Tag archive

android

Alto’s Adventure

oleh

Saya yang setiap harinya lebih banyak menghabiskan waktu di jalan akan merasa cepat sekali bosan jika dipaksa diam tanpa melakukan apa-apa. Sedikit lebih mudah ketika sedang berada di kantor atau di rumah karena saya masih bisa melakukan banyak hal ketika sedang bosan. Katakanlah seperti misalnya di rumah saya bisa bermain dengan anak atau berdiskusi panjang lebar dengan ibunya. Ketika di kantor saya bisa berpura-pura sibuk mengerjakan tugas-tugas yang sebetulnya menjadi tanggung jawab saya atau ketika sedang malas saya biasa berkeliling koridor mengganggu teman-teman yang sedang rajin bekerja.

Yang menjadi masalah adalah ketika sedang dalam perjalanan entah itu dari rumah ke kantor ataupun sebaliknya. Mendengarkan musik menjadi salah satu obat yang mujarab menghilangkan kebosanan tetapi kadang-kadang datangnya pengamen bisa menghilangkan mood seketika. Apa anda pernah merasa jengkel ketika mendengarkan Livin a prayer  milik Bon Jovi diganggu dengan entah apa judulnya dari Armada ?? Alternatif lain saya biasa menonton film yang sudah saya unduh melalui perangkat genggam saya, tapi batasan waktu perjalanan kadang mengganggu kenyamanan dan rasa penasaran saat menonton. Praktis ketika dua hal tadi sedang tidak memungkinkan yang bisa saya lakukan dalam perjalanan adalah tidur atau bermain games. Lanjutkan Membaca …

Mengubah Penampilan

oleh

Jika berbicara tentang fashion atau gaya berpakaian atau apapunlah itu tentang penampilan, semua akan dikembalikan kepada selera masing-masing si pembicara atau si pendengar. Mungkin bagi sebagian orang gaya casual menjadi pilihan terbaik untuk diaplikasikan ke dalam gaya hidupnya sehari-hari, sebagian lagi memilih untuk lebih cuek dan tidak masalah jika keseharian-nya ditemani dengan padu padan pakaian yang sporty, atau contoh lainnya yang bisa anda cari sendiri di kehidupan sekitar anda.

Itu kita baru berbicara tentang selera. Pada kenyataannya, dalam banyak kasus di kehidupan sehari-hari prinsip atau ego setiap manusia pun bisa mempengaruhi bagaimana manusia itu berpakaian. Katakanlah para pemuka agama yang sering kita lihat berpakaian seperti yang diajarkan pada kitab suci yang diyakininya, atau para penjilat partai politik yang berpakaian dengan banyak jenis tapi disatu warnakan sesuai dengan kepada partai mana mereka mencari muka, atau para supporter fanatik klub sepakbola yang akan dengan senang hati untuk terus-terusan menggunakan pakaian yang bertemakan klub yang mereka dukung. Jika agama, partai politik atau klub sepakbola adalah sebuah simbol, maka pakaian yang dikenakan adalah cara paling mudah untuk menunjukan kepada semesta simbol apa yang melekat di dalam hidup seorang manusia.

Apapun alasannya, selera atau prinsip atau yang lainnya, setiap manusia tidak bisa memaksakan gaya berpakaian kepada manusia lainnya. Kecuali, terikat dalam sebuah aturan atau kepada mereka yang tidak punya pendirian.

Lanjutkan Membaca …

Duel Otak

oleh

Sejatinya, manusia hidup hanya untuk disibukkan oleh tanya jawab saja. Setiap harinya kita akan selalu disuguhkan pada ragam pertanyaan yang lantas harus melanjutkan pula dengan pencarian jawaban. Itu semua adalah keniscayaan, suratan, manusia tidak punya kuasa untuk menolak episode dalam setiap pertanyaan pun dengan cerita-cerita yang mencari jawaban. Namun, masing-masing individu mempunyai hak untuk mengambil besaran porsi yang mana dalam episode hidupnya. Menjadi si penanya atau si penjawab ??

Ketika suatu individu memutuskan untuk menjadi si penanya mungkin ia adalah bodoh pada awalnya. Tapi ia mulia, karena memiliki keingingan untuk menjadi lebih baik dengan bertanya, mencari tahu hal-hal kecil lalu kemudian mempelajari hal yang besar. Membaca dari buku, belajar kepada alam, atau jika mungkin bertanya kepada para penjawab. Satu dua waktu kemudian, jika si penanya itu memiliki kecakapan dalam berpikir, boleh jadi ia akan hijrah menjadi si penjawab. Memberitahukan kepada dunia semua jawaban dari pertanyaan yang sudah ia cari, pelajari dan dapatkan sebelumnya. Tetapi, jika setelah satu dua waktu itu si penanya itu masih saja terus bertanya, boleh jadi ia memang memiliki bakat untuk menjadi bodoh.

Lalu, bagaimana dengan individu yang mengawali hidup dengan menjadi si penjawab ?? Lanjutkan Membaca …

Go to Top