Tag archive

menulis

Penulis Murah(an)

oleh

Beberapa waktu yang lalu, di twitter, saya mengunggah tangkapan layar dari sebuah situs penyedia jasa kerja yang salah satunya adalah jasa menulis lepas. Beberapa orang teman yang memiliki minat sama dalam menulis memberikan respon untuk tangkapan layar yang saya unggah tersebut. Responnya mayoritas negatif. Saya menebak, mereka boleh jadi mengerenyitkan dahi ketika melihatnya. “Ini apa!?” Mungkin itu yang ada di benak mereka. Tambahkan tanda seru dan tanda tanya sekaligus jika diperlukan. Seratus biji. Bagaimana tidak, tangkapan layar itu menunjukan sebuah lowongan pekerjaan tulis lepas yang berisi persyaratan luar biasa njlimet dengan bayaran yang memprihatinkan. Rp 170.000 untuk 10 artikel. Sekali lagi, seratus tujuh puluh ribu rupiah untuk sepuluh artikel. Lanjutkan Membaca …

Proses 2.0

oleh

Jika kelak saya memiliki karir yang baik dalam dunia kepenulisan. Saya akan menandai tahun dua ribu enam belas sebagai awal mula saya belajar menulis. Lalu apa yang terjadi dengan tulisan-tulisan saya sebelum itu? Jika Anda pernah membacanya lalu ingin meludahi tulisan-tulisan lama saya. Mari, saya akan dengan senang menemani Anda. Apakah berarti saya tidak menghargai tulisan saya sendiri? Bukan. Justru sebaliknya, saya ketika itu benar-benar tidak pernah menghargai apa yang namanya belajar. Proses. Oleh karena itu saya jauh sekali dari pantas untuk disebut sebagai penulis. Namun, apabila Anda sekarang ini, pada tulisan-tulisan saya yang baru, masih ingin meludahinya. Sebentar dulu, biarkan saya menjelaskan sesuatu. Lanjutkan Membaca …

Cerita Akhir Tahun

oleh

“Mau minum teh manis hangat, bageur?”. Senja yang sudah hilang sedari tadi tidak serta membuat langit menjadi gelap. Lihatlah, dari jendela kamar rumah sakit terlihat langit masih terang memesona akibat hiruk pikuk manusia, dengan kembang api yang mereka nyalakan bergantian, menyambut malam pergantian tahun. Ia, wanita yang kutawari segelas teh hangat itu, mengangguk manja, “jangan terlalu panas ya, Ayah”. Aku tersenyum, tanganku terampil menuangkan air kedalam gelas sebelum memasukan satu buah teh celup beraroma khas, juga dengan satu-dua sendok gula. Lalu kemudian aku sodorkan, gelas itu, kepada pemiliknya. Ia yang sedang terbaring segera meminumnya perlahan. “Ayah” ia mengucap kata pelan. “Maaf” dengan rona kesedihan kata itu diucapkan sedemikian pelan. Lanjutkan Membaca …

Tutorial Jika Tidak Memiliki Materi Tutorial

oleh

Dalam ranah tulis digital terdapat sebuah mitos menggelikan, bahwasanya untuk lebih diperhatikan oleh Sang Dewa digital kita mesti menjadi penulis yang bermanfaat bagi penulis lain. Misalnya menulis jawaban tugas-tugas mata kuliah lengkap dengan landasan teori, keterangan, penjelasan ilmiah serta daftar pustaka. Atau di waktu lain, membagikan informasi lomba, informasi pekerjaan, atau malah Anda sendiri yang membuat lomba dan memberi pekerjaan untuk para penulis lain. Tapi, manfaat tidak melulu tentang tetek bengek seperti itu. Untuk menjadi bermanfaat Anda bisa dengan mudah melakukannya tanpa harus kuliah, tanpa harus membuat lomba atau memberi pekerjaan. Dengan begitu, penulis kere seperti saya pun sah-sah saja jika ingin memiliki manfaat. Caranya? Buaanyaakk. Tapi saya tidak akan menulis semua. Khawatir tulisan ini malah akan menjadi novel jika saya tulis semuanya. Saya ambil contoh paling sederhana. Untuk menjadi bermanfaat buatlah satu tulisan ringkas tentang tata cara, bagaimana untuk dan seperti itulah. Njelimet? Baiklah, saya sederhanakan begini, sebut saja : membuat tutorial. Lanjutkan Membaca …

Ketidakpekaan Kamu dan Kesemuan Kita

oleh

Kamu tidak lagi menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Semua sudah tiada, ketika kita sepakat untuk tidak meneruskan. Satu hal penting dalam hidup selama aku berkeliling

“apa-apa yang terburu-buru tidaklah enak”. 

Dan kamu melakukannya. Aku sengaja melonggarkan waktu untuk kita dengan tujuan mengenal lebih jauh kita agar tidak terperangkap dalam relung hati, tapi kamu berusaha terburu-buru dan tidak mengindahkan kodeku. Kemudian kita bersama, lalu kamu tidak suka pada beberapa bagian, lalu aku pun juga sama. Hasilnya? Kita berusaha sempurna di mata orang lain, tapi hati kita tidak nyaman. Tragis. Lanjutkan Membaca …

Go to Top