Related Posts

Belakangan ini banyak hal yang terjadi di Indonesia yang mendapat perhatian dunia internasional. Yang menyenangkan, perhatian yang datang tidak melulu karena hal negative seperti apa yang terjadi di masa lalu. Seperti misalnya, penyanyi dan musisi asal Indonesia yang mendapatkan atensi di kancah musik internasional, lakon film yang diputar dan mendapat penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Yang terbaru, masih dari industri hiburan, ada Guklabs-Games Developer asal Jakarta yang menarik perhatian dunia lewat WISGR game yang akan segera mereka rilis.

#isengisengwallpaper
Menjelang petang di 27 September 2013 … Lagi nunggu jam pulang, gue liat liat timeline twitter, dan gue baru keingetan kalo tadi malem ada match Inter. Iyaa, kalo abis match Inter, isi timeline gue cenderung begitu, monoton, isinya pasti ngebahas tentang match semalem, abisan gimana following gue kebanyakan isinya dari temen temen ICI (Inter Club Indonesia). Hari ini juga timeline dipenuhi dengan ucapan ulang tahun untuk @ICI_Bandung , dari tweet para followers nya @ICI_Bandung, bisa keliatan loh gambaran ICI pada umumnya, tentang ICI yang semakin besar, doa dan harapan untuk organisasi ini kedepannya gimana, tanggapan member terhadap kegiatan yang udah ada selama ini…

#isengisengwallpaper
Senja di penghujung November, adalah rutinitas kami duduk di teras menghabiskan waktu dengan secangkir kopi untukku, dan segelas susu atau teh manis untuk dia – tentu saja, anak sekecil itu belum aku izinkan untuk terkontaminasi kafein kopi. Tak lama ibunya datang menyuguhkan pisang goreng kesukaan Daffa, nama anak itu, lengkap sudah amunisi kami untuk membunuh waktu, setidaknya sampai matahari benar benar tenggelam nanti. “Ini obrolan lelaki, Bunda” Daffa dengan sopan tapi tegas menolak permintaan ibunya untuk ikut bergabung. “Kali ini tentang apa, nak??” aku mengeluarkan kalimat pembuka, yang selalu sama setiap Minggunya, rasa-rasanya anak ini memiliki banyak pertanyaan berbeda tiap…

Siapa menyangka tim sepakbola negeri ini, meski pincang di awal, bisa berlari sedemikian jauh pada perhelatan sepakbola akbar se-Asia tenggara dalam tajuk Piala AFF 2016. Padahal di awal tahun, sepakbola negeri ini masihlah dirundung duka akibat dimatikan secara sepihak karena olah pikir ketidakbecusan para penguasa yang semena-mena. Dan di akhir tahun, kita berada di ujung jalan untuk memperebutkan singgasana tertinggi di sebelah tenggara asia melawan mereka, negeri gajah putih, sang penguasa sementara. Siapa menyangka. Terakhir kali kita merasakan sensasi yang sama, berada di atas untuk level teratas, itu lebih kurang enam tahun lalu. Di ajang yang sama.

Dalam sebuah kelompok, kompetisi menjadi sebuah kelaziman. Ia akan menentukan banyak hal. Bisa saja ia membicarakan tentang siapa yang menjadi individu terbaik dalam kelompok tersebut atau tentang ajang unjuk diri demi sebuah popularitas atau secara garis besar kompetisi akan berbicara tentang siapa mengalahkan siapa. Bagaimanapun berita baik dari sebuah kompetisi adalah setiap individu yang terlibat didalamnya akan terpacu untuk berusaha menampilkan yang terbaik yang ia miliki. Dan ketika saya bergabung dalam sebuah kelompok blogger –orang yang mendedikasikan waktu luangnya untuk menulis sedikit banyak di media dalam jaringan maka hanya tinggal menunggu waktu kami akan terlibat dalam sebuah kompetisi dalam kebiasaan…
Di sebuah buku berjudul Fever Pitch, Nick Hornby sang penulis menggambarkan bahwa ketika kita mencintai sepakbola, itu sama hal nya seperti kita mencintai seorang manusia lawan jenis kita tanpa pernah mempedulikan berbagai kemungkinan sakit hati yang menunggu kita di akhir cerita. Ketika seseorang memutuskan untuk melabeli diri mereka dengan label penggila sepakbola, secara tidak langsung seseorang tersebut harus siap menerima segala resiko suka ataupun duka dari yang terjadi di dunia sepakbola. Seorang penggemar sepakbola akan mengalami suatu sisi emosional tingkat tinggi atas apa yang di cintai nya. Antusiasme, optimisme, euforia seperti berada di satu sisi yang saling membelakangi dengan skeptis,…

BONUS WALLPAPER INTER HERE
“Demi secuil harga diri atau sebuah arogansi mereka tak akan sudi menerima hal negatif atas apa apa yang telah mereka pilih” Kamis 17 Juli 2014 jam 9.19 pagi Bapak Walikota Bandung Memposting sebuah tweet yang cukup menarik. Yang isinya menyinggung tentang pandangan beliau terhadap kondisi Indonesia saat ini, atau lebih spesifiknya kondisi Indonesida ketika menyambut Pesta Demokrasi saat ini. Hari ini hari kesembilan pasca pemilihan presiden Republik Indonesia yang ke-7 , Pemilihan Langsung yang ketiga seinget saya setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2004 dan 2009 seperti yang kita ketahui pada 2 kesempatan tersebut Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang terpilih menjadi Presiden Republik…






