Scroll to top

Milan

andhikamppp
Posted by andhikamppp
24 September 2019

Demi Bola

Saya sedang merasa puas luar biasa. Pasalnya, sudah lama sekali, sejauh yang saya ingat, saya mampu mengkhatamkan satu pertandingan penuh laga yang dilakoni tim sepakbola favorit saya. Iya, di layar kaca tentu saja. Di akhir pekan kemarin saya berhasil menghabiskan sembilan puluh menit penuh melihat mereka berjibaku di tengah lapang meluluhlantahkan musuh bebuyutannya. Beberapa waktu yang banyak, saya memang kerap alfa dalam memberi dukungan maya. Jangankan satu laga penuh atau separuhnya, bahkan bisa dikatakan saya absen menonton di hampir seluruh laga yang mereka mainkan.

Read More
Pram Ichanx
Posted by Pram Ichanx
16 October 2017

Dear Senor

Buenos dias, Senor! Bagaimana akhir pekan anda kemarin? Anda pasti sudah lebih tenang dan lega selepas pulang dari Estadio Olimpico Atahualpa di Ekuador. Negara kelahiran anda termasuk saya, akhirnya berhasil mengamankan satu tempat di Piala Dunia 2018.

Read More
Pram Ichanx
Posted by Pram Ichanx
10 August 2016

Dari Paolo Untuk Javier

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika aku menuliskan ini kepadamu. Aku tentu saja tidak semahir Pier Paolo Pasolini dalam menderetkan kata-kata, namun aku merasa memang harus menuliskan ini, dan secara khusus, tulisan ini memang sengaja aku kutujukan kepadamu. Izinkan aku mengawali nya dengan sebuah cerita yang mungkin belum pernah kau dengar sebelumnya.

Februari 2003. Aku mungkin lupa tepatnya, namun aku jelas masih mengingat dengan baik kala seorang staff mendatangi ku dan memberitahu sebuah kabar yang mengejutkan. Ada seorang anak yang kabarnya mengidolakan aku dan sangat ingin bertemu denganku. Aku lalu berkata ke staff tersebut untuk mengajak saja anak tersebut ke sini dan aku akan menemui nya setelah berlatih. Namun, kemudian staff ku tersebut bercerita bahwa anak yang bernama Andrea tersebut mengidap leukemia dan dokter sudah memvonis bahwa waktu hidupnya tidak lama lagi dan mustahil baginya bepergian meninggalkan rumah sakit apalagi datang ke Milanello.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
21 November 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
26 August 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
30 April 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
25 April 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
23 February 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
17 February 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
27 January 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
21 January 2014
andhikamppp
Posted by andhikamppp
10 January 2014
Pram Ichanx
Posted by Pram Ichanx
27 December 2013

MILAN IS BLACK & BLUE

"Derby Milan dinihari itu sesungguhnya adalah perang taktik kedua pelatih meski akhirnya harus mengorbankan esensi dari keindahan sepakbola"

Ketika Walter Mazzari tetap menurunkan formasi 3 bek andalan nya di Derby Milano lalu, saya seketika berfikir bahwa mungkin sepanjang laga saya akan terus menerus di buat tegang sekaligus penasaran apa yang akan terjadi di laga akhir tahun itu. Terlebih lagi, Allegri menurunkan formasi pohon Natal yang sangat mungkin menjadi anti teori dari formasi Mazzari. Babak pertama resmi menjadi milik sang kakak dengan dominasi luar biasa yang mungkin bisa membuat Abbiati mengambil gadget lalu browsing ke google untuk melihat lagi kiprah terbuang nya di Atletico Madrid beberapa tahun silam sebelum 2014 nanti ia akan kembali ke Vicente Calderon sebagai lawan. AC Milan di babak pertama benar benar menunjukan betapa riskan nya pola main Inter dengan tiga bek sejajar. Trio Campagnaro – Rolando – Juan Jesus seolah kerepotan menghadapi serangan serangan Ac Milan yang untungnya hanya hobby mengancam tanpa bisa mengkonversikan nya menjadi gol.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
18 December 2013
raysistance
Posted by raysistance
29 October 2013

SAAT ELANG IBU KOTA MENOLAK MAINSTREAM

"Bagi Lazio dan Laziale ini lebih dari sekedar perebutan gelar juara, ini soal harga diri La Prima Squadra Della Capitale yang berarti Klub pertama ibu kota"

Apa yang terlintas dibenak Anda ketika mendengar nama Societa Sportiva Lazio atau biasa disingkat SS Lazio atau jika mau lebih singkat, sebut saja Lazio? Sederet pemain mega-bintang di era 90-2000 yang berhasil menahbiskan Lazio sebagai Raja Eropa di tahun 1999/2000 kala bersua Manchester United di ajang Piala Super Eropa kah? Ya bisa saja. Lebih dari satu dekade yang lalu, nyaris semua klub Serie A akan tunggang-langgang ketika berhadapan dengan Lazio, ibarat kata Lazio adalah dream-team di eranya. Bahkan hingga saat ini saya menulis, belum saya temukan dream-team seperti Lazio. Ambil saja contoh kecil dari transfer brutal Manchester City dan Real Madrid, demi membangun dream-team kedua klub ini tak tanggung-tanggung menggelontorkan dana yang cukup jika ingin membentuk satu klub baru divisi 3 - bahkan Liga Super Indonesia - Laziale (sebutan fans Lazio) pun akan setuju jika Sergio Cragnotti adalah Presiden klub terbaik dunia.

Read More
andhikamppp
Posted by andhikamppp
24 October 2013

PESAN CINTA LEWAT SEPAKBOLA

" Saya jangan diganggu dulu. Saya siap miskin untuk negara ini."

Beberapa waktu lalu, di twitter kalimat tersebut sempat menjadi bahasan utama, seperti yang kita tahu kalimat tersebut disampaikan oleh bintang muda sepakbola Indonesia, Evan Dimas Darmono ketika ditawari menjadi bintang iklan di salah satu produk dengan bayaran cukup tinggi. Yaa seperti yang kita tahu, prestasi Timnas Indonesia U-19 memberikan "efek bintang" terhadap para pemainnya, terlebih kepada Evan Dimas selaku kapten dan kerap menjadi penentu kemenangan tim.

Sepakbola, dewasa ini telah menjadi komoditi bisnis yang luar biasa besar dari pasar kecil, sampai industri besar banyak yang mulai menggunakan sepakbola sebagai media promosinya, hal itu tentu saja berimbas pada para pelaku sepakbola baik pelatih pemain terlebih kepada klub itu sendiri. Tapi ternyata tidak semua para pelaku sepakbola sudi untuk "mengorbankan sepakbolanya" demi secuil materi, dia lebih memilih untuk fokus pada apa yang dia bela, yang dilakukan Evan itu merupakan contoh kecil.

"Diluar" sana Evan bukan satu satunya contoh dalam hal itu ...

Read More