Wisata

Menghapus Medan

1

Saya bekerja di tempat yang baru. Namun, banyak hal yang saya rasa tidak berubah dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Wajar dua tempat ini memiliki lini bisnis yang hampir sama. Bisa dikatakan, apa yang saja kerjakan saat ini lebih kurang sama dengan apa yang pernah saya kerjakan sebelumnya. Termasuk di antaranya juga lingkup wilayah yang sudah saya singgahi dan atau yang akan saya tuju nanti. Beberapa kota di Borneo, satu-dua tempat di Sulawesi dan beberapa lainnya di Sumatera akan tetap menjadi tempat saya singgah barang satu-dua minggu setiap periode waktu tertentu. Tapi di sini, di tempat baru, ada satu daftar yang hilang. Yang dari dulu saya idamkan untuk saya menjejak kaki tapi sekalipun belum pernah terlaksana: Medan. Lanjutkan Membaca …

Pake Duit Lu Aja Dulu Nanti Gue Ganti

Hari ini teman saya mendapatkan puncak perhatian yang luar biasa di akun twitternya. Melalui sebuah cuitan, ia mendapatkan impresi dan perhatian lebih dari lima ribu orang. Untuknya, hal ini menjadi pencapaian yang luar biasa menyenangkan. Di cuitan tersebut ia menyinggung tentang budaya cashless society plus ragam uang digital yang beredar di pasaran. Biasa? Betul, sebetulnya cuitan tersebut cuitan yang amat biasa yang rasa-rasanya tidak layak untuk diperhatikan. Sampai ia menutupnya dengan satu kalimat pamungkas: ‘Pake duit lu dulu ntar gue ganti’ sebagai salah satu jenis pembayaran yang sah. Kalimat itulah yang menjadi pembeda. Yang membuat cuitan tersebut pantas untuk diperhatikan. Sebuah kalimat yang amat sangat dekat di kehidupan kita. Lanjutkan Membaca …

Taman Lalu Lintas

7

Banyak sekali hal-hal indah nan menyenangkan yang terkenang di kehidupan medio 90-an. Untuk anda yang kebetulan pada masa itu tumbuh besar di Bandung, pastilah Taman lalu lintas menjadi salah satu bagian dari memori yang menyenangkan tersebut. Ia mengajarkan banyak hal : ilmu, kedisiplinan, tata krama dan banyak lagi yang tentu saja dibalut dengan permainan yang asik. Seperti kebanyakan anak di masa itu, saya menjadikan Taman lalu lintas sebagai salah satu tempat favorit, tempat yang mana akan membuat saya memaksa parah orang tua untuk mengajak saya kesana.

Seringkali orang tua dulu mengajarkan kita untuk bermain sambil belajar. Itulah yang saya alami setiap kali bermain disana. Hampir semua rambu dan petunjuk jalan yang saya ketahui saya pelajari di arena bermain Taman lalu lintas. Aih, rindu rasanya. Di awal Juni 2016, setelah hampir 15-20 tahun. Saya kemudian menginjakan lagi kaki kesana. Saya dibuat terkejut. Taman lalu lintas, tetaplah taman yang saya kenal dulu. Hampir tidak ada yang berubah, benar-benar hampir tidak ada yang berubah. Lanjutkan Membaca …

Berwisata Di Kota Industri

17

Respon saya ketika diminta untuk menulis tentang agenda pariwisata kota sebagai tema pekan menulis kali ini adalah : bengong. Saya membaca berulang-ulang untuk memastikan siapa tahu saya yang salah membaca tema yang diberikan, lalu kemudian saya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal, astaga apa yang harus saya tulis ??

Mengutip dari artikel yang ditulis oleh salah satu situs informasi tentang informasi sejarah kota, Cikarang, tempat saya beraktivitas sekarang ini, memang sengaja dibuat tumbuh sebagai kota industri terpadu. Oleh karena itu sepanjang yang saya perhatikan perkembangan di kota ini memang lebih menitikberatkan kepada aspek dunia bisnis dan industri ditambah dengan pengembangan hunian untuk para pelaku bisnis tersebut. Untuk pariwisata ?? Nanti dululah, karena sejatinya Cikarang ada untuk manusia mencari uang bukan malah menghabiskannya. Lanjutkan Membaca …