Tag archive

resolusi

Cerita Akhir Tahun

oleh

“Mau minum teh manis hangat, bageur?”. Senja yang sudah hilang sedari tadi tidak serta membuat langit menjadi gelap. Lihatlah, dari jendela kamar rumah sakit terlihat langit masih terang memesona akibat hiruk pikuk manusia, dengan kembang api yang mereka nyalakan bergantian, menyambut malam pergantian tahun. Ia, wanita yang kutawari segelas teh hangat itu, mengangguk manja, “jangan terlalu panas ya, Ayah”. Aku tersenyum, tanganku terampil menuangkan air kedalam gelas sebelum memasukan satu buah teh celup beraroma khas, juga dengan satu-dua sendok gula. Lalu kemudian aku sodorkan, gelas itu, kepada pemiliknya. Ia yang sedang terbaring segera meminumnya perlahan. “Ayah” ia mengucap kata pelan. “Maaf” dengan rona kesedihan kata itu diucapkan sedemikian pelan. Lanjutkan Membaca …

Kata Terakhir Di Dua Ribu Empat Belas

oleh

Sekarang kita semua sudah sampai di penghujung tahun, tinggal beberapa hari sampai kita harus mengganti semua almanak yang menggantung atau yang diletakan sembarang dengan -tentu saja almanak yang baru. Ah, itu mudah terlalu mudah cukup mengeluarkan lima sampai sepuluh lembar uang ribuan untuk membeli satu dua almanak, atau makan siang di restoran cepat saji untuk mendapatkannya dengan gratis setelah membayar tagihan untuk makan siang tadi. Tapi siapa peduli dengan almanak konvensional ?? Dewasa ini, bahkan sudah banyak rumah yang tidak punya almanak, fitur yang ada di seluler sudah lebih dari cukup untuk manusia mengingat penanggalan, jadi, mari berhenti membahas tentang itu.

Tahun ini segera habis, seperti sebelumnya manusia manusia dipenjuru dunia menyibukan diri untuk merayakan pergantian detik di akhir malam tanggal tiga puluh satu Desember. Sebagian lagi membuat daftar resolusi yang akan dilakukan di tahun yang baru nanti yang lebih dari separuhnya adalah resolusi yang dibuat tahun kemarin kemudian di copy-paste untuk resolusi tahun ini, ah , boleh jadi resolusi tahun kemarin adalah resolusi tahun kemarinnya lagi, jadi kita membuat resolusi yang sama setiap pergantian tahun. Antara menjadi mainstream untuk ikut-ikutan bikin resolusi musiman, atau memang tak ada keinginan untuk wujudin resolusi itu, atau keduanya ?? Entahlah. Lanjutkan Membaca …

PAGE 2 OF 365

oleh

“Karena ga semua hal baik buat orang, baik juga buat kita, atau sebaliknya”

Kemaren adalah hari broadcast dan copy paste sedunia, … sesuai tweet gue malemnya, dan itu kejadian paginya, bangun pagi -yang sebenernya jarang banget gue lakuin pas hari libur- di BBM udah nongol belasan atau mungkin puluhan kalo ga dihapus sebelumnya, ucapan “Selamat tahun baru” dari 1 orang kreatif dan sisanya dari orang yang ga mau cape tapi dengan hebatnya bikin cape gue buat ngehapusin broadcast messages yang isinya hampir sama, persis.

Hari ini sebenernya ga terlalu beda sama hari kemarin, cuma angka “3” yang berganti ke angka “4” di pojok atas kalendar yang sebagian besar ga beli, mungkin hadiah dari toko toko diskonan di akhir taun kemaren. atau mungkin yang beda adalah waktu bangun sebagian besar manusia yang lebih siang dari biasanya, dan warung warung yang terlambat buka karena yang punya terlalu lelah setelah tadi malem niup terompet dan ngeliatin kembang api. Sisanya ?? sama, kita masih bernafas hari ini. Dan ayo berlomba-lomba untuk membuat resolusi terkeren, terbaik, kemudian membuat list dimana-mana, list apa yang harus dicapai di tahun berikutnya. List yang dibuat banyak banyak, dan bulan depan kemungkinan udah lupa, apa aja yang harus dicapai, lebih lebih, bulan depan udah bikin list baru, ngelupain hegemoni saat membuat resolusi massal, kemarin dan hari ini.

Sedangkan gue, ngelewatin pergantian tahun dengan maen PES yang balik lagi ke 2013 (juga ngebantai lawan tanding gue, 3 kali 3 kosong) dan candy crush yang 3 hari stuck di level 80.

Lanjutkan Membaca …

Go to Top