Skip to main contentScroll Top
Catatan Hidup
Category Title
Catatan Hidup
buangbuangwaktu

20 Feb: Buang Buang Waktu

Sebetulnya menghabiskan dua pertiga waktu di luar rumah di hampir setiap harinya tidak pernah saya cita-citakan sebelumnya. Apalagi, bagian yang paling menyebalkan, hampir separuh dari dua pertiga waktu itu saya habiskan hanya untuk duduk manis di dalam bis sembari melihat matahari terbit ketika pergi dan untuk menemani matahari terbenam ketika saya pulang. Jika sedang dalam kondisi hati yang buruk, saya kerap menggerutu dengan keadaan yang sekarang ini tidak memberikan saya banyak pilihan. Yang sedikit membuat saya lega, di semua proses ini, dalam satu jalur yang sama banyak orang mengalami hal sama dan tampaknya tidak menganggap hal ini sebagai beban. Paling…

manusiasetengahkampret

02 Nov: Manusia Setengah Kampret

Di sosial media belakangan ini muncul istilah baru untuk membagi manusia ke dalam dua kelompok tertentu. Cebong dan Kampret. Saya tahu, meskipun sempat kebingungan di awal, mengapa istilah itu muncul. Dan tentu istilah dan panggilan tersebut bukanlah panggilan sayang. Mereka, yang pertama kali membuat istilah itu, mengamati perilaku kelompoknya yang berseberangan, membandingkannya dengan binatang, memilah mana yang buruk dan, tentu saja, yang bisa dijadikan objek cela. Saya tidak mau dan tidak pernah mau terlibat aktif di dua kelompok itu. Tapi, tiba-tiba kok ya saya tergelitik untuk menebak-nebak sendiri. Kalau melihat pola dan perilaku, saya ada di mana, sih?

anak&telfongenggam

03 Aug: Anak & Telepon Genggam

Telepon genggam bagaikan dua sisi mata pisau yang memiliki sifat berlawanan. Di satu sisi, ia memberikan banyak sekali kemudahan untuk penggunananya. Banyak hal yang dulu harus dilakukan melalui berbagai medium, sekarang bisa diwakili oleh satu perangkat saja. Di sisi lain, ia juga hadir sebagai medium yang adiktif, memberikan efek ketergantungan yang luar biasa, menyita hampir dari separuh waktu umat manusia. Negatifnya, hampir semua dari kita, seringkali lebih memilih asik dengan telepon genggam ketimbang dengan kehidupan sosial di sekitar sehingga melahirkan sebuah frasa baru: ‘generasi menunduk’.

maaf

25 Jun: Maaf

Hari pertama setelah libur cukup panjang. Aromanya masih terasa. Malas untuk beraktivitas di luar rumah. Satu minggu terakhir, di jam yang sama, aktivitas rutin yang saya lakukan adalah bermain tonjok-tonjokan dengan Si Jagoan. Membiarkan seluruh badan saya ditonjok pelan untuk kemudian saya balas dengan gelitikan. Sesekali kami bermain ke luar, mengunjungi destinasi kesukaannya, taman hiburan, kebun binatang dan semacamnya. Merelakan diri untuk dimonopoli waktu olehnya, sesukanya. Yang sama berikutnya, selama liburan saya (hampir) menutup diri dari dunia maya, Seperti biasanya. Yang berbeda, kali ini lebih banyak pesan masuk yang saya abaikan. Jauh lebih banyak.

MembagiFokus

12 Jun: Membagi Fokus

Hari ini, jika melihat tanggalan yang tertera pada setiap tulisan, tepat dua bulan saya tidak menerbitkan tulisan baru. Berdasarkan riwayat arsip, terakhir tulisan diterbitkan di tanggal 13 April. Dan jika tidak salah ingat, tulisan yang terbit di tanggal tersebut adalah tulisan yang sudah saya tulis jauh hari sebelumnya. Disimpan sebagai draf, kemudian saya terbitkan. Artinya, sudah lebih dari dua bulan saya tidak menulis apa-apa untuk blog ini. Sebagai seorang penulis digital yang banyak mimpi dan omong kosong hal ini tentu jauh dari menyenangkan. Malas? Mungkin.

panggilanvideo

13 Apr: Panggilan Video

“Permisi!” Malam yang teduh. Bintang entah disembunyikan oleh siapa. Awan atau gelap. Tidak jelas. Menyisakan langit di atas sendirian. Bulan yang pemalas juga belum datang. Tanpa lampu, sulit untuk menebak suara siapa yang muncul tiba-tiba dari luar pagar. Aku bangkit dari dudukku di teras rumah. “Sebentar, ya, ada tamu,” sahutku ke anak kecil di dalam layar telepon genggam.