Selayang Buku
Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak. Bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan. Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian.
Tapi setidaknya, Kawan, di Negeri di Ujung Tanduk seorang petarung sejati akan memilih jalan suci. Meski habis seluruh darah di badan, menguap segenap air mata, dia akan berdiri paling akhir demi membela kehormatan.
Sebagai kelanjutan langsung dari buku pertama, Negeri di Ujung Tanduk membawa ketegangan yang lebih luas dan lebih politis. Dunia Thomas kini bergerak lebih dekat ke pusat kekuasaan, di mana setiap langkah memiliki konsekuensi yang lebih besar.
Novel ini mempertahankan tempo cepat khas serialnya, namun dengan skala konflik yang semakin besar.
Thomas kembali berhadapan dengan pusaran kekuasaan, kali ini dalam konteks politik tingkat tinggi yang melibatkan banyak pihak dengan kepentingannya masing-masing.
Konflik bergerak melalui strategi, intrik, dan permainan informasi yang saling bertaut.
Dunia yang dibangun terasa lebih luas daripada buku pertama, dengan tekanan yang datang dari berbagai arah.
Ketegangan utama novel ini terletak pada bagaimana tokoh harus bertahan di tengah permainan yang tidak pernah benar-benar transparan.
Sebagai buku kedua, novel ini memperkuat fondasi dunia Thomas dan serial aksi Tere Liye
| Penulis | Tere Liye |
|---|---|
| Penerbit | Gramedia Pustaka Utama |
| Jumlah Halaman | 360 |
| Seri | Serial Thomas & Bujang |
| Bagian | Bagian 2 |
| Tahun Rilis | 2013 |
| Status Baca | Selesai. Berulang |








Reviews
There are no reviews yet.