Back

Lomba

  • andhikamppp
  • Posted by andhikamppp
17 July 2022

Pandemi Covid-19 belum benar-benar hilang. Ia masih ada dan berlipat ganda sebagaimana biasa. Meski sekarang ini sudah mulai banyak kelonggaran...

Read More
  • andhikamppp
  • Posted by andhikamppp
26 November 2017

Sudah satu minggu semenjak nusantara dihebohkan oleh berita kecelakaan lalu lintas yang melibatkan salah satu seorang pejabat tinggi negeri. Berita kemudian berkembang dengan pelbagai bumbu yang mewarnainya. Beberapa orang melihat anomali dalam kasus kecelakaan tersebut. Setelah foto-foto dari TKP diperlihatkan kepada publik, berbagai analisis muncul. Sebagian menganalisis berdasarkan sudut pandang keilmuan tentang kecepatan, tumbukan yang terjadi antara benda yang statis dan dinamis. Sebagian lagi menganalisis dengan logika seadanya.  Asal sekadar cukup untuk memadu padankan hubungan antara mobil, tiang dan benjol.

Read More
  • andhikamppp
  • Posted by andhikamppp
13 March 2017

"Bro, ayo siap-siap. Tenggo, kan?” aku melihat jarum panjang pada jam tangan yang kukenakan, menepuk dahi, lalu menjawab pertanyaan temanku tadi dengan sebuah tatapan heran. Astaga, ini baru jam empat lewat lima puluh lima menit, dan kau sudah siap untuk pulang? Aku memerhatikan kembali layar monitor, memeriksa beberapa file yang masih terbuka. Sepuluh menit waktu yang aku habiskan untuk  memastikan semua pekerjaan hari ini benar-benar telah selesai. Sempurna, tak ada hutang pekerjaan untuk besok pagi. Aku mengangguk, “sip, sudah selesai. Kau tak keberatan menunggu tiga sampai lima menit, kan?” kali ini giliran aku yang bertanya. Sigit, teman yang aku tanya mengerenyitkan dahinya, “Oi, kau mengunduh film lagi, kah?” Aku tertawa, mengibaskan tangan pelan. Temanku yang satu ini tahu betul kebiasaanku. Kebiasaan yang sebenarnya jauh dari kata terpuji.

Read More
  • andhikamppp
  • Posted by andhikamppp
13 February 2017

Kereta api yang dijadwalkan datang jam satu siang ini masih belum jelas kabar beritanya, sedangkan Bandung sedang begitu menyebalkan –panas luar biasa. Ayolah, itu sudah cukup untuk merusak mood siapa saja yang sekarang ada di stasiun, jangan lupakan aku yang ada didalamnya. Banyak yang dilakukan orang-orang untuk mengusir rasa bosannya, lihatlah bapak tua itu yang sedari tadi mengutuk PJKA perihal keterlambatan kereta itu tadi, ada juga sekelompok ibu yang sedang asik bercerita tentang entahlah apa, atau gerombolan pemuda nanggung yang sedang asik bermain kartu. Sedangkan aku, ditemani headphone besar yang merusak tatanan rambut yang kubelah ditengah. Siang itu, untuk melepas penat aku bersama Bon Jovi yang sedari tadi bernyanyi di walkman kecilku, satu album, dua side –A dan B , dan kuputar berulang-ulang.

Jika saja pada kenyataannya Jon Bon Jovi dipaksa untuk bernyanyi selama itu, tak peduli seberapa bagusnya suaranya, boleh jadi esok lusa dia putus pita suara.

Read More
  • andhikamppp
  • Posted by andhikamppp
4 March 2016

Setelah menunggu hampir dua minggu lamanya, lelaki itu telah mendapatkan jawaban. Telepon genggam yang selama ini selalu menemani segala aktivitasnya dimanapun dia berada telah menemui akhirnya, mati total tak bisa diperbaiki. Bisa sebetulnya, hanya saja biaya perbaikannya luar biasa. Hampir menyentuh harga telepon genggam baru di pasaran. Ia terduduk lesu di ruang tunggu service centre mukanya sungguh tak sedap dipandang. Ia tampak kebingungan menimbang-nimbang lama sekali, menghitung sisa tabungannya yang mulai menipis.

Ia melakukan panggilan suara menghubungi istrinya untuk meminta izin. "Bunda, boleh ayah beli hp ??" tak ada kalimat pembuka basa-basi. Ia lalu menjelaskan secara detail keadaan telepon genggamnya yang dalam dua minggu terakhir berhenti beroperasi sama sekali. Di seberang sana terdengar suara istrinya ikut mengitung, mengkalkulasi singkat neraca keuangan rumah tangga untuk satu bulan kedepan. Keputusan telah dibuat "Silakan, yah. Tapi kalau bisa jangan yang mahal-mahal ya". Si lelaki tersenyum, berterimakasih. Satu dua kalimat kemudian panggilan suara itu berakhir ia harus segera pergi ke pusat penjualan elektronik di kotanya. Salah satu yang terbesar di negeri ini.

Read More
  • andhikamppp
  • Posted by andhikamppp
30 December 2015

Ketika saat itu saya memutuskan untuk membuat sebuah clothing line yang pertama kali saya lakukan adalah membuat banyak sekali design tshirt, alasannya sederhana saja : saya tidak terlalu suka menggunakan model pakaian yang populer yang sama dengan orang kebanyakan dan karena tshirt adalah pendamping gaya hidup paling murah dan paling banyak diminati dibandingkan product fashion lainnya. Tetapi ternyata sebagaimanapun saya menjadi hipster diranah para pengguna tshirt saya akan tetap mengajak 23 orang lainnya untuk menggunakan model yang sama. Karena demi efisiensi modal dan bahan baku untuk setiap design setidaknya saya harus membuat 2 lusin tshirt. Menjadi kesulitan ketika saya mendapatkan order custom tshirt sesuai kehendak masing-masing customer yang ingin menjadi super eksklusif dengan hanya membuat 1 tshirt. Dan saya angkat tangan.

Dilema antara nombok modal luar biasa besar atau kehilangan customer membuat print tshirt eklusif 1 cetak menjadi momok tersendiri bagi para perintis bidang konveksi. Sialnya, untuk para kreatif ketakutan kami itu menjadi celah bisnis yang luar biasa besar dan hadir dalam bentuk kaos custom.

Read More