Selayang Buku
Apalah arti memiliki? Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami. Apalah arti kehilangan, Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun? Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupkan jaraknya setipis benang saja.”
Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.
Cerita berlatar sebuah perjalanan laut panjang yang mempertemukan beragam tokoh dalam satu kapal. Masing-masing memiliki alasan sendiri untuk melakukan perjalanan tersebut, mulai dari ibadah, pelarian, hingga pencarian makna hidup.
Di dalam perjalanan itu, kisah mereka mulai terungkap satu per satu. Ada cerita tentang cinta yang tertunda, kehilangan yang belum selesai, serta kesalahan masa lalu yang masih membekas.
Tokoh-tokoh tersebut tidak hanya bergerak secara fisik menuju tujuan, tetapi juga melalui proses memahami diri sendiri.
Interaksi antar penumpang menjadi ruang bagi pertanyaan-pertanyaan besar tentang hidup, pengampunan, dan penerimaan.
Novel ini berkembang sebagai rangkaian kisah yang akhirnya saling terhubung dalam satu tema besar: rindu, dalam berbagai bentuk dan maknanya.
| Penulis | Tere Liye |
|---|---|
| Penerbit | Republika, Sabak Grip |
| Jumlah Halaman | 544 |
| Seri | – |
| Bagian | – |
| Tahun Rilis | 2014 |
| Status Baca | Selesai dibaca |








Reviews
There are no reviews yet.