Tag archive

Indonesia

WISGR Alternatif Untuk PC Games Action Adventures

oleh

Belakangan ini banyak hal yang terjadi di Indonesia yang mendapat perhatian dunia internasional. Yang menyenangkan, perhatian yang datang tidak melulu karena hal negative seperti apa yang terjadi di masa lalu. Seperti misalnya, penyanyi dan musisi asal Indonesia yang mendapatkan atensi di kancah musik internasional, lakon film yang diputar dan mendapat penghargaan di berbagai festival film mancanegara. Yang terbaru, masih dari industri hiburan, ada Guklabs-Games Developer asal Jakarta yang menarik perhatian dunia lewat WISGR game yang akan segera mereka rilis. Lanjutkan Membaca …

Satu Langkah Lagi, Garuda

oleh

Siapa menyangka tim sepakbola negeri ini, meski pincang di awal, bisa berlari sedemikian jauh pada perhelatan sepakbola akbar se-Asia tenggara dalam tajuk Piala AFF 2016. Padahal di awal tahun, sepakbola negeri ini masihlah dirundung duka akibat dimatikan secara sepihak karena olah pikir ketidakbecusan para penguasa yang semena-mena. Dan di akhir tahun, kita berada di ujung jalan untuk memperebutkan singgasana tertinggi di sebelah tenggara asia melawan mereka, negeri gajah putih, sang penguasa sementara. Siapa menyangka.

Terakhir kali kita merasakan sensasi yang sama, berada di atas untuk level teratas, itu lebih kurang enam tahun lalu. Di ajang yang sama. Lanjutkan Membaca …

Happy Birthday Inter

oleh

Kala itu saya pernah, pada berbagai kesempatan, memperkenalkan diri sebagai seorang pendukung dari salah satu klub sepakbola yang ada di Italia. Sejati ?? Entahlah rasa-rasanya tak perlu sejauh itu jika tujuannya hanya untuk berkonfrotasi dengan khalayak ramai, lawan atau kawan. Kala itu pula saya menjadi salah satu yang paling marah ketika klub itu dikutuk atau dihina dengan semena-mena oleh  pendukung klub lawan untuk berbagai alasan. Dan juga saya termasuk dari bagian yang menjadi rusak mood-nya ketika klub itu sedang kalah dan menjadi yang paling berbahagia ketika sedang bermain cantik lalu menang.

Kala itu saya termasuk yang tak sudi untuk kehilangan satu pertandingan pun klub itu bermain. Tengah malam, hujan lebat, sakit sedang, jarak jauh belasan atau puluhan kilometer, itu persoalan kecil belakangan lah bisa kita pikirkan. Tapi demi bisa senantiasa duduk manis di depan layar untuk menonton klub itu bertanding, saya akan lakukan apapun persoalannya. Pertandingan persahabatan yang tak mempertaruhkan apa-apa saja saya sanggupi apalagi jika dihadapkan pada pertandingan besar penuh gengsi. Kerja ?? Cuti sajalah, masih ada besok lusa.

Lanjutkan Membaca …

Berkompetisi Melalui Tulisan

oleh

Dalam sebuah kelompok, kompetisi menjadi sebuah kelaziman. Ia akan menentukan banyak hal. Bisa saja ia membicarakan tentang siapa yang menjadi individu terbaik dalam kelompok tersebut atau tentang ajang unjuk diri demi sebuah popularitas atau secara garis besar kompetisi akan berbicara tentang siapa mengalahkan siapa. Bagaimanapun berita baik dari sebuah kompetisi adalah setiap individu yang terlibat didalamnya akan terpacu untuk berusaha menampilkan yang terbaik yang ia miliki.

Dan ketika saya bergabung dalam sebuah kelompok blogger –orang yang mendedikasikan waktu luangnya untuk menulis sedikit banyak di media dalam jaringan maka hanya tinggal menunggu waktu kami akan terlibat dalam sebuah kompetisi dalam kebiasaan yang kami jalani, ya apalagi kalau bukan menulis. Kompetisi itu bisa hadir dalam banyak variasi bentuk, suatu waktu kami berkompetisi untuk mengulas suatu produk dagang, atau diwaktu yang lain kami berlomba-lomba untuk menempatkan tulisan kami kedalam index mesin pencarian, dan yang terbaru sebagian dari kami akan mengikuti sebuah kompetisi yang bernama Liga Blogger Indonesia Lanjutkan Membaca …

Sepakbola Dari Ujung Teras

oleh

Senja di penghujung November, adalah rutinitas kami duduk di teras menghabiskan waktu dengan secangkir kopi untukku, dan segelas susu atau teh manis untuk dia – tentu saja, anak sekecil itu belum aku izinkan untuk terkontaminasi kafein kopi. Tak lama ibunya datang menyuguhkan pisang goreng kesukaan Daffa, nama anak itu, lengkap sudah amunisi kami untuk membunuh waktu, setidaknya sampai matahari benar benar tenggelam nanti. “Ini obrolan lelaki, Bunda” Daffa dengan sopan tapi tegas menolak permintaan ibunya untuk ikut bergabung.

“Kali ini tentang apa, nak??” aku mengeluarkan kalimat pembuka, yang selalu sama setiap Minggunya, rasa-rasanya anak ini memiliki banyak pertanyaan berbeda tiap minggunya, pernah Daffa menanyakan dampak kenaikan BBM yang dinaikan pemerintah beberapa waktu lalu, lain waktu tentang penyebab pemanasan global, cara membuat film kartun, mukzizat para Nabi, sejarah demokrasi, rasi bintang, zodiak, dan aku sampai terkejut saat Daffa bertanya “Ayah, Sasha Grey itu siapa??”. Aku terkejut karena dua hal : 1. Dengan siapa dia bergaul 2. Jangan jangan folder komputer lupa aku sembunyikan.

“Piala Dunia Ayah, di sekolah sedang ramai membicarakan itu” kalimat Daffa membuyarkan lamunanku tentang kemungkinan pertanyaan aneh lainnya. “Hahaha Ayah pikir tentang apa, lihat tadi kau bahkan mengusir ibu masuk” Aku tertawa lega topik kali ini tidak terlalu sulit nampaknya. Aku lancar menjelaskan tentang sejarah Piala Dunia, dimana pertama kali diselenggarakan, siapa juaranya, tim yang paling banyak meraih gelar juara, Daffa mantap mendengarkan sesekali dia mencatat agar tidak lupa. “Diego Si-me- … , siapa Ayah ??” Daffa kesulitan mengucapkan nama pemain tengah timnas Argentina di era 90-an akhir. “Diego Simeone nak, kau tahu David Beckham ?? Pelatih Inggris saat ini , 23 tahun yang lalu, di Piala Dunia Perancis gara gara provokasi Simeone itulah Beckham mendapat kartu merah, kau tahu ?? itu pertandingan sepakbola pertama yang Ayah tonton, nak” anak kecil itu menulis SIMEONE di kertas yang ia pegang. “Sejak pertama Ayah menonton sepakbola, sampai sekarang Inggris yang mereka sebut Tanah Kelahiran Sepakbola belum lagi menjadi Juara, rasa rasanya di Qatar tahun depan pun mereka tak mampu berbuat banyak, nah, kau mau bertaruh nak siapa juara Piala Dunia di Qatar tahun depan??” Daffa menggelengkan kepalanya, enggan.

“Kenapa Indonesia tak pernah ikut Piala Dunia, yah??”

Ada jeda beberapa saat setelah pertanyaan itu, aku gunakan beberapa detik waktu untuk meminum kopi yang mulai dingin, aku membutuhkan waktu beberapa detik lagi untuk bisa menjawab pertanyaan itu.

“Negeri ini tak mengizinkan kita untuk bermimpi, nak”

Ada jeda waktu yang lebih panjang untuk kami diam, wajah Daffa yang tampak bingung dengan jawabanku tadi menghiasi teras rumah kami, di sabtu senja di penghujung November. Lanjutkan Membaca …

Go to Top