Tag archive

Keluarga

Anak & Telepon Genggam

oleh

Telepon genggam bagaikan dua sisi mata pisau yang memiliki sifat berlawanan. Di satu sisi, ia memberikan banyak sekali kemudahan untuk penggunananya. Banyak hal yang dulu harus dilakukan melalui berbagai medium, sekarang bisa diwakili oleh satu perangkat saja. Di sisi lain, ia juga hadir sebagai medium yang adiktif, memberikan efek ketergantungan yang luar biasa, menyita hampir dari separuh waktu umat manusia. Negatifnya, hampir semua dari kita, seringkali lebih memilih asik dengan telepon genggam ketimbang dengan kehidupan sosial di sekitar sehingga melahirkan sebuah frasa baru: ‘generasi menunduk’. Lanjutkan Membaca …

Maaf

oleh

Hari pertama setelah libur cukup panjang. Aromanya masih terasa. Malas untuk beraktivitas di luar rumah. Satu minggu terakhir, di jam yang sama, aktivitas rutin yang saya lakukan adalah bermain tonjok-tonjokan dengan Si Jagoan. Membiarkan seluruh badan saya ditonjok pelan untuk kemudian saya balas dengan gelitikan. Sesekali kami bermain ke luar, mengunjungi destinasi kesukaannya, taman hiburan, kebun binatang dan semacamnya. Merelakan diri untuk dimonopoli waktu olehnya, sesukanya. Yang sama berikutnya, selama liburan saya (hampir) menutup diri dari dunia maya, Seperti biasanya. Yang berbeda, kali ini lebih banyak pesan masuk yang saya abaikan. Jauh lebih banyak. Lanjutkan Membaca …

Membagi Fokus

oleh

Hari ini, jika melihat tanggalan yang tertera pada setiap tulisan, tepat dua bulan saya tidak menerbitkan tulisan baru. Berdasarkan riwayat arsip, terakhir tulisan diterbitkan di tanggal 13 April. Dan jika tidak salah ingat, tulisan yang terbit di tanggal tersebut adalah tulisan yang sudah saya tulis jauh hari sebelumnya. Disimpan sebagai draf, kemudian saya terbitkan. Artinya, sudah lebih dari dua bulan saya tidak menulis apa-apa untuk blog ini. Sebagai seorang penulis digital yang banyak mimpi dan omong kosong hal ini tentu jauh dari menyenangkan.

Malas? Mungkin. Lanjutkan Membaca …

Panggilan Video

oleh

“Permisi!”

Malam yang teduh. Bintang entah disembunyikan oleh siapa. Awan atau gelap. Tidak jelas. Menyisakan langit di atas sendirian. Bulan yang pemalas juga belum datang. Tanpa lampu, sulit untuk menebak suara siapa yang muncul tiba-tiba dari luar pagar.

Aku bangkit dari dudukku di teras rumah. “Sebentar, ya, ada tamu,” sahutku ke anak kecil di dalam layar telepon genggam. Lanjutkan Membaca …

Liburan Akhir Tahun

oleh

Beberapa waktu yang lalu, sebelum saya pergi meninggalkan kota asal untuk bekerja di kota rantau, saya sempat berbisik pada Si Jagoan, “Dek, nanti ayah jemput, ya. Terus kita jalan-jalan, deh”. Ia tersenyum sebagai tanda sepakat dan tentu saja dengan harapan yang besar untuk Ayah menepati janji. Sore tadi, dua minggu setelahnya, saya melakukan panggilan video kepadanya, bertatap muka jarak jauh, untuk sekadar melepas rindu. Panggilan tersambung setelah nada tunggu ketiga. Neneknya yang menerima untuk kemudian beliau teruskan kepada Si Jagoan. Ia berlari ke arah yang berlawanan, menjauhi telfon genggam. “Gak mau” katanya kepada nenek. “Marah, Yah,” kata Nenek, “Ayah janji jemput, kan? Dia nagih, tuh”. Lanjutkan Membaca …

Go to Top