Tag archive

Pernikahan

Tahun Ketiga

oleh

Jahanamnya kemacetan ibukota adalah kelaziman. Ia terjadi setiap hari, seperti sekarang ini ketika aku berada di tengah-tengahnya. Suara klakson saling bersahutan berelaborasi menjadi sebuah simfoni yang merdu, namun tetap saja menjemukan. Sinar matahari di luar sana sudah sedemikian terik. Kekhawatiran terlambat untuk segala aktivitas mulai terlihat melalui wajah-wajah cemas anak manusia di dalam bus kota. Ya, aku berada di antaranya. Dalam kondisi seperti ini apa yang bisa kulakukan selain diam, melamun menunggu bosan. Aku melihat arloji di tangan kiriku. Jam delapan lewat dua puluh dua menit, dalam lamunan itu pikiranku berkelebat ke waktu beberapa tahun yang silam.

Waktu yang sama, tiga tahun yang lalu. Lanjutkan Membaca …

Dua Puluh Satu Juni

oleh

Butiran embun menetes terburu-buru menggenapi tanah yang dari semalam sudah basah. Hanya sebentar sebelum kemilau asa dari ufuk timur datang untuk menghilangkan sisa-sisa hujan semalam, sedikit demi sedikit menghangatkan sejuta keinginan. Aku menatap bumi melalui kaca yang terbingkai dari dalam kotak besi yang bergerak perlahan, menegangkan.  Aku tidak bisa tidak tersenyum setiap kali mengingat kata bijak itu. Pagi adalah sebuah berkah yang indah, tak masalah ia datang dalam cerah atau mendung karena bagaimanapun pagi adalah awal untuk memulai sesuatu yang disebut kehidupan. Pun dengan pagi ini, ketika aku akan memulai sebuah cerita panjang kehidupan.

Pukul enam tiga puluh tepat. Di bawah pohon beringin besar yang terbaris rapi –yang seolah dipaksa untuk tumbuh berdekatan burung-burung gereja berkicau riuh. Satu dua malah hinggap dekat trotoar pejalan kaki. Berloncat-loncatan saling menggoda pasangan. Aku memerhatikannya, terpesona melihat burung-burung yang sedang mabuk cinta. “Sudah siap??” kaca diketuk dari luar, orang yang entah siapa tak kukenal bertanya dengan ramah.  Aku menarik nafas dalam sekali, lalu tersenyum, ada jeda beberapa saat sebelum aku sempat untuk menjawab, kemudian kututup dengan anggukan kecil. Duhai, pagi ini sungguh akan menjadi luar biasa dan semoga saja semesta sudi untuk bekerja sama. Lanjutkan Membaca …

DUA PULUH LIMA

oleh

Kali pertama tahun ini, semenjak gue bisa nginget apa yang harus diingat, gue lupa kalo gue ulang tahun, Babak kedua Chelsea Vs Man Utd semalem, iyaa yang semalem MU kalah, ditengah pertandingan ada sms masuk ke hape, teng tong, ucapan ulang tahun, dari dia yang selalu jadi pertama di 6 tahun kebelakang, ah entahlah siapa yang membuat tradisi harus ngucapin “selamat ulang tahun” tepat jam 12 malam, dan hebatnya dia (juga gue biasanya) terus menjaga tradisi itu selama 6 tahun terakhir. Doa yang selalu sama tapi ga pernah bosen dengernya karna selalu ada improvisasi materi baru di tiap tahun. Setelah selesai balas sms, dan ditambah beberapa kalimat ditelfon yang memakai pulsa, gue baru sadar kalo gue ulang tahun, beda dengan tahun kemarin, kali ini gue ulang tahun yang ke 25.

20 Januari 25 tahun yang lalu, atas kerendahan hati seorang hawa bernama Ibu, gue dengan nangis lahir kedunia, jam 10 pagi katanya (berarti yang ngucapin selamat ulang tahun jam 12 malam itu kecepetan). Gue lahir dari perkawinan bokap sama nyokap, kata mereka gue lucu waktu lahir, padahal lagi nangis, Terus ga lama dikasih nama Andhika Manggala Putra Pratama Partakusumah, kepanjangan tapi katanya artinya bagus. Yaudah gue ga bisa nolak. soalnya emang ga bisa waktu itu. Eh, udah dikasih nama panjang panjang dari kecil dipanggil nya ucha U-C-H-A , dikasih nama 42 karakter tapi dipanggil dengan cuma 4 karakter, padahal waktu itu belum ada twitter dipanggil nama lengkap juga ga masalah ga akan ngabisin karakter , ataupun kalo udah ada twitter pun masih nyisain 98 karakter, 93 kalo tiap spasi diitung. Dan lebih bete 2 tahun kemudian nama gue dibajak 80% nya sama orang tidak bertanggung jawab, iya 2 tahun kemudian muncul andhika kawe. Gue punya kakak tiga, cewek semuanya. Makanya pas gue lahir sebagai cowok bokap katanya seneng banget, Makanya dikasih nama Andhika, kalo lahirnya cewek mungkin namanya Andina,

Katanya, bokap sangat berharap pas udah gede kelak anak lelaki pertamanya bisa nerusin nama keluarga, bisa jadi sosok yang diandelin kelak, bisa jadi payung untuk keluarga, kebanggaan keluarga, dan hal hal positif lainnya.

20 Januari kali ini .. gue ngerasa takut kalo bokap nyesel punya anak kaya gue ….

Lanjutkan Membaca …

Go to Top