Saya dan segala yang terjadi pada saya sudah merasa kewalahan. Saya mungkin sudah tidak bisa lagi terlalu banyak membagi pikiran. Saya rasanya sulit untuk bisa terus memberi ide dan masukan brilian.
Saya percaya masih banyak jagoan-jagoan yang akan membuat Warung Blogger tetap jalan.
Dan, iya. Saya sudah akan pamit dan undur diri.
Beberapa waktu yang lalu, di twitter, saya mengunggah tangkapan layar dari sebuah situs penyedia jasa kerja yang salah satunya adalah jasa menulis lepas. Beberapa orang teman yang memiliki minat sama dalam menulis memberikan respon untuk tangkapan layar yang saya unggah tersebut. Responnya mayoritas negatif. Saya menebak, mereka boleh jadi mengerenyitkan dahi ketika melihatnya. “Ini apa!?” Mungkin itu yang ada di benak mereka. Tambahkan tanda seru dan tanda tanya sekaligus jika diperlukan. Seratus biji. Bagaimana tidak, tangkapan layar itu menunjukan sebuah lowongan pekerjaan tulis lepas yang berisi persyaratan luar biasa njlimet dengan bayaran yang memprihatinkan. Rp 170.000 untuk 10 artikel. Sekali…
Bapak Anies, Bang Sandi saya tahu ini baru beberapa hari semenjak Anda berdua menjabat. Dan tentu saja belum gajian, yang berarti, kalau paket data Anda berdua habis, masih harus menunggu sampai akhir bulan sampai paket data itu kembali diperpanjang. Tapi setelah beberapa hari kerja, Anda berdua sudah tahu, lah ya, password wifi di balai kota. Atau paling enggak, sekarang sudah tidak terlalu malu, kan, kalau harus ikut tethering dari senior-senior di balai kota? Nah, jikalau begitu, setelah mendapatkan wifi tebengan tentu Anda dapat membaca tulisan ini, tulisan yang saya buat akibat ulah salah satu pemuja Anda berdua yang menghalalkan segala cara…
Apa yang terjadi pada linimasa media sosial milik kita amat sangat dipengaruhi oleh lingkaran sosial tempat kita bernaung. Saya, sebagai contoh, pernah memiliki siklus linimasa yang melulu tentang sepak bola ketika saya masih aktif di sebuah komunitas pecinta salah satu klub sepak bola. Membosankan? Boleh jadi. Hampir di setiap waktu, tujuh hari dalam seminggu, apa yang berputar di dalam media sosial hanya lah tentang sepak bola. Dari mulai berita, hasil pertandingan, lelucon, atau apa pun selama bersinggungan dengan klub sepak bola tersebut. Saya lelah, tentu saja, oleh karenanya saya merasa harus mengubah atau setidaknya menambah hal-hal baru di dalam lingkaran…