Tag archive

Diksi

Proses 2.0

oleh

Jika kelak saya memiliki karir yang baik dalam dunia kepenulisan. Saya akan menandai tahun dua ribu enam belas sebagai awal mula saya belajar menulis. Lalu apa yang terjadi dengan tulisan-tulisan saya sebelum itu? Jika Anda pernah membacanya lalu ingin meludahi tulisan-tulisan lama saya. Mari, saya akan dengan senang menemani Anda. Apakah berarti saya tidak menghargai tulisan saya sendiri? Bukan. Justru sebaliknya, saya ketika itu benar-benar tidak pernah menghargai apa yang namanya belajar. Proses. Oleh karena itu saya jauh sekali dari pantas untuk disebut sebagai penulis. Namun, apabila Anda sekarang ini, pada tulisan-tulisan saya yang baru, masih ingin meludahinya. Sebentar dulu, biarkan saya menjelaskan sesuatu. Lanjutkan Membaca …

Writer’s Block

oleh

Writer’s block kurang lebih artinya –menurut defisini pribadi adalah suatu kondisi dimana seorang penulis secara tiba-tiba mengalami kesulitan untuk mengembangkan rangkaian ide dan menerjemahkannya kedalam sebuah cerita didalam tulisan. Entah sudah berapa banyak ide yang datang ketika kita sedang ditengah perjalanan pulang dari tempat kerja, atau ketika sedang menatap kosong di ruangan meeting yang membosankan, atau ketika bersenandung kecil dengan guyuran air dingin di kamar mandi. Tapi seketika ide yang banyak itu terbuang hilang entah kemana saat kita benar-benar siap untuk menulis, di depan laptop misalnya. Ah, maaf, jika anda tidak sempat mengalami kejadian di atas, silakan anda ubah saja sendiri kata ganti orang “kita” dengan “saya”, karena memang, saya pribadi sering sekali mengalami writer’s block sialan itu.

Writer’s block adalah kondisi diluar kontrol manusia –dalam hal ini seorang penulis yang kehadirannya tidak diharapkan dan tidak bisa diprediksi, semestalah yang membuat itu terjadi. Atau boleh jadi sebetulnya writer’s block itu tidak ada?? Sifat malas manusia itu sendirilah yang membuat ide tulisan tidak bisa berkembang lalu kemudian mengkambing-hitamkan writer’s block sebagai biang keladi ketika konten blog tidak pernah bertambah atau dalam kasus yang lebih hebat ketika isi dari sebuah buku berhenti di bab kedua. Oh, anda tidak ?? Baiklah, ini lagi-lagi tentang saya yang sering mencaci maki keberadaan writer’s block ketika sarang laba-laba mulai memenuhi blog saya. Ini cerita tentang sifat malas saya yang lalu selanjutnya saya bersembunyi dibalik writer’s block yang tak pernah menuntut apa apa ketika disalahkan dan saya hadir sebagai sosok penulis suci yang tidak pernah kehilangan ide tulisan maupun kreatifitas, lalu jika kemudian saya tidak pernah menulis : maklumlah namanya juga kena serangan writer’s block.   Lanjutkan Membaca …

Go to Top