Tag archive

suami

Disparitas dan Isi Kepala Suami Idaman

oleh

Hal yang paling mengusik hari-hari manusia adalah berpikir. Ketika hendak bepergian, kita berpikir tentang tujuan, rute, transportasi, dan biaya. Atau ketika ingin makan pun kita juga memikirkan soal jenis makanan, rasa, porsi, dan biaya. Bahkan hal sederhana seperti ngupil juga berangkat dari pertimbangan waktu, tempat, dan metode pencukilan upil itu sendiri. Berpikir itu sendiri merupakan aktivitas yang menyatukan ide-ide menjadi keputusan. Kita menyatukan ide “lampu merah” dan ide “berhenti” menjadi keputusan untuk menghentikan laju kendaraan saat lampu merah menyala. Nilai proposisi di sini hanya dua, benar atau salah. Keputusan berhenti saat lampu merah menyala adalah benar. Sedangkan menerabas lampu merah adalah salah. Nah, jadi tidak mungkin muncul pilihan ketiga, seperti berhenti sekaligus menerabas lampu merah. Lanjutkan Membaca …

Pergi Ke Pasar

oleh

Saya percaya anda tidak akan membicarakan hal yang kurang baik jika saya bercerita tentang apa yang biasa terjadi di rumah. Tentang bagaimana saya yang hampir tidak pernah sama sekali membantu istri untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Membiarkan istri bangun lebih awal demi menyiapkan satu cangkir teh manis beserta kudapan yang bisa mengganjal perut ketika saya harus meninggalkan rumah selepas dua rakaat pertama setiap harinya. Dan juga ketika ia selalu memastikan makanan penutup hari di waktu malam selalu hangat setiap saya kembali ke rumah di waktu empat rakaat terakhir. Ah, padahal kami sama-sama bekerja di luar rumah. Tetapi pastilah tenaga yang ia keluarkan berlipat jauh dibandingkan saya.

Tetapi jikapun anggapan buruk itu ada, biar sajalah. Dan semoga saja satu cerita berikutnya bisa meyakinkan anda semua -dan anda harus percaya bagaimanapun akan ada saatnya seorang laki-laki akan menunjukan rasa tanggung jawab kepada keluarganya, ya meski dalam kasus ini porsinya teramat kecil. Lanjutkan Membaca …

Sabar Ya Nak

oleh

Darimana saya harus memulai ?? Ah , iya. Ini cerita di suatu malam, antara kami –saya dengan istri yang saling bertatapan lama sekali. Kami berniat untuk berbicara banyak tentang satu dua hal yang boleh jadi teramat penting. Tapi malam itu, selain suara pendingin ruangan yang mulai rusak tak ada sedikitpun suara di kamar kami yang kecil itu. Ini cerita di suatu malam, antara kami yang bercerita banyak tanpa bicara, yang cuma bisa saling menatap, khidmat. Dipisahkan malaikat kecil yang tersenyum dalam tidurnya. Aduhai, sungguh menggemaskan.

Semua diam tadi sebetulnya tentang anak kecil itu. Anak kecil yang mulai pagi setelah malam itu ditinggalkan kedua orang tuanya , setidaknya sembilan jam di hampir setiap hari. Lanjutkan Membaca …

TESTPACKNYA NEGATIF

oleh

“Dari sekian ratus milyar sel sperma yang kebuang. Akhirnya ada yang berbuah”

Sama kaya pengantin baru kebanyakan, cepet punya momongan adalah salah satu program jangka pendek yang harus cepat cepat segera tercapai. Usaha aja ga cukup buat memenuhi ambisi ini, doa paling penting dan tentu saja “ridho” dari Sang Pencipta. Setelah semua usaha dan doa kami lakuin, kami gagal di kesempatan pertama.

Gue pernah denger satu kalimat bijak “Kecewa berawal dari harapan yang terlalu tinggi” dan iya, saat itu gue sangat sangat kecewa. Gue sangat berharap istri bisa hamil di bulan pertama kami nikah, tapi kenyataannya ?? Dan sempet emosi jadi labil karena itu, padahal lagi bulan ramadhan kemarin. Sempet bete sama istri, juga sama diri sendiri. Dan bodoh kalo gue pikir pikir, untuk apa marah marah?? bete ga jelas karena anak itu adalah sebuah rezeki, dan semuanya sudah diatur sama Maha Pemberi Rezeki. Untungnya gue cepet sadar, minta maaf sama istri, minta maaf sama Allah.

Sejak saat itu, sekuel kedua dalam film berjudul reproduksi kembali dimulai.

Lanjutkan Membaca …

Go to Top