Selayang Buku
Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.
Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga katni. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… tharlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun.. daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggut kan dari tangkai pohonnya.
Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin menghadirkan kisah tentang perasaan yang tumbuh dalam diam, tentang menerima, dan tentang memahami batas antara harapan dan kenyataan.
Cerita berpusat pada Tania, seorang perempuan yang sejak kecil hidup dalam keterbatasan dan kemudian menemukan perubahan dalam hidupnya melalui pertemuan dengan seseorang yang memberinya kesempatan baru.
Seiring waktu, hubungan tersebut berkembang dan membentuk perasaan yang tidak selalu mudah untuk diungkapkan.
Alur cerita mengikuti perjalanan Tania dari masa kecil hingga dewasa, menghadirkan berbagai fase kehidupan yang membentuk dirinya.
Konflik utama tidak hadir dalam bentuk peristiwa besar, melainkan dalam pergulatan perasaan dan keputusan yang harus diambil.
Novel ini menghadirkan kisah tentang menerima keadaan, memahami perasaan, dan melepaskan sesuatu yang tidak dapat dimiliki.
| Penulis | Tere Liye |
|---|---|
| Penerbit | Gramedia Pustaka Utama |
| Jumlah Halaman | 264 |
| Seri | – |
| Bagian | – |
| Tahun Rilis | 2010 |
| Status Baca | Selesai dibaca |








Reviews
There are no reviews yet.