Selayang Buku
Thomas bertarung sengit dengan Bujang. Naasnya saat pertarungan itu dilakukan, gedung yang mereka gunakan untuk bertarung diserang oleh segerombolan orang bersenjata. Awalnya, Bujang berpikir dialah yang akan diserang kelompok bersenjata itu. Namun, mereka justru mengincar Thomas.
Ternyata, alasan Thomas diincar lantaran ia melakukan kesalahan besar dan membuat penguasa jalur sutra, kelompok “teratai Emas” geram karena wilayah kekuasaanya diganggu. Thomas dan Bujang akhirnya mengumpulkan semua kekuatannya untuk pergi ke Bhutan. Mereka dibantu Ayoko, Yuki, Kiko, Salonga, Junior, dan White untuk bertempur dengan kelompok teratai Emas. Siapakah yang akan memenangkan pertarungan sengit ini?
Jika serial Bujang membawa pembaca ke dunia organisasi dan aksi, Bedebah di Ujung Tanduk kembali membawa Thomas ke panggung permainan politik dan kekuasaan. Novel ini terasa lebih tajam, lebih strategis, dan sangat relevan dengan lanskap sosial-politik yang dekat dengan keseharian.
Cerita berkembang melalui permainan strategi, pertemuan-pertemuan penting, dan keputusan yang dapat mengubah arah banyak kehidupan.
Tere Liye membangun novel ini dengan pola thriller politik yang kuat: cepat, penuh tekanan, dan sarat ketegangan.
Di balik konflik besar tersebut, Thomas tetap hadir sebagai tokoh yang mengandalkan kecerdasan, insting, dan kemampuan membaca situasi dengan cepat.
| Penulis | Tere Liye |
|---|---|
| Penerbit | Sabak Grip |
| Jumlah Halaman | 368 |
| Seri | Serial Thomas & Bujang |
| Bagian | Bagian 6 |
| Tahun Rilis | 2021 |
| Status Baca | Selesai. Berulang |








Reviews
There are no reviews yet.