Tag archive

FInal

Fiksi di Botinero

oleh

“Temui aku pukul 10 malam di Botinero”Javier Zanetti membaca pesan yang terpampang di  layar  telfon genggam canggihnya lalu memerosotkan nya ke saku kiri mantel hitam yang panjang nya mendekati lutut.

Angin malam berhembus cukup menusuk di pelataran Hotel Melia Milano ketika seorang pria bergaya necis berdiri di depan lobby dan tak lama kemudian sebuah taksi menghampiri nya. “Buonanotte, dove stai andando, signore?” sang supir membuka percakapan setelah pria itu masuk dan duduk di bangku belakang. “per favore mi navetta a questo indirizzo…” sang penumpang lantas menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan VIA S.Marco, 3, 20121 Milano. Taksi pun segera melaju menembus kota bergelimang cahaya yang suasananya layak dinikmati dan tidak akan di lewatkan begitu saja oleh si penumpang. Lanjutkan Membaca …

Kagok Juara

oleh

Selasa 4 November 2014 , Stadion Jakabaring Palembang menjadi saksi lolosnya Persib ke Final Indonesia Super League. Gol dari Beto dibalas oleh Vladimir Vujovic di akhir akhir pertandingan  sebelum gol Atep dan Makan Konate di perpanjangan waktu menggenapkan kemenangan Persib, peluit panjang dibunyikan misi #Melawankemustahilan yang didengungkan para Bobotoh sebelum laga diselesaikan dengan sempurna. Persib 3 Arema 1.

Jika kita mengesampingkan final Inter Island Cup 2014 -yang entah kapan akan digelar- berarti ini adalah kali pertama untuk Persib melangkah ke babak Final dalam format kompetisi selama hampir 20 tahun. Tentu saja ini melipat gandakan animo bobotoh , bagaimana tidak, sebagian besar dari bobotoh yang hadir di Jakabaring kemarin belum mengerti apa itu sepakbola saat terakhir kali Persib melangkah ke final, boleh jadi sebagian dari mereka bahkan belum lahir. Dari info yang beredar tak kurang dari 100 bus berangkat hari ini menuju ke Palembang hampir 5 kali lipat dari jumlah yang berangkat Senin kemarin. Itu belum dihitung dengan mereka yang berangkat menggunakan kendaraan Pribadi atau Pesawat terbang, dan juga mereka yang memilih menunggu di Palembang.

Jika pertandingan Final di gelar seperti rencana semula, di Stadion Gelora Bung Karno entah berapa banyak baju biru yang melintasi jalur transportasi di jalan jalan menuju Jakarta.

“Kujual Baju Celanaku Untuk Menonton Permainanmu. Lapar Teu Paduli Nu Penting Aing Lalajo Persib”

Potongan lirik di atas adalah lirik lagu Aink Pendukung Persib yang dipopulerkan oleh PAS BAND di medio awal 2000-an. Setelah lebih dari 10 tahun, sekarang lagu itu kembali ramai dinyayikan, bukan oleh PAS tapi dinyanyikan dan dirasakan oleh hampir semua bobotoh Persib Bandung. Dengan tagline #Kagokjuara para bobotoh rela menjual apa apa yang mungkin dijual untuk #modalfinal , sila disimak timeline twitter @officialvpc dua hari terakhir. Demi memudahkan para Bobotoh -yang kebetulan sedang kekurangan dana- akun twitter Viking Persib Club seolah berubah menjadi jasa perantara jual beli, menonton final di palembang menjadi kebutuhan primer para bobotoh untuk minggu ini mengalahkan handphone, motor atau barang barang lainnya.

Hei para pengusaha di Jawa Barat, berapa banyak Surat Cuti yang kalian tanda tangani minggu ini ??

Lanjutkan Membaca …

MENANTI PERANG DUNIA KETIGA

oleh

Senin dinihari waktu Indonesia di tanggal 14 Juli 2014, akan tergelar partai terakhir bertajuk Final Piala Dunia 2014 di kota Rio de Janeiro Brazil. Maracana Stadium yang memiliki nama lengkap Estadio Jornalista Mario Filho akan menjadi tempat akhir dari puluhan episode pertandingan di fase sebelumnya yang menyisakan Jerman dan Argentina. Duel dua negara dari dua kultur sepakbola yang berbeda. Duel final yang merusak skenario harapan mayoritas pecinta sepakbola dunia untuk menyaksikan laga final antara Brazil vs Argentina. Maaf, saya ralat, agak tidak terkesan sok tahu kalimat “harapan mayoritas pecinta sepakbola” akan saya ganti saja dengan “harapan saya”.

Lanjutkan Membaca …

Go to Top