Tag archive

Sungai

Kotaku di Waktu itu

oleh

Dan kemudian aku pun tertawa sedemikian riang bersama mereka, teman-temanku, dengan kemampuan sepeda yang amat terbatas sedang melaju adu cepat. Suara gelas bekas air mineral kemasan yang disimpan di antara ban dan batangnya terdengar begitu khas. Orang-orang yang kami lewati di sepanjang perjalanan hanya bisa menggeleng, menertawakan keseruan yang kami buat. “Yeah, aku menang,” Aris pemilik sepeda berwarna ungu sampai duluan “lambat sekali kalian” ia menambahkan setelah dua orang temannya sampai, satu setengah menit kemudian. “Kau curang, kan perjanjiannya tidak boleh lewat jalan pintas!” Irpan protes kepada Aris. Yang dijawab hanya dengan ‘hehe’ dan satu garukan pada kepalanya yang tidak gatal. “Sudahlah, tidak ada hadiahnya bukan? Ngapain berantem, sih. Apa kita langsung turun aja, nih?” sambil tersenyum, aku, anak kecil terakhir yang tiba memberikan sebuah gagasan. Lanjutkan Membaca …

Go to Top