada satu hal yang harus saya syukuri atas apapun yang telah saya lakukan di hari pergantian tahun kemarin adalah : saya memutuskan untuk memulai tahun ini dengan membaca ‘Agama apa yang pantas bagi pohon-pohon?’ buah tangan Eko Triono. Sungguh karya yang begitu memesona. Sebelum Anda memutuskan untuk membacanya, sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu bagian belakang cetak buku. Ada sebuah pesan yang mengatakan bahwa “Eko Triono tidak membiarkan pembacanya tenang, Ia bersengaja meninggalkan kegelisahan melalui tulisannya. Kisah-kisah dalam buku ini sebaiknya dinikmati secara utuh. Lalu tak apa jika kemudian kamu melamun”. Sebuah pesan yang tidak bisa diabaikan. Dan bersama buku ini, saya menemukan lamunan yang menyenangkan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 July 2016

Sabtu Bersama Bapak

Ketika kita mencari satu-dua artikel, tulisan, atau kisah dan cerita dalam bentuk lain tentang seorang ibu kita akan menemukan banyak sekali rujukan. Entah itu tentang pengorbanan ibu yang luar biasa besar ketika mengandung, menyusui, sampai merawat anaknya sedari kecil, atau tentang belai lembutnya yang menghangatkan, atau tentang cinta kasihnya yang tanpa batas, yang oleh apapun yang kita lakukan takkan pernah bisa terbalas. Tentu saja demikian, ibu diciptakan oleh Tuhan sebagai malaikat yang menemani tumbuh kembang kita selama di dunia, yang bahkan lewat kaki seorang ibu, Tuhan meridhakan surga-Nya untuk semua umat manusia.

Bagaimana dengan ayah, papa, abi, babeh, bapak?? Bagaimanapun bapak adalah manusia yang memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang manusia. Selain mengandung dan menyusui, saya pikir dalam bentuk yang lain bapak memiliki peran yang sama besarnya dengan ibu. Tak terbalaskan. Tentang cerita, tentu saja akan selalu ada ada cerita untuk bapak. Meskipun ya, tidak akan pernah bisa sebanyak cerita tentang ibu. Oleh karenanya, dengan sedikitnya pilihan cerita, setiap kali ada cerita tentang bapak, ia akan selalu meninggalkan kesan yang dalam untuk saya. Dan ‘Sabtu bersama bapak’ adalah salah satu diantaranya.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
1 July 2016

Siapapun Bisa Menjadi Apapun

Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja. Buruk ?? Tentu saja tidak, dengan memiliki mimpi terkadang manusia bisa menembus batasan-batasan diri yang –entah dari mana asalnya membuat si manusia berkemauan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan memiliki mimpi dan upaya untuk meraihnya manusia bisa menjadi seperti apa yang mereka maui, menjadi apa saja. Hanya saja, tidak semua manusia memiliki pemikiran dan kemauan sepositif itu. Beberapa dari mereka akan menjadi manusia sebaliknya. Naif, pesimis, pasrah akan keadaan dan malas untuk bermimpi apalagi sampai harus berjuang. Dari pemikiran negatif seperti itu akan muncul konflik baru yang lebih rumit dalam kehidupan manusia. Menghalalkan segala cara misalnya, atau penindasan? atau apapunlah.

Membingungkan?? Ubah kata 'manusia' di atas dengan 'hewan', maka anda akan menemukan sebuah gambaran kasar tentang Zootopia. Sebuah film yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan : cita-cita, semangat juang dan prasangka.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 February 2016

Si Pencinta Bis

Kawan, hentikan sejenak segala aktivitasmu. Simpan sebentar pena, buku catatan dan perangkat genggam yang sedang kau pegang sekarang. Tenang saja tidak akan lama dan bila kau mudah bosan silakan ambil secangkir kopi panas untuk menemani beberapa belas menit kedepan atau segelas susu?? Terserahlah, tergantung selera kau. Karena sekarang ini aku sedang ingin menceritakan sebuah kisah dari jauh di negeri sana, dari tempat yang tenang nan menyenangkan.

Ini tentang aku dari sudut sempit Bojonegoro ditemani dengan satu dua hisapan tembakau virginia, kualitas terbaik yang pernah ada. Jika diperbolehkan, aku ingin bertanya. Kapan terakhir kali kau bermain mendekati sungai ?? Bukankah membosankan sekali jika setiap harinya terus-terusan menghabiskan nafas di tengah polusi kota, berdesak-desakan bersama ratusan makhluk sosial yang bergegas ke tempat kerja lalu pulang terlambat jauh setelah matahari terbenam ?? Dan kawan, berita buruknya adalah, ini tentang aku yang untuk kau bayangkan sedang berjalan  menyusuri sungai Bengawan Solo.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
30 October 2015

Mengubah Penampilan

Jika berbicara tentang fashion atau gaya berpakaian atau apapunlah itu tentang penampilan, semua akan dikembalikan kepada selera masing-masing si pembicara atau si pendengar. Mungkin bagi sebagian orang gaya casual menjadi pilihan terbaik untuk diaplikasikan ke dalam gaya hidupnya sehari-hari, sebagian lagi memilih untuk lebih cuek dan tidak masalah jika keseharian-nya ditemani dengan padu padan pakaian yang sporty, atau contoh lainnya yang bisa anda cari sendiri di kehidupan sekitar anda.

Itu kita baru berbicara tentang selera. Pada kenyataannya, dalam banyak kasus di kehidupan sehari-hari prinsip atau ego setiap manusia pun bisa mempengaruhi bagaimana manusia itu berpakaian. Katakanlah para pemuka agama yang sering kita lihat berpakaian seperti yang diajarkan pada kitab suci yang diyakininya, atau para penjilat partai politik yang berpakaian dengan banyak jenis tapi disatu warnakan sesuai dengan kepada partai mana mereka mencari muka, atau para supporter fanatik klub sepakbola yang akan dengan senang hati untuk terus-terusan menggunakan pakaian yang bertemakan klub yang mereka dukung. Jika agama, partai politik atau klub sepakbola adalah sebuah simbol, maka pakaian yang dikenakan adalah cara paling mudah untuk menunjukan kepada semesta simbol apa yang melekat di dalam hidup seorang manusia.

Apapun alasannya, selera atau prinsip atau yang lainnya, setiap manusia tidak bisa memaksakan gaya berpakaian kepada manusia lainnya. Kecuali, terikat dalam sebuah aturan atau kepada mereka yang tidak punya pendirian.

Read More