Skip to main contentScroll Top
Category Title
Mesin-Waktu

24 Jul: Mesin Waktu

Aku menjalani hidup yang tenang, dan kamu juga, sampai kita dipertemukan lagi di waktu yang tidak memberi ruang untuk menjadi apa-apa.
Awalnya biasa saja, lalu berubah pelan, menyisakan hal-hal kecil yang tinggal lebih lama dari seharusnya.
Kita tahu batas itu ada, dan untuk pertama kalinya aku mengerti, aku kalah tanpa pernah benar-benar bertanding.
Aku tidak menyesal, hanya sadar tidak semua yang terasa tepat harus menjadi milik.
Jika mesin waktu itu ada, aku hanya ingin kembali untuk tidak melewatkan.
Dan ketika itu tidak mungkin, aku hanya bisa membiarkanmu tetap ada, dekat tapi tidak pernah bisa menjadi.

195252621_640

29 Sep: Rasa Yang Sama

Malam ini adalah malam kesekian untuk aku melakukan hal yang sama, seperti kemarin dan kemarinnya lagi, mengantri demi sesuap sate. Tak perlu heran, sate adalah makanan favoritku –selain mie ayam tentu saja. Demi sate, aku rela untuk berkeliling kota berpindah dari satu tempat sate ke tempat yang lain. Seperti apapun itu tempatnya, untukku itu tak pernah menjadi soal. Asalkan sate itu adalah ayam dengan bumbu kacangnya, itu sudah menjadi alasan yang masuk akal untuk aku berkeliling tempat, entah itu harus menunggu manis di rumah makan kelas atas atau berdesak-desakan di abang sate pinggir jalan, sungguh, aku tak perduli. Seperti malam…