Tag archive

cita-cita

Cerita Akhir Tahun

oleh

“Mau minum teh manis hangat, bageur?”. Senja yang sudah hilang sedari tadi tidak serta membuat langit menjadi gelap. Lihatlah, dari jendela kamar rumah sakit terlihat langit masih terang memesona akibat hiruk pikuk manusia, dengan kembang api yang mereka nyalakan bergantian, menyambut malam pergantian tahun. Ia, wanita yang kutawari segelas teh hangat itu, mengangguk manja, “jangan terlalu panas ya, Ayah”. Aku tersenyum, tanganku terampil menuangkan air kedalam gelas sebelum memasukan satu buah teh celup beraroma khas, juga dengan satu-dua sendok gula. Lalu kemudian aku sodorkan, gelas itu, kepada pemiliknya. Ia yang sedang terbaring segera meminumnya perlahan. “Ayah” ia mengucap kata pelan. “Maaf” dengan rona kesedihan kata itu diucapkan sedemikian pelan. Lanjutkan Membaca …

Langkah Selanjutnya

oleh

Saya suka membaca dan saya memiliki tingkat agresivitas yang cukup tinggi dalam membaca, apapun itu bentuknya, email-email yang harus dibaca, artikel menarik dari beberapa situs, dan linimasa twitter adalah salah satu diantaranya. Baiklah, jika kesemua itu tadi dianggap aktivitas atau tuntutan dari keseharian, saya akan mengambil contoh lain. Sedari kecil saya sempat dan masih mengoleksi bacaan fisik seperti novel, komik, tabloid dan beberapa potong koran. Saat saya masih belum terkontaminasi dampak negatif teknologi, mereka itulah yang menyita waktu saya. Kombinasi terbaik saat makan adalah : tangan kanan makanan dan tangan kiri buku. Entah berapa banyak buku yang sempat basah karena dibawa ke kamar mandi. Sekarang –meski tak seaktif dulu aktivitas itu masih suka saya lakukan. Ehm, maaf. Jadi bolehkan saya mengklaim­ kalau saya suka membaca ??

Saya suka menulis dan saya memiliki tingkat agresivitas yang cukup tinggi dalam menulis, apapun itu bentuknya, email-email yang harus dibalas, mengomentari artikel menarik dari beberapa situs, dan memenuhi linimasa twitter adalah salah satu diantaranya. Baiklah, jika kesemua itu tadi dianggap aktivitas atau tuntutan dari keseharian, saya akan mengambil contoh lain. Ehm, sebentar dulu. Contoh yang lain, apa ?? Menulis cerita di tabloid remaja ?? menulis puisi di surat kabar akhir pekan, menulis opini di situs-situs bertraffic tinggi ?? atau sekedar memenuhi blog dengan tulisan-tulisan entah apapun lah itu bentuknya ??

Mengingat kebeberapa waktu belakang. Sial, ternyata saya tak sesuka itu dalam menulis.

Lanjutkan Membaca …

Go to Top