Tag archive

Film

Cinta Seorang Hina

oleh

Tak pernah ada yang dapat mengalahkan gempitanya pasar yang bertransaksi. Suara ibu menawar yang lantang hanya dapat dikalahkan oleh suara ibu yang lain yang menolak tawaran. Sebuah negosiasi yang disepakati dengan tanda jadi. Abang-abang yang menjaja barang tak sudi kalah dalam riuh rendah. Ia mencoba menarik hati ibu lain yang masih menimbang-nimbang hendak makan apa nanti malam. Sekali dua mereka saling bercerita, menjadi mitra terbaik bagi para ibu untuk mengumbar dosa melalui kata. Aku memperhatikannya, dengan satu buah gitar tua di tangan, yang terbengkalai tanpa guna. Aku berbalik arah, langkahku gontai, tak sanggup mengalahkan keramaian pasar. Di belakang, para pedagang tertawa girang, sudah banyak uang yang mereka bisa bawa pulang. Lanjutkan Membaca …

Sebelum Nonton

oleh

Saya pernah menuliskan sebelumnya tentang beberapa hal yang acap kali membuat saya tidak bisa menulis. Beberapa diantaranya adalah tentang sesuatu hal yang saya sukai dan atau sesuatu yang saya prioritaskan. Meski akhirnya sama, membuat ide-ide yang ada di kepala tertunda untuk saya tuangkan ke dalam tulisan. Atau malah, yang lebih parah, tidak pernah ditulis sama sekali. Namun pada tulisan tersebut ada satu hal lain yang lupa saya sebutkan: menonton film. Ia memberikan pengaruh yang sama besarnya terhadap kemungkinan saya untuk tidak menulis. Lanjutkan Membaca …

Sabtu Bersama Bapak

oleh

Ketika kita mencari satu-dua artikel, tulisan, atau kisah dan cerita dalam bentuk lain tentang seorang ibu kita akan menemukan banyak sekali rujukan. Entah itu tentang pengorbanan ibu yang luar biasa besar ketika mengandung, menyusui, sampai merawat anaknya sedari kecil, atau tentang belai lembutnya yang menghangatkan, atau tentang cinta kasihnya yang tanpa batas, yang oleh apapun yang kita lakukan takkan pernah bisa terbalas. Tentu saja demikian, ibu diciptakan oleh Tuhan sebagai malaikat yang menemani tumbuh kembang kita selama di dunia, yang bahkan lewat kaki seorang ibu, Tuhan meridhakan surga-Nya untuk semua umat manusia.

Bagaimana dengan ayah, papa, abi, babeh, bapak?? Bagaimanapun bapak adalah manusia yang memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang manusia. Selain mengandung dan menyusui, saya pikir dalam bentuk yang lain bapak memiliki peran yang sama besarnya dengan ibu. Tak terbalaskan. Tentang cerita, tentu saja akan selalu ada ada cerita untuk bapak. Meskipun ya, tidak akan pernah bisa sebanyak cerita tentang ibu. Oleh karenanya, dengan sedikitnya pilihan cerita, setiap kali ada cerita tentang bapak, ia akan selalu meninggalkan kesan yang dalam untuk saya. Dan ‘Sabtu bersama bapak’ adalah salah satu diantaranya. Lanjutkan Membaca …

Siapapun Bisa Menjadi Apapun

oleh

Sebagai makhluk yang diciptakan dengan akal dan pikiran manusia memiliki kebebasan yang luar biasa besar untuk bermimpi, menjadi apa saja. Buruk ?? Tentu saja tidak, dengan memiliki mimpi terkadang manusia bisa menembus batasan-batasan diri yang –entah dari mana asalnya membuat si manusia berkemauan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan memiliki mimpi dan upaya untuk meraihnya manusia bisa menjadi seperti apa yang mereka maui, menjadi apa saja. Hanya saja, tidak semua manusia memiliki pemikiran dan kemauan sepositif itu. Beberapa dari mereka akan menjadi manusia sebaliknya. Naif, pesimis, pasrah akan keadaan dan malas untuk bermimpi apalagi sampai harus berjuang. Dari pemikiran negatif seperti itu akan muncul konflik baru yang lebih rumit dalam kehidupan manusia. Menghalalkan segala cara misalnya, atau penindasan? atau apapunlah.

Membingungkan?? Ubah kata ‘manusia’ di atas dengan ‘hewan’, maka anda akan menemukan sebuah gambaran kasar tentang Zootopia. Sebuah film yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan : cita-cita, semangat juang dan prasangka.

Lanjutkan Membaca …

Meneladani Leo

oleh

Siapa yang tidak mengenal Leonardo Wilhelm Di Caprio? Semua penikmat seni peran pasti akan sepakat jika Leo adalah aktor papan atas yang berkelas, jika terlalu berlebihan untuk disebut sebagai yang terbaik. Namun, sebelum kita membicarakan kemenangan Leo dalam ajang piala Oscar yang hangat diperbincangkan beberapa waktu lalu, mari saya ajak Anda sejenak untuk meneladani jejak karir Leo yang panjang.

Leo pertama kali diperhitungkan setelah bermain pada film This boy’s life pada tahun 1993. Di film ini ia memerankan seorang anak yang beranjak dewasa yang mendapat perlakuan tidak adil dari ayah tirinya. Lawan mainnya di film ini adalah Robert De Niro seorang maestro dalam dunia perfilman. Tetapi, meski berstatus anak baru yang minim pengalaman, ia sama sekali tidak gentar. Leo muda percaya diri sekali terhadap kemampuan aktingnya. Terbukti Leo mampu mengimbangi akting sang legenda. Beda sekali dengan kebanyakan dari kita yang seringkali minder ketika berhadapan dengan seseorang yang pengalamannya lebih tinggi atau lebih senior. Padahal belum tentu mereka memiliki kompetensi yang lebih baik. Kita sendirilah yang tidak percaya pada kemampuan diri sendiri, keburu takut salah dan kalah. Lanjutkan Membaca …

Go to Top