Selayang Buku
“Kalian orang-orang tolol yang percaya kepada mimpi.” Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari.
Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.
Dengan judul yang panjang sekaligus puitis, buku ini membawa nuansa yang lebih lembut namun tetap khas Eka Kurniawan. Di dalamnya, kisah-kisah bergerak di antara cinta, kehilangan, mimpi, dan absurditas kehidupan sehari-hari.
Sebagai kumpulan cerita pendek, buku ini menghadirkan berbagai fragmen kehidupan yang terasa dekat, namun selalu menyimpan satu lapisan ganjil yang membuatnya berbeda.
Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek yang memuat berbagai kisah tentang manusia dan relasi yang rapuh. Setiap cerita hadir dengan tokoh, suasana, dan konflik yang berbeda, namun tetap terikat oleh tema besar tentang luka emosional, harapan, dan pertemuan kembali dengan perasaan yang sempat hilang.
Beberapa cerita bergerak melalui dunia mimpi dan simbol, sementara yang lain berdiri lebih dekat dengan realitas sehari-hari. Perpaduan keduanya menghadirkan warna yang khas.
Melalui cerita-cerita pendek ini, Eka memperlihatkan kemampuannya membangun karakter dan atmosfer dalam ruang yang terbatas.
Ada nuansa melankolis yang kuat, tetapi tetap diselingi ironi dan humor yang halus.
Buku ini cocok menjadi pintu masuk bagi pembaca yang ingin mengenal sisi Eka melalui format yang lebih singkat.
| Penulis | Eka Kurniawan |
|---|---|
| Penerbit | Gramedia Pustaka Utama |
| Jumlah Halaman | 160 |
| Seri | – |
| Bagian | – |
| Tahun Rilis | 2015 |
| Status Baca | Selesai dibaca |








Reviews
There are no reviews yet.