Tag archive

Blogger

(Mencoba) Berkumpul Bersama Penulis

oleh

Pepatah bijak mengatakan : pribadi kita sangat bergantung kepada lingkungan tempat kita banyak berinteraksi. Entahlah seperti apa tepatnya pepatah itu diucapkan. Tapi satu yang patut kiranya untuk digaris bawahi, dan saya teramat setuju olehnya, adalah betul bahwa lingkungan, lingkaran pertemanan yang kita miliki amat sangat memengaruhi kehidupan keseharian kita. Pernah kita dengar sebuah wacana jika kita sering bergaul dengan penjual parfum, wangi parfum tersebut akan juga melekat pada kita. Atau jika kita sering bergaul dengan orang pintar, boleh jadi akan banyak ilmu bermanfaat yang bisa kita terima. Lalu, apa yang terjadi jika kita, atau saya, bergaul dengan banyak sekali penulis? Lanjutkan Membaca …

Meneladani Toyota

oleh

Sekarang ini di tempat saya bekerja saya tergabung dalam tim Project Improvement pada divisi Operation Strategy. Salah satu job description saya adalah menganalisis kinerja tim operasional, lalu memberikan usulan tindakan perbaikan yang efektif dan berkelanjutan. Jujur, latar belakang pendidikan saya sangat bertolak belakang dengan apa yang baru saya kerjakan selama satu tahun terakhir ini. Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan saya dan juga untuk mendalami ilmu, setiap kali ada kesempatan pelatihan yang berkaitan dengan improvement dan juga development saya selalu berusaha menyempatkan hadir. Terlebih lagi jika semua biaya pelatihan ditanggung oleh perusahaan.

Menariknya, dari beberapa pelatihan yang saya ikuti ada satu kesamaan mutlak yang selalu dibicarakan oleh si pemateri. Adalah Toyota Production System (TPS) suatu sistem produksi yang dipelopori oleh Toyota yang dianggap sebagai contoh terbaik dalam dunia industri modern untuk meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi di dunia kerja. Dikatakan oleh mereka bagaimana luar biasanya TPS dalam membawa Toyota -yang sangat dianggap remeh di awal berdirinya  menjadi penguasa otomotif dunia. Cerita-cerita itu membawa saya kedalam suatu pengandaian : bagaimana rasanya jika saya bekerja di Toyota?? Etos kerja dan segala hal kebaikan TPS yang diceritakan berhasil membuat saya menjadi begitu penasaran. Lanjutkan Membaca …

Awal Cerita

oleh

“Memang Abang punya blog ??” Adit tak puas,  membuatku yang baru saja berniat untuk beranjak pindah ke ruang tamu, terpaksa harus menundanya sementara waktu. Aku menatap wajah perempuan itu. Dalam waktu yang hampir bersamaan mata kami bertemu, saling menatap tidak terlalu lama. Lalu kami berdua menunduk, tersenyum, mencoba mengingat kembali darimana awal semua cerita ini bermula.

Ruang keluarga berukuran empat kali empat meter itu lenggang sejenak. Empat orang anak kecil –yang telah berhasil kubuat menjadi penasaran sedang diam tertegun menunggu jawaban. Sedangkan, yang ditanya sedang khidmat membolak-balik secuil kenangan yang tiba-tiba datang menggelitik. Memang seperti itulah jika kita berbicara tentang kenangan, ia bisa datang kapan saja tanpa perlu mengenal situasi, waktu dan juga tempat. Seperti sekarang ini, aku mungkin akan lebih memilih diam lalu hanyut bersama arus kenangan itu kalau saja salah seorang dari empat orang anak itu tidak menggangguku dengan pengulangan pertanyaan yang kali ini dilakukan dengan nada yang lebih tinggi.

“Bang, memang Abang punya blog ??.” Lanjutkan Membaca …

Bermain Dengan Tinta

oleh

Aku menatap bangunan di depan warung kopi ini. Mengetik balasan pesan singkat, memasukan perangkat  genggam ke tempatnya, lalu tersenyum membayangkan kemungkinan babak kedua perbincangan dengan perempuan cantik di bangunan itu. Hujan memang masih mengguyur bumi cukup deras tetapi akan terlalu memakan waktu jika aku harus menunggunya sampai benar-benar reda. Lalu aku memutuskan untuk berlari cepat menabrak butiran-butiran air hujan yang jatuh ke bumi sesukanya tanpa memperdulikan apapun yang akan dihadapinya.

“Kenapa gak nunggu berenti dulu sih !? Tunggu sebentar akan aku ambilkan kaus punya ayah.” setelah memberiku handuk kering perempuan itu mendengus kesal melihat lelakinya ini basah kuyup. Aku diam sebentar, tersenyum lalu menggangguk, malas mendebat perempuan yang sedang kesal. Karena aku masih memegang prinsip bahwa sesungguhnya bersedia mengalah saat perempuan sedang memupuk kesal adalah salah satu cara mencegah perang dunia ketiga yang paling mudah.     Lanjutkan Membaca …

Menerka Arah Tinta

oleh

Diujung pertanyaan aku bergegas berlari ke warung kecil yang berjarak sepelemparan batu dari bangunan tempat aku berbincang panjang enam puluh menit terakhir tadi. Warung ini tidak terlalu ramai hanya ada dua-tiga orang lelaki muda yang usianya aku taksir lebih kurang samalah dengan usiaku sekarang dan ditambah ibu pemilik warung beserta asistennya. Sembari menunggu pesanan kopi datang aku kembali dibuat tersenyum dengan perbincangan di bangunan yang letaknya persis berada ditempatku duduk sekarang ini. Tentang apa ?? Jika benar kau ingin tahu mohon tunggu sebentar dulu, aku harus menghisap satu-dua batang rokok yang sudah kutahan sedari tadi lagipula kopi hitam ini sudah datang, terlalu sayang jika sampai harus kubiarkan dingin demi menjawab rasa keingintahuan kalian tentang perbincanganku dengan perempuan cantik itu. Lanjutkan Membaca …

Go to Top