Tag archive

2016

Awal Cerita

oleh

“Memang Abang punya blog ??” Adit tak puas,  membuatku yang baru saja berniat untuk beranjak pindah ke ruang tamu, terpaksa harus menundanya sementara waktu. Aku menatap wajah perempuan itu. Dalam waktu yang hampir bersamaan mata kami bertemu, saling menatap tidak terlalu lama. Lalu kami berdua menunduk, tersenyum, mencoba mengingat kembali darimana awal semua cerita ini bermula.

Ruang keluarga berukuran empat kali empat meter itu lenggang sejenak. Empat orang anak kecil –yang telah berhasil kubuat menjadi penasaran sedang diam tertegun menunggu jawaban. Sedangkan, yang ditanya sedang khidmat membolak-balik secuil kenangan yang tiba-tiba datang menggelitik. Memang seperti itulah jika kita berbicara tentang kenangan, ia bisa datang kapan saja tanpa perlu mengenal situasi, waktu dan juga tempat. Seperti sekarang ini, aku mungkin akan lebih memilih diam lalu hanyut bersama arus kenangan itu kalau saja salah seorang dari empat orang anak itu tidak menggangguku dengan pengulangan pertanyaan yang kali ini dilakukan dengan nada yang lebih tinggi.

“Bang, memang Abang punya blog ??.” Lanjutkan Membaca …

Bermain Dengan Tinta

oleh

Aku menatap bangunan di depan warung kopi ini. Mengetik balasan pesan singkat, memasukan perangkat  genggam ke tempatnya, lalu tersenyum membayangkan kemungkinan babak kedua perbincangan dengan perempuan cantik di bangunan itu. Hujan memang masih mengguyur bumi cukup deras tetapi akan terlalu memakan waktu jika aku harus menunggunya sampai benar-benar reda. Lalu aku memutuskan untuk berlari cepat menabrak butiran-butiran air hujan yang jatuh ke bumi sesukanya tanpa memperdulikan apapun yang akan dihadapinya.

“Kenapa gak nunggu berenti dulu sih !? Tunggu sebentar akan aku ambilkan kaus punya ayah.” setelah memberiku handuk kering perempuan itu mendengus kesal melihat lelakinya ini basah kuyup. Aku diam sebentar, tersenyum lalu menggangguk, malas mendebat perempuan yang sedang kesal. Karena aku masih memegang prinsip bahwa sesungguhnya bersedia mengalah saat perempuan sedang memupuk kesal adalah salah satu cara mencegah perang dunia ketiga yang paling mudah.     Lanjutkan Membaca …

Menerka Arah Tinta

oleh

Diujung pertanyaan aku bergegas berlari ke warung kecil yang berjarak sepelemparan batu dari bangunan tempat aku berbincang panjang enam puluh menit terakhir tadi. Warung ini tidak terlalu ramai hanya ada dua-tiga orang lelaki muda yang usianya aku taksir lebih kurang samalah dengan usiaku sekarang dan ditambah ibu pemilik warung beserta asistennya. Sembari menunggu pesanan kopi datang aku kembali dibuat tersenyum dengan perbincangan di bangunan yang letaknya persis berada ditempatku duduk sekarang ini. Tentang apa ?? Jika benar kau ingin tahu mohon tunggu sebentar dulu, aku harus menghisap satu-dua batang rokok yang sudah kutahan sedari tadi lagipula kopi hitam ini sudah datang, terlalu sayang jika sampai harus kubiarkan dingin demi menjawab rasa keingintahuan kalian tentang perbincanganku dengan perempuan cantik itu. Lanjutkan Membaca …

Belanja Akhir Tahun

oleh

Kita sudah memasuki penghujung tahun 2015. Tentu banyak sekali hal-hal menarik yang sudah terjadi sepanjang tahun ini. Seperti saya misalnya, tahun 2015 ini menjadi tahun yang luar biasa karena ditahun ini saya resmi menjadi seorang ayah. Dan, seperti lazimnya masa-masa akhir tahun setiap individu pastinya mulai menyiapkan resolusi baru untuk tahun depan. Resolusi itu sendiri hadir dalam berbagai bentuk, ada yang ingin sekali menyudahi kesendiriannya di tahun 2016, ada juga yang di tahun 2016 nanti ingin menyelesaikan kuliahnya atau resolusi yang paling sederhana untuk 2016 adalah membeli beberapa barang baru untuk menggantikan yang lama. Berita baiknya, untuk poin terakhir yang disebut barusan rasa-rasanya tak perlu sampai menunggu pergantian tahun, karena ketika anda menghabiskan cukup waktu untuk membaca tulisan ini di luar sana banyak sekali toko-toko yang sedang cuci gudang menggoda isi dompet untuk segera berpindah tangan. Lanjutkan Membaca …

Go to Top