Related Posts
Media olahraga di Indonesia, dan juga Italia … Dua hari ini membahas satu topik yang sama.. Tentang takeover 70% saham FC Internazionale oleh Erick Thohir, pengusaha asal Indonesia. Dengan bergantinya kepemilikan Inter dari Massimo Moratti ke Erick Thohir menjadikan Inter sebagai klub italia pertama yang dimiliki oleh pengusaha asal Asia. Ini jadi dilema untuk saya dan (mungkin) teman teman Interisti di Indonesia. Kenapa ?? Di satu sisi, akan ada rasa bangga sebagai orang Indonesia karena klub favoritnya klub yang dicintainya dimiliki oleh salah satu anak bangsa, Tapi di sisi lain akan ada rasa takut dan akan ada pertanyaan apakah sang pemilik…

Collezio adalah sebuah bahasa italia yang jika diterjemahkan secara paksa kedalam Bahasa Indonesia memiliki arti ‘koleksi’. Dan Inter dalam bahasa semesta bola kerap diidentikan kepada sebuah tim sepakbola yang juga berasal dari italia. Jadi jika sekali lagi saya diizinkan untuk memaksakan bahasa terjemahan maka saya akan mengartikan Collezio Inter adalah koleksi inter. Lalu bagaimana jika ada sekelompok orang yang melabeli diri mereka dengan nama Collezio Inter, apakah mereka itu adalah kelompok orang-orang yang punya koleksi tentang Inter?? Nama bagaimanapun adalah sebuah tentang variasi yang banyak. Bisa saja ia tentang warna kulit seperti misalnya si hitam & si putih atau bisa…
“Sepulang dari Giueseppe Meazza, Zeman dan kopinya sama sama berfilosofi” Saat anda membaca tulisan ini, saya tidak tahu persis apa yang sedang di lakukan oleh seorang Zdenek Zeman. Ia b isa saja sedang merokok yang memang sudah menjadi kebiasaan nya sejak dulu. Ia bisa juga sedang tersenyum kecil membaca Koran-koran pagi Italia di awal pekan ini yang terkadang lembaran nya tertiup hembusan angin khas Pulau Sardinia. Yang pasti saya tahu, di usia nya yang kini semakin senja, pesona Zeman sebagai pelatih sepakbola bagi saya pribadi sama sekali belum memudar. Ia mungkin kalah pamor dengan deretan nama pelatih beken yang setiap hari…

Siang hari, 8 Maret 2017. Langkah ku tepat di belakang asisten rumah tangga yang tadi membukakan pintu lalu kemudian mempersilahkanku masuk. Aku terus mengekor langkah sang asisten rumah tangga tersebut hingga ke sebuah ruang yang di dominasi rak buku berwarna coklat tua dengan deretan buku yang tergolong banyak. Sesaat setelah menyiapkan dua buah kursi yang dipisahkan dengan sebuah meja yang berbentuk artistik, sang asisten rumah tangga itu meninggalkanku menunggu dengannyaman orang yang memang ingin ku temui hari ini. Seseorang yang memiliki hunian mewah nan asri di Forte dei Marmi ini, jelas bukan sosok yang biasa biasa saja. Sudah sejak lama…

#isengisengwallpaper











