“Serie-A adalah gambaran kecil dari kehidupan manusia itu sendiri. Penuh drama, penuh intrik, penuh emosi, atau bahkan suci sekaligus munafik yang tersembunyi di antara tarik dan buang nafas setiap hari” Kamis 24 Oktober 2013 pagi waktu Indonesia, di media sosial twitter yang dimana saya terdaftar sebagai pengguna aktif, saya banyak sekali membaca dan melihat kicauan dari beberapa akun dan semua twit yang saya baca banyak yang berisi ejekan terhadap satu subjek tertentu. Ya, pagi itu Arturo Vidal mendadak menjadi hits dengan banyaknya twit yang memuat nama belakang dirinya. Deras nya twit yang memuat dirinya pagi itu di unggah banyak pengguna…
” Saya jangan diganggu dulu. Saya siap miskin untuk negara ini.” Beberapa waktu lalu, di twitter kalimat tersebut sempat menjadi bahasan utama, seperti yang kita tahu kalimat tersebut disampaikan oleh bintang muda sepakbola Indonesia, Evan Dimas Darmono ketika ditawari menjadi bintang iklan di salah satu produk dengan bayaran cukup tinggi. Yaa seperti yang kita tahu, prestasi Timnas Indonesia U-19 memberikan “efek bintang” terhadap para pemainnya, terlebih kepada Evan Dimas selaku kapten dan kerap menjadi penentu kemenangan tim. Sepakbola, dewasa ini telah menjadi komoditi bisnis yang luar biasa besar dari pasar kecil, sampai industri besar banyak yang mulai menggunakan sepakbola sebagai media…
Entah kenapa, saya adalah salah satu orang yang sejak dulu agak anti mendengar sebuah kata berbunyi “nasionalisme”. Nasionalisme bagi saya pribadi, saya masukan dalam daftar kata yang bersifat absurd. Secara etimologi, Nasionalisme yang berasal dari kata “nasional” dan “isme” adalah suatu paham kebangsaan yang mempunyai makna kesadaran dan semangat cinta tanah air, memiliki kebanggaan sebagai bangsa atau memelihara kehormatan bangsa, memiliki rasa solidaritas terhadap musibah dan kekurangberuntungan saudara setanah air, sebangsa dan senegara, persatuan dan kesatuan. Anda mampu langsung menghapal nya setelah membaca satu kali? Saya membaca sudah berkali kali dan tak kunjung hapal. Lebih tepatnya, saya memang tak ingin…
Media olahraga di Indonesia, dan juga Italia … Dua hari ini membahas satu topik yang sama.. Tentang takeover 70% saham FC Internazionale oleh Erick Thohir, pengusaha asal Indonesia. Dengan bergantinya kepemilikan Inter dari Massimo Moratti ke Erick Thohir menjadikan Inter sebagai klub italia pertama yang dimiliki oleh pengusaha asal Asia. Ini jadi dilema untuk saya dan (mungkin) teman teman Interisti di Indonesia. Kenapa ?? Di satu sisi, akan ada rasa bangga sebagai orang Indonesia karena klub favoritnya klub yang dicintainya dimiliki oleh salah satu anak bangsa, Tapi di sisi lain akan ada rasa takut dan akan ada pertanyaan apakah sang pemilik…
Belakangan ini, jadi keranjingan maen Fantasy League … Apa itu Fantasy League ?? Fantasy League adalah game simulasi nyata dari suatu liga, dimana tim lu bikin isinya adalah pemain-pemain nyata di Liga tersebut. Kita dituntut jadi pelatih (pelatih bayangan kayanya) dengan menyusun sebuah tim dari sejumlah dana transfer (biasanya sih 100 juta). Tiap minggu , nanti tim yang kita bikin bakal dapet poin, poin yang didapet tergantung dari penampilan si pemain yang kita pillih, semakin bagus permainan pemain tersebut, semakin besar poin yang didapet. Poin tersebut akan diakumulasikan di akhir musim untuk mendapatkan hadiah yang … emm lumayan. Gue sendiri maen…
Menjelang petang di 27 September 2013 … Lagi nunggu jam pulang, gue liat liat timeline twitter, dan gue baru keingetan kalo tadi malem ada match Inter. Iyaa, kalo abis match Inter, isi timeline gue cenderung begitu, monoton, isinya pasti ngebahas tentang match semalem, abisan gimana following gue kebanyakan isinya dari temen temen ICI (Inter Club Indonesia). Hari ini juga timeline dipenuhi dengan ucapan ulang tahun untuk @ICI_Bandung , dari tweet para followers nya @ICI_Bandung, bisa keliatan loh gambaran ICI pada umumnya, tentang ICI yang semakin besar, doa dan harapan untuk organisasi ini kedepannya gimana, tanggapan member terhadap kegiatan yang udah ada selama ini…