Skip to main contentScroll Top
Category Title
Mesin-Waktu

24 Jul: Mesin Waktu

Aku menjalani hidup yang tenang, dan kamu juga, sampai kita dipertemukan lagi di waktu yang tidak memberi ruang untuk menjadi apa-apa.
Awalnya biasa saja, lalu berubah pelan, menyisakan hal-hal kecil yang tinggal lebih lama dari seharusnya.
Kita tahu batas itu ada, dan untuk pertama kalinya aku mengerti, aku kalah tanpa pernah benar-benar bertanding.
Aku tidak menyesal, hanya sadar tidak semua yang terasa tepat harus menjadi milik.
Jika mesin waktu itu ada, aku hanya ingin kembali untuk tidak melewatkan.
Dan ketika itu tidak mungkin, aku hanya bisa membiarkanmu tetap ada, dekat tapi tidak pernah bisa menjadi.

Kupu-kupumalam

13 Dec: Kupu-Kupu Malam

Ia berdiri di dalam hujan yang berjatuhan perlahan, bersandar pada sebatang tiang dengan lampunya yang mulai padam. Ia, wanita itu, hanya menatap nanar ke sekelilingnya yang gelap. Sudah lewat tengah malam dan tak ada satupun batang hidung yang tampak sepanjang tamasya di sudut stasiun kota. Bahkan ketika hujan perlahan-lahan menderas, ia masih tetap setia pada posisinya, tidak bergerak walau selangkah. Sesekali dari mulutnya terucap sepatah dua patah kata halus yang merayu dan memanja. Namun kemudian kepalanya menunduk, menyembunyikan sesuatu yang mulai keluar dari matanya yang bulat. Tangisan itu, yang kini tersamar oleh butiran air hujan