Tag archive

design

Proses 2.0

oleh

Jika kelak saya memiliki karir yang baik dalam dunia kepenulisan. Saya akan menandai tahun dua ribu enam belas sebagai awal mula saya belajar menulis. Lalu apa yang terjadi dengan tulisan-tulisan saya sebelum itu? Jika Anda pernah membacanya lalu ingin meludahi tulisan-tulisan lama saya. Mari, saya akan dengan senang menemani Anda. Apakah berarti saya tidak menghargai tulisan saya sendiri? Bukan. Justru sebaliknya, saya ketika itu benar-benar tidak pernah menghargai apa yang namanya belajar. Proses. Oleh karena itu saya jauh sekali dari pantas untuk disebut sebagai penulis. Namun, apabila Anda sekarang ini, pada tulisan-tulisan saya yang baru, masih ingin meludahinya. Sebentar dulu, biarkan saya menjelaskan sesuatu. Lanjutkan Membaca …

Proses

oleh

Ketika pertama kali saya memutuskan untuk menulis pada media digital. Sungguh saya hanya ingin menulis, membagikannya, dan jika beruntung, ada yang membacanya. Tak lebih dari itu. Peduli setan dengan jumlah pengunjung,  jumlah komentar, atau apapunlah yang semacam itu. Saya menulis, sesekali saya berbagi, jika ada yang membacanya, syukur, jikapun tidak, ya sudah. Oleh karena itu saya sama sekali tidak merasa perlu untuk mempercantik tampilan blog saya ini demi kenyamanan mata para pembaca. Atau memerhatikan kaidah penulisan? atau tata letaknya? Masa bodoh. Saya yang menulis, saya pemilik blog ini. Jika tampilan blog ini buruk, jika tulisan pada blog ini sangat berantakan, urusan Anda apa? Pikir saya kala itu. Sombong sekali manusia bodoh satu ini. Namun, seiring perjalanan saya dalam dunia tulis digital, saya menemukan beberapa fase yang membuat saya sadar betapa bodohnya saya ini. Sudah bodoh, sombong lagi. Bedebah. Lanjutkan Membaca …

Mencetak Kreasi Untuk Gaya Sehari-hari

oleh

Ketika saat itu saya memutuskan untuk membuat sebuah clothing line yang pertama kali saya lakukan adalah membuat banyak sekali design tshirt, alasannya sederhana saja : saya tidak terlalu suka menggunakan model pakaian yang populer yang sama dengan orang kebanyakan dan karena tshirt adalah pendamping gaya hidup paling murah dan paling banyak diminati dibandingkan product fashion lainnya. Tetapi ternyata sebagaimanapun saya menjadi hipster diranah para pengguna tshirt saya akan tetap mengajak 23 orang lainnya untuk menggunakan model yang sama. Karena demi efisiensi modal dan bahan baku untuk setiap design setidaknya saya harus membuat 2 lusin tshirt. Menjadi kesulitan ketika saya mendapatkan order custom tshirt sesuai kehendak masing-masing customer yang ingin menjadi super eksklusif dengan hanya membuat 1 tshirt. Dan saya angkat tangan.

Dilema antara nombok modal luar biasa besar atau kehilangan customer membuat print tshirt eklusif 1 cetak menjadi momok tersendiri bagi para perintis bidang konveksi. Sialnya, untuk para kreatif ketakutan kami itu menjadi celah bisnis yang luar biasa besar dan hadir dalam bentuk kaos custom. Lanjutkan Membaca …

Go to Top