Tag archive

2014

Kata Terakhir Di Dua Ribu Empat Belas

oleh

Sekarang kita semua sudah sampai di penghujung tahun, tinggal beberapa hari sampai kita harus mengganti semua almanak yang menggantung atau yang diletakan sembarang dengan -tentu saja almanak yang baru. Ah, itu mudah terlalu mudah cukup mengeluarkan lima sampai sepuluh lembar uang ribuan untuk membeli satu dua almanak, atau makan siang di restoran cepat saji untuk mendapatkannya dengan gratis setelah membayar tagihan untuk makan siang tadi. Tapi siapa peduli dengan almanak konvensional ?? Dewasa ini, bahkan sudah banyak rumah yang tidak punya almanak, fitur yang ada di seluler sudah lebih dari cukup untuk manusia mengingat penanggalan, jadi, mari berhenti membahas tentang itu.

Tahun ini segera habis, seperti sebelumnya manusia manusia dipenjuru dunia menyibukan diri untuk merayakan pergantian detik di akhir malam tanggal tiga puluh satu Desember. Sebagian lagi membuat daftar resolusi yang akan dilakukan di tahun yang baru nanti yang lebih dari separuhnya adalah resolusi yang dibuat tahun kemarin kemudian di copy-paste untuk resolusi tahun ini, ah , boleh jadi resolusi tahun kemarin adalah resolusi tahun kemarinnya lagi, jadi kita membuat resolusi yang sama setiap pergantian tahun. Antara menjadi mainstream untuk ikut-ikutan bikin resolusi musiman, atau memang tak ada keinginan untuk wujudin resolusi itu, atau keduanya ?? Entahlah. Lanjutkan Membaca …

Go to Top