Scroll to top

Fans

Muhammad Wanda Syafii
Posted by Muhammad Wanda Syafii
25 October 2016

Kapten Pendosa

Beberapa tahun lalu, Claudio Lotito, presiden klub Italia, Lazio mengecam Ultras Lazio dan melarang fans garis keras tersebut hadir di setiap pertandingan kandang mereka. Beberapa tahun lalu pula, fans klub Serie A lainnya, Genoa, menghukum para pemainnya dengan memaksa para pemain menanggalkan jersey klub kesayangan mereka. Fans menganggap jika para pemain tidak pantas mengenakan jersey kebanggaan kota Genoa tersebut yang tengah terpuruk di klasemen. Bersitegang dengan fans memang menjadi hal yang lumrah di Italia. Tetapi, ketegangan yang disebabkan Mauro Icardi, striker Inter Milan, dengan para Interisti tentu dua, atau tiga tingkat diatas 2 permasalahan yang saya jabarkan di atas.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
9 March 2016

Happy Birthday Inter

Kala itu saya pernah, pada berbagai kesempatan, memperkenalkan diri sebagai seorang pendukung dari salah satu klub sepakbola yang ada di Italia. Sejati ?? Entahlah rasa-rasanya tak perlu sejauh itu jika tujuannya hanya untuk berkonfrotasi dengan khalayak ramai, lawan atau kawan. Kala itu pula saya menjadi salah satu yang paling marah ketika klub itu dikutuk atau dihina dengan semena-mena oleh  pendukung klub lawan untuk berbagai alasan. Dan juga saya termasuk dari bagian yang menjadi rusak mood-nya ketika klub itu sedang kalah dan menjadi yang paling berbahagia ketika sedang bermain cantik lalu menang.

Kala itu saya termasuk yang tak sudi untuk kehilangan satu pertandingan pun klub itu bermain. Tengah malam, hujan lebat, sakit sedang, jarak jauh belasan atau puluhan kilometer, itu persoalan kecil belakangan lah bisa kita pikirkan. Tapi demi bisa senantiasa duduk manis di depan layar untuk menonton klub itu bertanding, saya akan lakukan apapun persoalannya. Pertandingan persahabatan yang tak mempertaruhkan apa-apa saja saya sanggupi apalagi jika dihadapkan pada pertandingan besar penuh gengsi. Kerja ?? Cuti sajalah, masih ada besok lusa.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
31 January 2015

Untuk Zanetti Dan Mantan Klubnya

Selamat siang (atau pagi atau malam terserah kapanpun kau membacanya). Terakhir kali aku membuat tulisan tentang kamu adalah ketika aku membalas surat terbuka yang kau tulis untuk kami, fans di seluruh dunia. Dan kau tidak membalasnya, entahlah apa sempat kau membaca balasan surat yang aku tempo hari.

Maka sekarang izinkan aku menulisimu surat (lagi) , oh iya, masih sama seperti kemarin, aku menulis surat ini dalam rangka tantangan yang sedang ramai di linimasa, tentang bagaimana mengeksplorasi kemampuan kita dalam menulis surat cinta selama konsisten, satu bulan penuh, 30 hari tanpa jeda. Untuk siapa surat itu dikirim, itu terserah kami yang menulis, jika hari kemarin aku menulis surat cinta untuk istriku dirumah, maka kali ini aku berniat untuk menulisi surat untuk klub sepakbola yang (dulu) benar benar sangat kucinta. Ah, karena kupikir klub sepakbola itu sebuah benda, dan buta, mana mungkin juga bisa baca, jadi, yasudah aku tulis surat kali ini untukmu, rasa-rasanya sama saja.

Jadi, mari kita mulai, kapten.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
3 December 2014

Sepakbola Dari Ujung Teras

Senja di penghujung November, adalah rutinitas kami duduk di teras menghabiskan waktu dengan secangkir kopi untukku, dan segelas susu atau teh manis untuk dia – tentu saja, anak sekecil itu belum aku izinkan untuk terkontaminasi kafein kopi. Tak lama ibunya datang menyuguhkan pisang goreng kesukaan Daffa, nama anak itu, lengkap sudah amunisi kami untuk membunuh waktu, setidaknya sampai matahari benar benar tenggelam nanti. “Ini obrolan lelaki, Bunda” Daffa dengan sopan tapi tegas menolak permintaan ibunya untuk ikut bergabung.

“Kali ini tentang apa, nak??” aku mengeluarkan kalimat pembuka, yang selalu sama setiap Minggunya, rasa-rasanya anak ini memiliki banyak pertanyaan berbeda tiap minggunya, pernah Daffa menanyakan dampak kenaikan BBM yang dinaikan pemerintah beberapa waktu lalu, lain waktu tentang penyebab pemanasan global, cara membuat film kartun, mukzizat para Nabi, sejarah demokrasi, rasi bintang, zodiak, dan aku sampai terkejut saat Daffa bertanya “Ayah, Sasha Grey itu siapa??”. Aku terkejut karena dua hal : 1. Dengan siapa dia bergaul 2. Jangan jangan folder komputer lupa aku sembunyikan.

“Piala Dunia Ayah, di sekolah sedang ramai membicarakan itu” kalimat Daffa membuyarkan lamunanku tentang kemungkinan pertanyaan aneh lainnya. “Hahaha Ayah pikir tentang apa, lihat tadi kau bahkan mengusir ibu masuk” Aku tertawa lega topik kali ini tidak terlalu sulit nampaknya. Aku lancar menjelaskan tentang sejarah Piala Dunia, dimana pertama kali diselenggarakan, siapa juaranya, tim yang paling banyak meraih gelar juara, Daffa mantap mendengarkan sesekali dia mencatat agar tidak lupa. “Diego Si-me- ... , siapa Ayah ??” Daffa kesulitan mengucapkan nama pemain tengah timnas Argentina di era 90-an akhir. “Diego Simeone nak, kau tahu David Beckham ?? Pelatih Inggris saat ini , 23 tahun yang lalu, di Piala Dunia Perancis gara gara provokasi Simeone itulah Beckham mendapat kartu merah, kau tahu ?? itu pertandingan sepakbola pertama yang Ayah tonton, nak” anak kecil itu menulis SIMEONE di kertas yang ia pegang. “Sejak pertama Ayah menonton sepakbola, sampai sekarang Inggris yang mereka sebut Tanah Kelahiran Sepakbola belum lagi menjadi Juara, rasa rasanya di Qatar tahun depan pun mereka tak mampu berbuat banyak, nah, kau mau bertaruh nak siapa juara Piala Dunia di Qatar tahun depan??” Daffa menggelengkan kepalanya, enggan.

“Kenapa Indonesia tak pernah ikut Piala Dunia, yah??”

Ada jeda beberapa saat setelah pertanyaan itu, aku gunakan beberapa detik waktu untuk meminum kopi yang mulai dingin, aku membutuhkan waktu beberapa detik lagi untuk bisa menjawab pertanyaan itu.

“Negeri ini tak mengizinkan kita untuk bermimpi, nak”

Ada jeda waktu yang lebih panjang untuk kami diam, wajah Daffa yang tampak bingung dengan jawabanku tadi menghiasi teras rumah kami, di sabtu senja di penghujung November.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
18 November 2014

Ada Apa Dengan Inter ??

"Karena semua orang bisa mulai dari awal"

Saat anda membaca tulisan ini, tentu saja anda sudah hidup sedari beberapa tahun yang lalu, Jika melihat siklus dari analisis IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) tentang kemampuan manusia untuk fasih dalam membaca, setidaknya saat ini usia anda 5-7 tahun, atau jika anda sedang berada dalam siklus kedua dimana anda berproses dalam mengingat dan merekam apa yang telah anda baca dan atau anda lakukan, setidaknya anda saat ini berusia antara 10-14 tahun. Atau sekarang anda berusia di antara 17-20 tahun -atau mungkin lebih- jika saat ini anda berproses dalam mereka ulang -dalam bentuk fantasi- semua yang telah anda baca, anda lakukan dan hal hal-lain yang anda simpan dalam bentuk kenangan.

Siklus pertama adalah siklus pembelajaran, siklus kedua adalah siklus adaptasi, dan siklus ketiga adalah proses aplikasi. Saat kita sudah masuk kedalam proses aplikasi kita akan cenderung lebih melibatkan emosi dalam tiap bahasan tentang kenangan. Silahkan untuk mencoba mereview kisah hidup pada manusia di siklus ketiga, setiap satu kata bahasan yang melibatkan apa yang anda baca, apa yang anda lihat dan apa yang anda lakukan di masa lalu akan mentranfsormasi jutaan sel di dalam tubuh menjadi emosi kompleks. Senang, sedih, haru, marah itu urusan belakangan tergantung apa yang dibahas. Dan jika hasil transformasi kenangan itu membawa kita ke dalam emosi yang indah, kita pasti akan betah berlama-lama diam didikte kenangan, kemudian berfantasi untuk mereka ulang kenangan indah itu.

Adalah LINE sebuah provider layanan pesan singkat asal korea selatan yang dengan jenius memanfaatkan “kelemahan”manusia di siklus ketiga tadi lewat miniklip ADA APA DENGAN CINTA?? yang dirilis beberapa waktu lalu. Bagi anda yang membaca tulisan ini dan berada di rentang usia 17-20 tahun atau lebih tidak mungkin tidak mengenal Cinta dan Rangga di film ADA APA DENGAN CINTA?? (AADC) yang muncul di bioskop 12 tahun silam. LINE memaksa kita kembali ke waktu disaat AADC “meledak” , plot film tentu tak akan berubah maka dengan jahatnya –dan tujuan promosinya- LINE mendesain ulang cerita untuk mendorong jatuh manusia di siklus ketiga tadi untuk jatuh lebih dalam ke dinamika waktu 12 tahun terakhir. Hasilnya ?? Indonesia tak akan seheboh kemarin jika LINE membuat miniklip HANTU DUDA  PERAWAN.

Buruknya kualitas tontonan saat ini -yang satu tema dengan AADC- membuat kehadiran miniklip ADA APA DENGAN CINTA?? versi LINE semakin klimaks, para manusia di siklus ketiga mengalami orgasme massal.

Di belahan bumi lainnya, setengah globe ke barat dari Indonesia, di Milan, Italia, FC Internazionale -untuk pasar yang lebih sempit- mencoba taktik pemasaran LINE dengan membawa kenangan lain bernama Roberto Mancini.

Read More
raysistance
Posted by raysistance
7 July 2014

Metode Catur Dalam Sepakbola

Bak langit dan bumi, begitulah kiasan yang tepat jika catur dan sepak bola dianalogikan. Dibutuhkan tenaga ekstra kuat untuk memainkan sepak bola, dibanding catur yang jauh lebih sederhana dan tidak terlalu membutuhkan tenaga ekstra layaknya sepak bola. Dari segi popularitas pun sangat timpang. Jelas, sepak bola menang telak dari catur –bahkan popularitas sepak bola mengalahkan popularitas eksistensi Agama.

Catur memang tidak serumit dan semegah sepak bola. Bermain catur hanya membutuhkan papan 64 kotak hitam dan putih, dan 16 buah catur. Bandingkan dengan sepak bola yang membutuhkan lapang kosong untuk memainkannya. Walaupun perbedaan sepak bola dan catur sangat kontras, tetapi kedua olahraga ini memiliki tujuan yang sama, yaitu merangkai strategi untuk mengalahkan lawan.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
20 May 2014

Re : Surat Terbuka Javier Zanetti Untuk Interisti

"Kami akan menunggu pertandingan yang tak akan pernah usai, yang akan kau mulai"

Hallo Kapten, aku baru saja selesai membaca surat darimu. Di awal surat kau menulis “Untuk Pendukung Inter dan pecinta Olahraga di seluruh dunia” . Ah , aku termasuk di dalam itu tadi kapten, jadi, bolehkan aku membalas surat ini padamu ?? Juga untuk mewakili mereka yang tidak sempat membalas suratmu, atau mungkin terlalu sibuk untuk membacanya.

Tahukah kau kapten, tak pernah aku niatkan sebelumnya, untuk menjadi pendukungmu, atau mendukung Inter (klub yang tak bosan kau bela 19 tahun terakhir). Aku bersumpah kapten, aku tidak sengaja menjadi bagian dari pendukungmu. Aku ingat saat itu, sebelum berangkat sekolah sembari memakan beberapa lembar roti,  aku melihat cuplikan pertandingan antara Inter vs Lazio di final piala UEFA (saat itu aku terlalu muda untuk menonton pertandingan tengah malam- dan sejujurnya saat itu, aku tak tahu apa itu Piala UEFA). Tak mungkin kau lupa, kau mencetak 1 gol dipertandingan itu, dan selebrasi gol mu itu kapten yang menarik perhatianku, seorang “anak muda” meluapkan kegembiraannya dengan berlari sembarang sambil mengangkat setengah jerseymu (yang aku lihat belakangan itu menjadi selebrasi khas mu, tiap kau sempat mencetak gol, bukan begitu kapten??). Hei kapten, aku berani bertaruh, bahkan kau pun pasti tidak menyangka tendanganmu tadi akan menghasilkan gol, ayolah itu bukan kebiasaanmu kan ?? Haha.

 Aku belum menjadi pendukungmu saat itu.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
16 January 2014

KATA MEREKA INI RACUN

"bahkan sebagian dari mereka rela memasukkannya sebagai pengeluaran wajib bulanan"

Jadi kemarin saya ngeliat suatu di thread di salah satu forum terbesar di Indonesia, judulnya menarik "Perlu ga sih beli jersey original?" -pertanyaan yang sama dari saya, beberapa tahun silam-  dan bisa ditebak terjadi diskusi sehat yang lumayan panjang di thread tersebut. Kenapa saya katakan diskusi sehat ?? Si pembuat thread menjawab pertanyaan tadi dengan sebuah cerita dan analogi, tidak ada kalimat yang memaksakan atau memojokan pihak lain.  dan menyetujui SEMUA jawaban dari pertanyaan itu sembari menyisipkan 1-2 kalimat "pencucian otak".

Karena biasanya, bahasan tentang jersey ori vs jersey kw melahirkan sebuah diskusi sengit yang ujung nya cenderung "ngotot-ngototan". Si pemakai kw biasanya mengemukakan alasan yang masuk akal, bisa diterima, tapi tidak oleh mereka yang memakai jersey ori, atau sebaliknya, si pemakai jersey ori menyampaikan alasan kenapa memilih ori, masuk akal, bisa diterima, tapi tidak oleh mereka yang memakai jersey kw.

Lalu sebenernya apa jawaban dari pertanyaan  "Perlu ga sih beli jersey original?"

Read More
Pram Ichanx
Posted by Pram Ichanx
28 October 2013

NIKMATI SAJA

"Serie-A adalah gambaran kecil dari kehidupan manusia  itu sendiri. Penuh drama, penuh intrik, penuh emosi, atau bahkan suci sekaligus munafik yang tersembunyi di antara tarik dan buang nafas setiap hari"

Kamis 24 Oktober 2013 pagi waktu Indonesia, di media sosial twitter yang dimana saya terdaftar sebagai pengguna aktif, saya banyak sekali membaca dan melihat kicauan dari beberapa akun dan semua twit yang saya baca banyak yang berisi ejekan terhadap satu subjek tertentu. Ya, pagi itu Arturo Vidal mendadak menjadi hits dengan banyaknya twit yang memuat nama belakang dirinya. Deras nya twit yang memuat dirinya pagi itu di unggah banyak pengguna lain bukan karena hattrick, gol salto atau aksi solo run yang di buat nya dinihari beberapa jam sebelumnya, melainkan atas aksi diving nya yang boleh di katakan lucu atau bahkan memalukan. Klub tempat Vidal bermain semakin menambahkan hujatan yang mengarah kepada dirinya. Penggemar sepakbola di negeri ini seperti sudah mengenal luar dalam soal Juventus dan kontroversi yang senantiasa mengelilingi nya. Juventus ibarat planet bumi dan segala catatan kontroversi ibarat atmosfir. Tanpa atmosfir, entah sudah sehancur apa bumi ini dari serangan benda asing lain nya.

Read More
Pram Ichanx
Posted by Pram Ichanx
19 October 2013

Nasionalisme dan Indra Sjafri

Entah kenapa, saya adalah salah satu orang yang sejak...

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
16 October 2013

BENVENUTO ERICK THOHIR

Media olahraga di Indonesia, dan juga Italia ... Dua hari ini membahas satu topik yang sama..  Tentang takeover 70% saham FC Internazionale oleh Erick Thohir, pengusaha asal Indonesia. Dengan bergantinya kepemilikan Inter dari Massimo Moratti ke Erick Thohir menjadikan Inter sebagai klub italia pertama yang dimiliki oleh pengusaha asal Asia.

Ini jadi dilema untuk saya dan (mungkin) teman teman Interisti di Indonesia. Kenapa ?? Di satu sisi, akan ada rasa bangga sebagai orang Indonesia karena klub favoritnya klub yang dicintainya dimiliki oleh salah satu anak bangsa, Tapi di sisi lain akan ada rasa takut dan akan ada pertanyaan apakah sang pemilik baru memiliki rasa cinta yang sama terhadap klub yang kami cintai ??

Terlebih orang yang digantikan oleh Erick Thohir adalah Massimo Moratti,

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
27 September 2013

Statusisasi Interisti Indonesia

Menjelang petang di 27 September 2013 ...

Lagi nunggu jam pulang, gue liat liat timeline twitter, dan gue baru keingetan kalo tadi malem ada match Inter. Iyaa, kalo abis match Inter, isi timeline gue cenderung begitu, monoton, isinya pasti ngebahas tentang match semalem, abisan gimana following gue kebanyakan isinya dari temen temen ICI (Inter Club Indonesia).

Hari ini juga timeline dipenuhi dengan ucapan ulang tahun untuk @ICI_Bandung , dari tweet para followers nya @ICI_Bandung, bisa keliatan loh gambaran ICI pada umumnya, tentang ICI yang semakin besar, doa dan harapan untuk organisasi ini kedepannya gimana, tanggapan member terhadap kegiatan yang udah ada selama ini dan hal lainnya. Emang kata kata yg gue lihat hari ini cuma dari followers @ICI_Bandung , tapi dengan sistem organisasi yg sama, di bawah bendera yang sama, dan satu klub yang sama, gue rasa pandangan member di regional lain pun kurang lebih sama. Makanya gue berani simpulin, doa dan harapan yg dilafalkan hari ini, adalah doa dan harapan dari member ICI, untuk kemajuan ICI.

Selintas gue liat ada yg sempet nulis "Karna ICI Kita Bersaudara" , bahkan tag "La Grande Famiglia Interisti Indonesia" yang sempat terpampang di Gelora Bung Karno Mei 2012, seolah menjadi tag "tidak resmi" dari ICI itu sendiri, karena banner dengan tulisan tersebut ada di tempat ICI nonton "Pesta Interisti" 2012 silam. Ga sedikit juga yang jadi "banyak temen" sesama pecinta Inter setelah bergabung dengan ICI, "belajar" tentang organisasi, atau sekedar belajar menghafal teks untuk ikut bernyanyi, kemudian dari situ lahir "kreativitas" sebagai fans, yel yel, koreografi menjadi "bumbu penyedap" agar member bisa ngerasa betah di Rumah, iyaa ICI buat gue rumahnya Interisti di Indonesia. Tempat para fans Inter berkumpul, bahkan "Identitas" ICI sebagai fans klub Inter, diakui langsung oleh Inter. Bahkan jadi Inter Club terbanyak anggota nya di antara Inter Club lain di dunia.

Identitas itu yang belakangan ini menjadi bahasan utama di timeline twitter / di forum / di broadcast message. Tentang pemesanan kartu Identitas sebagai anggota resmi Inter Club di Indonesia dan di dunia. Yaa pemesanan ID Card CCIC , sebagai syarat untuk tetap diterima menjadi bagian Inter Club di dunia. Dari kabar yang beredar, kalo sampai kuota pemesanan gak tercapai, status ICI sebagai fans klub Inter di Indonesia yang diakui oleh Inter, akan dicabut. Sadis, tapi wajar menurut gue, bagaimana mungkin mau mengakui Identitas ICI sedangkan anggotanya (kebanyakan) tidak beridentitas.

Read More
Pram Ichanx
Posted by Pram Ichanx
14 September 2013

Akan Selalu Kembali

Di sebuah buku berjudul Fever Pitch, Nick Hornby sang penulis menggambarkan bahwa ketika kita mencintai sepakbola, itu sama hal nya seperti kita mencintai seorang manusia lawan jenis kita tanpa pernah mempedulikan berbagai kemungkinan sakit hati yang menunggu kita di akhir cerita.
Ketika seseorang memutuskan untuk melabeli diri mereka dengan label penggila sepakbola, secara tidak langsung seseorang tersebut harus siap menerima segala resiko suka ataupun duka dari yang terjadi di dunia sepakbola. Seorang penggemar sepakbola akan mengalami suatu sisi emosional tingkat tinggi atas apa yang di cintai nya. Antusiasme, optimisme, euforia seperti berada di satu sisi yang saling membelakangi dengan skeptis, pesimisme dan kekecewaan yang mendalam. Dan gilanya, semua penggila sepakbola di seluruh dunia justru menikmati fase naik turunnya letupan emosional dalam dirinya atas apa yang telah di lakukan dengan baik oleh sepakbola.
raysistance
Posted by raysistance
6 September 2013

Demi Sepakbola, Aku Bersumpah!

Sepakbola, olahraga paling populer dunia-akhirat, tak perlu dibantah, ini kenyatannya. Lalu apa yang menarik dari sepakbola? Bola kecil ditendang kesana-kemari, padahal berapa harga sebuah bola kecil, bagikan saja masing-masing satu bola ke-22 manusia keji yang dengan egoisnya menendang bola. Mereka tak perlu lagi berlari, tendang, kotor-kotoran dan berkeringat, sederhana. Tapi sepakbola lebih daripada itu semua, sepakbola tak hanya bola kecil yang diperebutkan 22 pemain bahkan para pendukung pun tak tanggung-tanggung untuk saling membunuh demi sepakbola. Ada beberapa sebagian orang yang menganggap sepakbola adalah agama. Coba tengok ke Italia, Amerika Latin, Afrika atau Indonesia. Italia terkenal dengan ultrasnya yang anarkis. Bagi ultras-ultras klub sepakbola di Italia, sepakbola layaknya agama dan pemain adalah nabinya, sangat sakral. Ultras Lazio dan AS Roma yang tak akan pernah bisa bersatu atau ultras Inter Milan dan AC Milan yang sama-sama mengklaim bahwa merekalah penguasa kota. Kita tak perlu jauh-jauh ke Italia demi menjadi seorang ultras atau ingin merasakan bahwa atmosfir sepakbola adalah atmosfir terbaik di dunia. Cukup di Indonesia saja kita sudah bisa merasakannya.

Read More