Blog

Undangan di Kota Jauh

“Mas, datang?” di satu kerumunan seorang teman memberikan undangan pernikahan. Yang bertanya tentu saja bukan si empunya hajat tapi teman lain yang juga menerima lembar undangan yang sama. Pikiran saya sedang kosong perlu satu-dua pertanyaan tambahan sampai akhirnya saya mengangguk kecil. “Iya, mudah-mudahan waktunya pas, ya” jawab saya. Ketika kerumunan itu mulai mereda saya menghempas diri di atas kursi. Menggaruk kepala yang tidak gatal. Diskusi-diskusi beberapa waktu terakhir berkelebat di dalam kepala. Aduh.

Lanjutkan Membaca …

Most Commented

Posted on

Satu Tahun Yang Lalu

“Sudah pembukaan empat, Pak” perawat berusaha menjelaskan setelah berulang kali aku menanyakan kondisi istri yang saat ini sedang terbaring di unit gawat… Lanjutkan Membaca ...

Posted on

Anak Kecil Itu

Suatu hari, pagi datang dengan sebagaimana mestinya. Embun yang beberapa waktu sebelumnya berjatuhan, memberikan nuansa sejuk pada pagi, kini telah digantikan cahaya… Lanjutkan Membaca ...

Posted on

Menyesal (Belum) Kuliah

Kita hidup pada masa dimana eksistensi di dunia kerja tak melulu soal kompetensi. Anda akan menemukan banyak sekali contoh dimana seseorang yang… Lanjutkan Membaca ...

Saya, Macet dan Terlambat

Di hampir setiap bulan Ramadhan, dari semenjak pertama kali saya bekerja, selalu ada perubahan jadwal jam kerja. Entah itu perubahan jam masuk  atau jam pulang yang lebih cepat. Dan tampaknya perubahan itu berlaku juga untuk banyak sekali perusahaan baik swasta maupun instansi pemerintahan. Pun dengan yang terjadi di Ramadhan tahun ini. Perubahan jam kerja terasa sedemikian nyata. Tandanya? Hari kedelapan belas di bulan Ramdhan tidak sekalipun saya telat. Dikurangi empat hari libur akhir pekan. Artinya empat belas hari berurutan saya tidak pernah telat barang sekali. Untuk saya pribadi ini sebuah pencapaian yang membanggakan. Lanjutkan Membaca …

Membuka Tawa Dengan Komedi Tunggal

Menyukai komedi adalah salah satu cara saya untuk mencari penghiburan diri. Menonton atau mendengar komedi biasa saya lakukan ketika saya sedang berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan. Tapi tidak semua komedi bisa saya konsumsi begitu saja. Saya memiliki standar yang berlebihan untuk masalah ini dan secara kebetulan saya tumbuh dalam narasi komedi yang digaungkan oleh pegiat komedi legendaris negeri ini: Warkop DKI. Berbeda dari para pelaku komedi kebanyakan, trio Warkop menyuguhkan komedi cerdas. Tidak semua lawakan yang mereka suguhkan bisa diterima begitu saja. Perlu ruang tambahan di dalam otak untuk mencerna komedi yang mereka haturkan. Ribet. Tapi   saya suka. Dewasa ini sedikit banyak saya menemukan pola yang sama di galeri stand-up comedy. Lanjutkan Membaca …

Setelah 17 April

Halo, teman! Bisa minta waktunya sebentar? Barangkali ini bisa menjadi alternatif bacaan untuk kamu yang setiap hari menghabiskan waktu untuk mencari informasi yang mungkin kamu gunakan sebagai senjata menjatuhkan lawan atau untuk menguatkan argumentasi kamu sehingga kamu tampak penuh wawasan dan menjadi arogan atau untuk kamu yang sekadar menganggap segala kebangsatan ini sebagai sebuah hiburan. Benar, tentang segala omong kosong yang kamu haturkan, tentang segala cerita yang kamu bagikan, tentang data yang kamu tunjukkan, tentang orang yang kamu harapkan akan menjadi pemimpinmu ke depan.

Namun, sebelum masuk ke masalah utama, izinkan saya mengawalinya dengan satu frasa yang menawan: PERSETAN KALIAN! Lanjutkan Membaca …

Ganti Laptop, Pakai Pinjaman Online?

Laptop yang biasa saya gunakan untuk membuat desain tiba-tiba mati tanpa sebab. Layarnya gelap tanpa sedikitpun menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Saya menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Bahaya ini. Dalam hati saya berucap. Beli lagi aja udah. Seorang teman yang kebetulan menjadi saksi, berucap demikian. Enggak punya uang. Saya jawab. Minta, donk. Ia yang kondisi keuangannya sama memprihatinkan tentu saja tidak mengamini apa yang saya pinta. Dengan satu tarikan nafas panjang ia menghisap nikmat kretek yang ia genggam, sambil terkekeh. Ya, podo, katanya. Kami tertawa bersama. Tapi sebelum kami menjadi gila karena kehabisan dana. Ia menyisipkan satu kalimat yang membuat sore ini menjadi panjang. Coba pinjaman KTA online aja, katanya. Lanjutkan Membaca …

Ke Arah Bandara

Lebih dari separuh perjalanan dinas luar kota –atau malah luar pulau yang saya lakukan adalah perjalanan yang tidak direncanakan. Kalau pun masuk dalam rencana kegiatan, biasanya baru direncanakan satu-dua hari sebelum keberangkatan. Apa yang menyebalkan? Seperti umumnya di sebuah perusahaan, kebijakan di tempat saya bekerja mengenai permintaan biaya perjalanan dinas harus dilakukan selambat-lambatnya tiga hari sebelum kegiatan. Artinya, di hampir setiap perjalanan saya harus menalangi terlebih dahulu biaya keberangkatan. Kalau berangkat di awal-awal bulan, sih, ya enggak terlalu masalah, ya. Tapi kalau perjalanan dinas dan proses talang-menalangi itu terjadi di akhir bulan, ya, pusing juga, jendral. Lanjutkan Membaca …

Go to Top