Tag archive

Cuti

Anak Ayah

oleh

“Anak ayah banget, ya, Dek?” pengemudi transportasi daring itu berujar setelah cukup lama memerhatikan anak kecil itu yang, sedari kami masuk ke dalam mobil, terus memelukku erat. Ia mencoba menggodanya dengan beberapa lelucon yang biasa manusia dewasa haturkan kepada anak kecil. Percuma, untuk membuatnya berbicara, memang membutuhkan waktu atau kau harus menemukan bahasan yang ia sukai atau kau hanya akan didiamkan serupa batu belaka. “Dede mau kemana? Pulang ke rumah, ya?” pengemudi itu gigih mencari perhatian. Satu detik, dua detik, ia diam, lima detik, dan masih diam. “Mau pulang ke rumah, De?” kali ini aku yang bertanya. Ia merespon dengan satu tatapan galak, sampai satu detik kemudian ia menjawab “Kan, ihh, mu ke umah mamah”. Lanjutkan Membaca …

Cuti

oleh

Dalam rentang waktu satu minggu terakhir saya mengambil cuti dari tempat saya bekerja. Dalam rentang waktu tersebut saya juga menyengajakan diri keluar, untuk sementara waktu, dari dunia daring. Media sosial, grup-grup aplikasi percakapan, bahkan surel kantor, yang biasanya harus saya tanggapi, kini terpaksa saya abaikan. Tentu saja ada pengecualian yang saya lakukan untuk beberapa hal yang amat sangat mendesak. Pada periode waktu tersebut, saya melakukan beberapa hal yang tidak biasanya saya lakukan. Seperti misalnya menyalakan televisi di pagi hari. Ini menarik, karenanya saya jadi mengetahui Arsya, anak kedua dari Mas Anang dan istri, telah lahir dengan begitu menggemaskan. Ia, diberitakan, sedang diajak jalan-jalan keliling kota Jember menggunakan becak. Tentu saja dipangku oleh kedua orangtuanya. Tidak terasa, padahal seperti baru kemarin saja media memberitakan dengan berlebihan proses kelahiran Arsyi, anak pertama Mas Anang dan Mbak Ashanty. Lanjutkan Membaca …

Go to Top