Tag archive

Waktu

Membagi Fokus

oleh

Hari ini, jika melihat tanggalan yang tertera pada setiap tulisan, tepat dua bulan saya tidak menerbitkan tulisan baru. Berdasarkan riwayat arsip, terakhir tulisan diterbitkan di tanggal 13 April. Dan jika tidak salah ingat, tulisan yang terbit di tanggal tersebut adalah tulisan yang sudah saya tulis jauh hari sebelumnya. Disimpan sebagai draf, kemudian saya terbitkan. Artinya, sudah lebih dari dua bulan saya tidak menulis apa-apa untuk blog ini. Sebagai seorang penulis digital yang banyak mimpi dan omong kosong hal ini tentu jauh dari menyenangkan.

Malas? Mungkin. Lanjutkan Membaca …

Bagaimana Kita Jatuh Hati?

oleh

Waktu tak pernah berencana untuk diam, beristirahat sekedar membuang lelah. Waktu akan senantiasa berlari dengan irama yang sama, konstan tak pernah berubah seolah memaksa kita untuk tumbuh kembang beriringan dengan waktu yang terus berjalan. Tak diizinkan sekalipun kita untuk berputar arah atau jalan kebelakang, tak akan pernah bisa. Sekarang ini yang bisa kita lakukan hanya ikut menapak arah bersama waktu, melanjutkan cerita yang telah dimulai, menyelesaikan bait demi bait skenario hidup yang telah dicetak rapi dalam naskah bernama waktu. Sedang untuk waktu yang sudah tertinggal jauh hanya bisa kita tertawakan, atau tangisi?, terserah. Lalu di kemudian hari, kita akan mengejawantahkan beberapa hal pada waktu yang tertinggal itu. Untuk memaparkan pertanyaan yang tak sempat terjawab sebelumnya, atau setidaknya untuk menerjemahkanya ke dalam bentuk cerita.

Dan tentang pertanyaan-pertanyaan itu, ada satu yang kerapkali muncul setiap kali aku dipaksa mengingat waktu bagaimana cerita ini bisa bermula, tentang kita. Sudah sangat lama sejak hari itu, namun masih cukup hebat untuknya membuncahkan pikiran ini setiap kali aku mengingatnya. Pertanyaan yang aku pikir, akan sehebat apapun kita berdiskusi, berbincang sepanjang siang-sampai petang, tak akan pernah kita temui jawabnya. Meskipun pertanyaan itu sangat sederhana : bagaimana bisa kita saling jatuh hati?. Lanjutkan Membaca …

Membagi Waktu

oleh

Apa yang Anda bisa bayangkan ketika Anda memiliki hobi membaca, menonton, bermain games, dan sekaligus tidur? Menyenangkan? Tentu saja, setidaknya untuk saya yang memiliki variasi hobi yang disebutkan sebelumnya, melakukan semua itu sungguh menyenangkan. Namun, ada hal yang harus saya korbankan setiap kali saya merasa harus melakukan aktivitas hobi itu secara khidmat. Waktu. Untuk dapat fokus ketika melakukan itu semua saya tidak boleh melakukan kegiatan lain secara simultan, yang dengan terpaksa saya harus menghabiskan banyak sekali waktu hanya untuk membaca, menonton, bermain games atau tidur. Tidak terlalu menjadi masalah sebenarnya jika saya masih hidup sendirian. Bagaimanapun, bukankah sudah menjadi hak saya sepenuhnya untuk apa saja waktu saya habiskan. Tapi sekarang, ketika saya telah menjadi seorang ayah, menjadi seorang suami, di setiap detik yang saya miliki ada hak-hak keluarga kecil ini untuk melihat saya sebagai kepala keluarga, bukan sebagai manusia yang hanya melakukan aktivitas pemuas suka segala kegiatan pribadinya. Lanjutkan Membaca …

Go to Top