review - Page 2

Siapapun Bisa Menjadi Apapun

5

Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja. Buruk ?? Tentu saja tidak, dengan memiliki mimpi terkadang manusia bisa menembus batasan-batasan diri yang –entah dari mana asalnya membuat si manusia berkemauan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan memiliki mimpi dan upaya untuk meraihnya manusia bisa menjadi seperti apa yang mereka maui, menjadi apa saja. Hanya saja, tidak semua manusia memiliki pemikiran dan kemauan sepositif itu. Beberapa dari mereka akan menjadi manusia sebaliknya. Naif, pesimis, pasrah akan keadaan dan malas untuk bermimpi apalagi sampai harus berjuang. Dari pemikiran negatif seperti itu akan muncul konflik baru yang lebih rumit dalam kehidupan manusia. Menghalalkan segala cara misalnya, atau penindasan? atau apapunlah.

Membingungkan?? Ubah kata ‘manusia’ di atas dengan ‘hewan’, maka anda akan menemukan sebuah gambaran kasar tentang Zootopia. Sebuah film yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan : cita-cita, semangat juang dan prasangka.

Lanjutkan Membaca …

Si Pencinta Bis

15

Kawan, hentikan sejenak segala aktivitasmu. Simpan sebentar pena, buku catatan dan perangkat genggam yang sedang kau pegang sekarang. Tenang saja tidak akan lama dan bila kau mudah bosan silakan ambil secangkir kopi panas untuk menemani beberapa belas menit kedepan atau segelas susu?? Terserahlah, tergantung selera kau. Karena sekarang ini aku sedang ingin menceritakan sebuah kisah dari jauh di negeri sana, dari tempat yang tenang nan menyenangkan.

Ini tentang aku dari sudut sempit Bojonegoro ditemani dengan satu dua hisapan tembakau virginia, kualitas terbaik yang pernah ada. Jika diperbolehkan, aku ingin bertanya. Kapan terakhir kali kau bermain mendekati sungai ?? Bukankah membosankan sekali jika setiap harinya terus-terusan menghabiskan nafas di tengah polusi kota, berdesak-desakan bersama ratusan makhluk sosial yang bergegas ke tempat kerja lalu pulang terlambat jauh setelah matahari terbenam ?? Dan kawan, berita buruknya adalah, ini tentang aku yang untuk kau bayangkan sedang berjalan  menyusuri sungai Bengawan Solo. Lanjutkan Membaca …

Mengubah Penampilan

3

Jika berbicara tentang fashion atau gaya berpakaian atau apapunlah itu tentang penampilan, semua akan dikembalikan kepada selera masing-masing si pembicara atau si pendengar. Mungkin bagi sebagian orang gaya casual menjadi pilihan terbaik untuk diaplikasikan ke dalam gaya hidupnya sehari-hari, sebagian lagi memilih untuk lebih cuek dan tidak masalah jika keseharian-nya ditemani dengan padu padan pakaian yang sporty, atau contoh lainnya yang bisa anda cari sendiri di kehidupan sekitar anda.

Itu kita baru berbicara tentang selera. Pada kenyataannya, dalam banyak kasus di kehidupan sehari-hari prinsip atau ego setiap manusia pun bisa mempengaruhi bagaimana manusia itu berpakaian. Katakanlah para pemuka agama yang sering kita lihat berpakaian seperti yang diajarkan pada kitab suci yang diyakininya, atau para penjilat partai politik yang berpakaian dengan banyak jenis tapi disatu warnakan sesuai dengan kepada partai mana mereka mencari muka, atau para supporter fanatik klub sepakbola yang akan dengan senang hati untuk terus-terusan menggunakan pakaian yang bertemakan klub yang mereka dukung. Jika agama, partai politik atau klub sepakbola adalah sebuah simbol, maka pakaian yang dikenakan adalah cara paling mudah untuk menunjukan kepada semesta simbol apa yang melekat di dalam hidup seorang manusia.

Apapun alasannya, selera atau prinsip atau yang lainnya, setiap manusia tidak bisa memaksakan gaya berpakaian kepada manusia lainnya. Kecuali, terikat dalam sebuah aturan atau kepada mereka yang tidak punya pendirian.

Lanjutkan Membaca …