Tag archive

mimpi

Kupu-Kupu Malam

oleh

Ia berdiri di dalam hujan yang berjatuhan perlahan, bersandar pada sebatang tiang dengan lampunya yang mulai padam. Ia, wanita itu, hanya menatap nanar ke sekelilingnya yang gelap. Sudah lewat tengah malam dan tak ada satupun batang hidung yang tampak sepanjang tamasya di sudut stasiun kota. Bahkan ketika hujan perlahan-lahan menderas, ia masih tetap setia pada posisinya, tidak bergerak walau selangkah. Sesekali dari mulutnya terucap sepatah dua patah kata halus yang merayu dan memanja. Namun kemudian kepalanya menunduk, menyembunyikan sesuatu yang mulai keluar dari matanya yang bulat. Tangisan itu, yang kini tersamar oleh butiran air hujan. Lanjutkan Membaca …

Langkah Selanjutnya

oleh

Saya suka membaca dan saya memiliki tingkat agresivitas yang cukup tinggi dalam membaca, apapun itu bentuknya, email-email yang harus dibaca, artikel menarik dari beberapa situs, dan linimasa twitter adalah salah satu diantaranya. Baiklah, jika kesemua itu tadi dianggap aktivitas atau tuntutan dari keseharian, saya akan mengambil contoh lain. Sedari kecil saya sempat dan masih mengoleksi bacaan fisik seperti novel, komik, tabloid dan beberapa potong koran. Saat saya masih belum terkontaminasi dampak negatif teknologi, mereka itulah yang menyita waktu saya. Kombinasi terbaik saat makan adalah : tangan kanan makanan dan tangan kiri buku. Entah berapa banyak buku yang sempat basah karena dibawa ke kamar mandi. Sekarang –meski tak seaktif dulu aktivitas itu masih suka saya lakukan. Ehm, maaf. Jadi bolehkan saya mengklaim­ kalau saya suka membaca ??

Saya suka menulis dan saya memiliki tingkat agresivitas yang cukup tinggi dalam menulis, apapun itu bentuknya, email-email yang harus dibalas, mengomentari artikel menarik dari beberapa situs, dan memenuhi linimasa twitter adalah salah satu diantaranya. Baiklah, jika kesemua itu tadi dianggap aktivitas atau tuntutan dari keseharian, saya akan mengambil contoh lain. Ehm, sebentar dulu. Contoh yang lain, apa ?? Menulis cerita di tabloid remaja ?? menulis puisi di surat kabar akhir pekan, menulis opini di situs-situs bertraffic tinggi ?? atau sekedar memenuhi blog dengan tulisan-tulisan entah apapun lah itu bentuknya ??

Mengingat kebeberapa waktu belakang. Sial, ternyata saya tak sesuka itu dalam menulis.

Lanjutkan Membaca …

Go to Top