Tag archive

Hati

Ruang Hati

oleh

Bagaimana jika kita memulainya dengan satu cerita lucu. Waktu aku, dengan wajah yang memerah, meminta kamu untuk menutup mata sebentar. Aku melangkah, mendekat, mengitari tubuhmu yang berdiri kaku, setengah putaran. Kamu bertanya, untuk apa, dan aku diam. Aku di belakangmu saat itu, tepat. Dengan satu perhiasan perak yang, malu-malu, aku pakaikan pada kain yang menutup hampir seluruh kepalamu. Matamu terbuka, dan kita berdua tersipu malu. Mata kita berbicara, tanpa suara, cukup lama. Sampai akhirnya, satu kecupan kudapatkan di kening, sebentar, namun dengan arti yang sebegitu dalam. Lanjutkan Membaca …

Si Anjing yang Memaafkan

oleh

Matahari sudah bersiap untuk pulang, cahayanya tak lagi hangat, digantikan senja yang begitu memesona. Di suatu bukit yang ribut terlihat seekor anjing liar kecil yang melangkah gontai, dengan kepala tertunduk berjalan dengan ekor menyentuh tanah, tak ada semangat barang sedikitpun. Seolah segala beban dalam kehidupan anjing sedang ia pegang.  Pada waktu yang berkelebat Si Anjing kecil kini tertelungkup di sebuah batu besar, “huh,” menghembuskan nafasnya pelan, matanya nanar memandang ke jauh entah. Pada waktu yang bersamaan, diiringi matahari yang undur diri, Ibu Si Anjing kecil datang menenangkan seperti bagaimana biasa yang dilakukan oleh ibu dalam kategori dunia manapun, “Oi, kenapa mukamu begitu menyebalkan untuk dipandang?” Lanjutkan Membaca …

Tentang Berpindah

oleh

Menunggu jelas bukan suatu kebiasaan, yang jika dalam waktu normal, sudi untuk saya lakukan. Terlebih jika dalam prosesi menunggu itu saya harus memerhatikan suatu objek yang membosankan. Astaga, bukankah itu membosankan sekali? Tapi dalam beberapa waktu terakhir, empat minggu kalau tidak salah, saya terpaksa harus melakukannya, beberapa kali bahkan dilakukan sedari pagi diam di satu tempat hanya bergerak beberapa langkah sampai senja melewati kepala demi suatu upaya untuk mempercantik suatu benda  yang nantinya akan menjadi peneduh ketika semesta sedang tidak bersahabat. Ketika Anda membaca tulisan ini, boleh jadi saya sudah berada di suasana baru, di tempat itu, tempat yang selama empat minggu ini selalu saya tunggui demi memerhatikan, memastikan prosesnya berjalan dengan baik-baik saja. Karena bukankah mereka, kita, para manusia seringkali lebih menunjukan potensi dan kemampuan ketika sedang diperhatikan?

Ah, sudahlah. Sebelum omong  kosong ini terlalu panjang. Saya ingin sedikit bercerita tentang apa yang sedang saya lakukan, yang seringkali melibatkan banyak sekali perasaan, tentang… berpindah. Lanjutkan Membaca …

Go to Top