Tag archive

Naskah

Proses 2.0

oleh

Jika kelak saya memiliki karir yang baik dalam dunia kepenulisan. Saya akan menandai tahun dua ribu enam belas sebagai awal mula saya belajar menulis. Lalu apa yang terjadi dengan tulisan-tulisan saya sebelum itu? Jika Anda pernah membacanya lalu ingin meludahi tulisan-tulisan lama saya. Mari, saya akan dengan senang menemani Anda. Apakah berarti saya tidak menghargai tulisan saya sendiri? Bukan. Justru sebaliknya, saya ketika itu benar-benar tidak pernah menghargai apa yang namanya belajar. Proses. Oleh karena itu saya jauh sekali dari pantas untuk disebut sebagai penulis. Namun, apabila Anda sekarang ini, pada tulisan-tulisan saya yang baru, masih ingin meludahinya. Sebentar dulu, biarkan saya menjelaskan sesuatu. Lanjutkan Membaca …

Proses

oleh

Ketika pertama kali saya memutuskan untuk menulis pada media digital. Sungguh saya hanya ingin menulis, membagikannya, dan jika beruntung, ada yang membacanya. Tak lebih dari itu. Peduli setan dengan jumlah pengunjung,  jumlah komentar, atau apapunlah yang semacam itu. Saya menulis, sesekali saya berbagi, jika ada yang membacanya, syukur, jikapun tidak, ya sudah. Oleh karena itu saya sama sekali tidak merasa perlu untuk mempercantik tampilan blog saya ini demi kenyamanan mata para pembaca. Atau memerhatikan kaidah penulisan? atau tata letaknya? Masa bodoh. Saya yang menulis, saya pemilik blog ini. Jika tampilan blog ini buruk, jika tulisan pada blog ini sangat berantakan, urusan Anda apa? Pikir saya kala itu. Sombong sekali manusia bodoh satu ini. Namun, seiring perjalanan saya dalam dunia tulis digital, saya menemukan beberapa fase yang membuat saya sadar betapa bodohnya saya ini. Sudah bodoh, sombong lagi. Bedebah. Lanjutkan Membaca …

KEJUTAN TERBAIK DARI TUHAN

oleh

“Laiknya sebuah kejutan, kita tidak pernah bisa memilih seperti apa kejutan yang kita dapatkan, dan hidup dalam keluarga ini adalah kejutan terbaik yang Tuhan berikan untuk kami.”

Jadi minggu kemaren pas balik ke rumah, gue, adek, babeh sama ibu ngobrol, yaa obrolan singkat keluarga lah yang selalu kita usahain rutin tiap isi rumah lagi lengkap. Kebetulan adek gue baru balik dari gaweannya di ujung timur Indonesia sebelah sana.

Awalnya kita bahas tentang apa yang harus kita lakuin kedepan, rencana kita sebagai anak, dan harapan mereka sebagai orang tua, ini jadi obrolan yang cukup “berat” karena menyangkut sebuah pertanggung jawaban maha besar dikemudian hari, dan gue ga bisa ceritain itu disini. Dan Babeh, selalu berhasil bikin suasana obrolan makin anget, makin bikin males keluar rumah lagi, kali ini beliau “ngebawa” kita ke masa-masa saat gue dan adek gue masih kecil.

Saat kami cukup kesulitan, bahkan untuk sekedar ngerasain enaknya makan nasi …

Lanjutkan Membaca …

Go to Top